"Gak! Kamu gak gila Jan. Dan bukan hanya kamu aja yang menyukai kakak, tapi aku juga menyukai kamu Jan, bahkan sebelum kamu...." kalimat Alex terhenti saat menyadari sesuatu, dengan cepat Alex segera berjalan masuk dan melewati kamarnya lalu menarik pintu kamar miliknya yang bersebelahan dengan pintu kamar Jany, menuruni tangga saat tadi ia melihat pintu kamar Jany terbuka dan berarti Jany tak berada didalam.
Alex bergegas turun dan sepasang matanya menangkap Jany yang tengah berjalan cepat menuju taman belakang.
Dengan cepat pula, Alex berjalan agar ia dapat menyusuli Jany..
Teekk
Alex menangkap pergelangan lengan kiri Jany dan segera memutar Jany hingga melihat langsung ke wajah Alex.
Jany yang ditangkap pun, langsung memelototkan kedua matanya karena kaget saat ia baru sadar kalau Alex sekarang sudah tepat berada dihadapannya, memegang pergelangan tangannya dengan ekspresi wajah yang tak kalah membara tapi tetap tenang dari ekspresi wajah Alex yang tadi di koridor , saat tadi Jany melepaskan semua perasaannya dihadapan Alex langsung.
*****
Alex dan Jany saling beradu pandang tanpa Alex melepaskan genggamannya dari lengan kiri Jany.
Sedangkan Jany, ia merasakan detak jantung nya berdebar 10x lebih cepat dari yang normal, hingga serasa kalau ia sendiri bisa mendengar detak jantung itu sampai ke kepalanya.
Merasakan ditatap oleh kakak yang ia sukai, di genggam oleh kakak yang ia cintai, dan yang lebih pentingnya lagi, kakak dihadapannya itu telah mengetahui bagaimana sebenarnya isi perasaannya terlebih ia menyukainya lebih dari sebatas saudara berhasil membuat Jany ingin menangis dengan kenyataan tentang ia dan Alex yang notabennya kakak ber adik.
"Apa kamu sadar, apa yang baru saja kamu ucapin?" tanya Alex membuka pembicaraan hingga membuat Jany yang tadinya menatap Alex, kini segera menunduk.
Alex yang melihat Jany bersikap seperti itu langsung melepaskan genggamannya dari pergelangan tangan Jany dan sedikit mundur, menjauh beberapa langkah dari Jany.
Ia tak ingin menyakiti Jany. Sudah cukup ia yang tersakiti sejak Jany meninggalkannya dulu, tentang statusnya di keluarga Darmansyah dan tentang perasaan bodohnya terhadap Jany. Cukup ia yang merasakan kesakitan itu, Alex tak ingin kalau Jany, orang yang dicintai nya juga merasakan kekecewaan dari semuanya.
"Apa kamu tau sesuatu tentang kamu dan ka Alex?" tanya Alex lagi.
Mendengar pertanyaan itu, Jany segera mengangkat kembali kepalanya dan menatap Alex dengan intens karena bingung dengan pertanyaan Alex barusan.
Jany menatap Alex sambil menautkan Alisnya tak mengerti "Sesuatu? Aku dan Ka Alex?"
Mendengar dari nada bicara Jany, Alex langsung tau kalau Jany ternyata belum mengetahui semua itu dan berarti Alex benar, kalau Jany masih menganggap ia sebagai saudaranya.
"Gak. Lupain!" Potong Alex cepat saat ia melihat kalau Jany seperti mau mengucapkan sesuatu lagi
"Kakak tanya lagi, apa kamu sadar dengan yang kamu ucapin tadi di atas?" ulang Alex
Kali ini, Jany tak menunduk lagi. Malah, kali ini ia menatap Alex dengan wajah serius, benar-benar serius dari yang pernah Alex lihat.
"Harus Jan. Udah terlambat kalau kamu mau mundur sekarang." Batin Jany. Ia memberanikan diri.
"Sadar" Jawab Jany dengan tegas
Mendengar nada tegas Jany, Alex merasa bahagia dan ingin segera memeluk Jany saat itu juga, tapi disisi lain, perasaan sedih dan kecewa juga muncul di diri Alex.
KAMU SEDANG MEMBACA
I LOVE YOU, BROTHER! [COMPLETED]
Jugendliteratur"Aku sangat-sangat mencintainya sampai-sampai dulu aku sempat berpikir akan mengungkapkan kalau aku bukan anak kandung ayah dan bunda agar aku bisa tetap bersama nya bahkan di negara lain sekalipun. Tapi aku masih menyayangi keluarga ini makanya aku...
![I LOVE YOU, BROTHER! [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/65097318-64-k166890.jpg)