15

94 11 0
                                        

        Fitria menceburkan diri kedalam kolam dan menyelamatkan Herman, Herman dalam keadaan pingsan ia di tidurkan di pinggir kolam, Fitria menekan dada Herman agar air yang masuk ke tubuh Herman keluar.

        Fitria menangis sekeras kerasnya karna ia takut kehilangan Herman meskipun Herman tidak begitu mencintainya

       Setelah mencoba dan terus mencoba dengan menekan dadanya, cara tersebut tidak membuahkan hasil Fitria mencoba menggunakan cara nafas buatan dari mulut ke mulut, Fitria mencobanya tapi Herman tidak bangun bangun Fitria putus asa dan memukul mukul halus tubuh Herman yang sedang tidak sadarkan diri.

"Herman cepat bangun, aku menyayangimu aku ingin kita menikah dan mempunyai anak, dan merawat anak itu bersamamu  !!!" Fitria menangis tidak ada hentinya.

"Mungkin tuhan lebih sayang dengan Herman karna itu Herman meninggalkan kita dengan begitu cepat" kata ibu Fitria sambil menguatkan Fitria.

"Tidak bu Herman tidak boleh mati, Herman bangunlah aku sangat mencintaimu, Bangun Jelek cepat bangun !!!"

"Coba kamu beri nafas buatan lagi" saran dari ayah Fitria.

        Fitria mencoba memberi nafas buatan lagi ke Herman berharap agar Herman cepat bangun, Fitria membuka mulut Herman dan mengecupnya tiba tiba Herman memberi cincin melalui mulutnya, Fitria kaget, Herman bangun dan....

"Fitria apa kah kau mau menjadi mate dan istriku ?" Herman mengatan itu di depan orang tua Fitria.

"Kau jahat Herman !! Apakah semua ini hanya drama yang kau buat ??" Fitria bertanya seakan tidak percaya bahwa semua ini akan terjadi.

"Iya maafkan, abis aku bingung harus lamar kamu dengan cara bagaimana, Sekali lagi apakah kau mau menjadi mateku ??"

"Dasar herman norak !!, tapi aku mau kok jadi mate dan istrimu"

"Norak ?? Menurutku dan menurut ayah ibumu cara ini sangat bagus "

"Oh ternyata ini ada bantuan dari ayah dan ibu"

"Iya maaf sayang semua ini kami lakukan untuk kebahagianmu"

      Semua yang dilakukan Herman adalah drama yang telah di buatnya bersama orang tua Fitria yang Sebentar lagi akan menjadi orang tuanya juga.


Jangan lupa Vote yaa... 😉
Ceritanya masih panjang kok.

 Javanese AlphaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang