Fitria Pov
Aku terbangun di hamparan rerumputan dan bunga bunga cantik sejauh aku memandang entah aku sekarang sedang ada di mana.
Tiupan tiupan angin dan bau khas rumput sangat menenagkan hati dan fikiranku.
Berjalan jalan ngengelilingi taman tiba tiba aku melihat seorang wanita dan pria yang sedang mengobrol di dekat sungai, mereka terlihat sangat bahagia dan sepertinya mereka tidak terlalu tua mereka seumuran dengan papa dan mamaku mereka mengenakan baju putih putih.
Dan aku baru sadar kalau saat ini aku mengenakan dress berwarna biru muda dan aku memakai sepatu kaca yang diberikan mama dan papaku saat ulang tahunku ke17 baju dan sepatu ini sangat aku sukai.
Aku penasaran siapa 2 orang itu sepertinya aku sangat mengenalinya tapi aku tidak tahu betul itu siapa karena aku hanya melihat mereka dari belakang, aku berniat menghampiri mereka tapi aku sangat ragu....
Aku pun memberanikan diriku yang sebenarnya takut aku menghampiri mereka dan tiba tiba aku sangat kaget ternyata mereka berdua Papa dan Mamaku.
Aku menyapa memanggil dan berteriak teriakpun mereka tidak menganggapku ada, aku coba memegang pundak mama ku tapi tak bisa tanganku seperti memegang angin yang tidak terasa apapun.
"Papa Mama aku disini ini aku Fitria anak Papa dan Mama!!" Fitria berteriak berusaha agar mama dan papanya tahu bahwa Fitria sedang di sampingnya.
"Papa Mama" tiba tiba Fitria terbangun dan Herman menghampirinya.
"Apakah kau bermimpi buruk sayang ??" Tanya Herman sangat cemas.
"Aku bermimpi Papa dan Mamaku, aku ingin bertemu mereka sudah beberapa bulan ini aku tidak pernah bertemu dengan mereka, aku ingin bertemu dengannya"
"Maaf honey sebenarnya Papa dan Mamamu telah di bunuh dengan kaum Vampire yang telah menyekapmu beberapa minggu yang lalu, mereka berdua berusaha menyelamatkan kamu, maaf aku tidak bisa menyelamatkan kedua orang tuamu" Herman sangat menyesal mengatakan sejujurnya pada Fitria.
"Apakah kau bercanda Herman?? Aku tidak percaya" Fitria menangis dan tidak percaya pada Herman dia tidak bisa mengontrol kesedihannya.
"Tolang biarkan aku sendiri Herman" kata fitria yang terliahat sedang tidak baik.
Fitria ingin menyediri di dalam kamar dan ternyata ia duduk di sisi terpojok kamarnya dia menangis sekeras kerasnya.
"Sayang apakah aku boleh masuk, aku membawakan makanan untukmu, sudah seharian kamu mengunci dirimu di kamar" kata herman mencoba membujuk Fitria.
"Jika kau akan makan aku akan mengantarkanmu ke makam orang tuamu, jangan terlalu sedih mereka sudah bahagia disana" Herman coba membujuk Fitria.
"Kau tidak bohongkan Herman ? Aku ingin mengunjungi makam mereka"
"Iya bersiap siap lalu makan lah, kita akan berangkat jika kau sudah menghabiskan makanan dan susumu"
Vote kawan Vote saya mohon....... :'
KAMU SEDANG MEMBACA
Javanese Alpha
WerewolfSaya Pemimpin dari Pack Jawa Hermanian Kusuma Diningrat akan selalu menjaga Pack ini sampai saya Gugur dalam peperangan melawan kaum atau bangsa mana pun demi Pack Jawa ini.
