17

144 17 3
                                    

Clarie pun berdiri, dan air matanya sudah tak bisa di tahan. Hujan sudah berhenti tapi bajunya sangat basah, bahkan tubuhnya menggil. Ia menangis ia kecewa jatuh kembali pada kekecewaan dan aku benci dirimu cam!. Clarie berjalan perlahan meninggalkan kursi itu tanpa ragu ia sudah terluka, sangat perih sekali.

CLARIE...."teriak seseorang dari belakang dan suara itu membuat Clarie berhenti melangkah.

Cameron kau datang?..

Aku sudah menduga kau pasti datang.

Clarie membalik tubuhnya, dan memasang senyumnya.

Sedang apa kau disini?.."

Nash?.."ucap Clarie pelan.

Nash menghampiri Clarie yang sudah mengigil akibat aksi hujan-hujanannya, wajah Nash terlihat khawatir melihat Clarie seperti ini.

Apa yang kau lakukan disini? Kenapa kau hujan-hujanan?.."tanya Nash lembut sambil menggenggam tangan Clarie yang dingin.

Clarie hanya diam, air matanya jatuh wajahnya sangat pucat. Hatinya benar-benar hancur, Cameron benar-benar berubah dan semuanya waktu kemarin tidak ada artinya bagi Cameron. Janjinya saja ia lupakan begitu saja apalagi harus mengingat Clarie, mungkin sangat mustahil.

Are u okay Clarie?.."tanya Nash ketika melihat air mata Clarie jatuh di pipi Clarie di tambah suhu tubuh Clarie seperti demam.

Aku mau pulang, bisa kau antar?.."jawab Clarie pelan dengan suara lemahnya.

Tentu, aku khawatir padamu. Pakailah jaket ini agar kau tak terlalu kedinginan.."jawab Nash yang langsung melepaskan jaketnya lalu memasang kepundak Clarie.

Terimakasih Nash.."jawab Clarie sambil tersenyum lemah.

Nash pun merangkul Clarie dengan lembut, membawanya ke mobil yang tak jauh dari sana.

Aku tahu, seharusnya aku tak memaksakannya lagi. Ini sangat perih, aku terlalu bodoh untuk percaya kembali padamu. Kau tak mengerti betapa perihnya berkali-kali di lukai seperti ini, kini aku sadar kau tak akan seperti dulu. Kau yang 8 tahun lalu sudah mati dan aku mengenang kepergianmu. Tanpa berharap kau yang lain hadir menemuiku dan membuatku jatuh percaya kembali padamu, aku akan pergi dan melupakan tentangmu.

__

Mobil Nash sudah sampai di halaman rumah Clarie, Nash langsung membuka pintu dan membantu Clarie untuk turun. Suhu tubuh Clarie meningkat, tangannya dingin dan ia masih menggigil. Nash menuntun Clarie dengan lembut, wajahnya terlihat khawatir melihat keadaan Clarie yang seperti ini. Nash mengetuk pintu namun taka da jawaban dari dalam, ia mengambil kursi lalu membantu Clarie untuk duduk sementara ia akan mencari orang rumah. Ia melirik kesana kemari tapi tidak ada hasilnya, terlihat rumah Clarie kosong. Tapi ia menemukan secarik kertas di bawah pintu yang menempel, ia mengambilnya lalu membacanya.

" Clarie maaf mom dan Daniel pergi, nenek mendadak masuk rumah sakit. Mom sudah menghubungi kamu tapi sepertinya ponselmu mati, mom akan menjaga nenek sampai besok sore. Daniel juga akan pulang besok, dan dad akan pulang 2 hari lagi. Jaga dirimu baik-baik, semua kebutuhan dan bahan makan sudah mom siapkan, panaskan makanan di kulkas. Kunci rumah ada di dekat pot tanaman mawar sayang . I love you honey"

Clarie sendiri dirumah? Bagaimana bisa ia tinggal sendiri dalam keadaan seperti ini? Sebaiknya aku membawanya masuk ke dalam sebelum ia benar-benar demam.."ucap Nash yang langsung membuka pintu rumah Clarie lalu membawa tubuh Clarie yang sudah setengah sadar ke dalam rumah.

Clarie siapa yang akan mengganti pakaianmu? Apa kau sanggup?.."tanya Nash dengan wajah bingung.

Biarkan aku yang menggantinya, kau tenang saja terimakasih Nash.."jawab Clarie yang berjalan menuju kamar.

AMNESIATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang