27 (lanjut gak yaaa)

21 3 0
                                        

Keheningan tercipta diantara mereka gerimis hujan dan sinar bulan yang menerangi perdebatan mereka. Suasana sunyi tercipta saat Herman memintaa Fitria menjadi istrinya. Mungkin Fitria bingung harus menjawab apa. Dia takut menyakiti Herman untuk keduakalinya. Ia merasa Herman pantas untuk mendapat wanita yang lebih baik darinya. Dan di sisi lain ia sebenarya juga masih memiliki rasa kepada Herman. Dan akhirnya Fitria menerima lamaran Herman.

Entah mengapa beberapa bulan setelah pernikahannya dengan Fitria. Herman selalu mencium bau bau yang sangat harum. Namun Herman tak tau bau apa. Herman rasa bau ini lebih harum dari bau istrinya yaitu Fitria.

"Ibu mengapa beberapa hari ini aku sering sekali mencium bau yang sangat harum sekali. Apakah ramalan itu benar ??" Herman bertanya kepada ibunya.

"Ramalah apa sih nak ? Ibu nggak ngerti apa yang kamu omongin"

"Ibukan dulu pernah bercerita saat aku lahir dulu pernah di ramal oleh seorang vampire. Aku akan mendapatkan 2 mate untuk menjadi pasanganku"

"Itu tidak mungkin terjadi Herman, itu akan menyakiti Fitria. Ibu harap kamu tidak aneh aneh. Nasihat Ibu kepada Herman.

"Tapi bu, bau ini sangat harum sekali"

"Apa kau tidak ingat saat ini istrimu sedang hamil 8 bulan. Sebentar lagi dia akan melahirkan anakmu.

"Apakah aku izin dulu kepada Fitria agar dia tidak merasa tercampakan"

"Ah terserah kamu saja Herman. Ibu sudah memperingatkanmu. Jangan pernah menyakiti Fitria"

Seorang wanita paruh baya mendatangi Herman dan Fitria. Langakah kakinya yang anggun. Rambut panjangnya tergerai begitu tertiup angin malam. Iris matanya yang berwarna abu abu begitu berkilau di bawah sinar bulan. Kulitnya yang putih tampak begitu bersih dan bersinar.


















O a O e....

 Javanese AlphaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang