Prilly sedikit membuka matanya yang setengah sadar dan pada saat itu prilly merasakan ada seseorang yang menggegam tangannya.
Prilly sontak menoleh ke arah pemilik tangan itu. Dan betapa terkejutnya prilly ketika ali lah pemilik tangan itu. Dalam benak prilly,prilly merasa sangat senang saat keadaan seperti ini ali bersamanya tapi tak menutup kemungkinan ali juga akan tau tentang penyakitnya.
Dielusnya setiap inci dari wajah ali . Prilly melihat setiap inci wajah ali dengan dalam karena prilly juga tak tau kapan maut akan menjemputnya karena penyakit itu telah menggerogoti seluruh tubuhnya.
Ali yang merasa bahwa ada tangan yang mengelusnya tersadar dari mimpi indahnya. Dilihatnya prilly sedang menatapnya sendu.
"prilly" ucap ali dengan suara seraknya. Karena kemarin ia sempat begadang untuk menjaga prilly.
"iya li ini aku" jawab prilly.
"kamu udah gak ada yang sakit? Kalau masih ada yang sakit aku panggilkan dokter sekarang" jawab ali segera beranjak dari tempat duduknya.
Namun tangan prilly berhasil menahannya dan menyuruh ali untuk duduk kembali.
"ali aku gpp kok aku cuma kecapean aja" jawab prilly sembari tersenyum.
Namun entah mengapa ali meneteskan air matanya melihat gadis yang ada di hadapannya berbohong akan penyakitnya penyakit yang mungkin dapat merenggut nyawanya sekarang.
"ali kamu gpp? Kenapa kamu nangis sih?" tanya prilly.
Tak ada jawaban dari ali hanya bulir-bulir air mata yang mengalir dengan cepat ali mendekap tubuh prilly dalam pelukannya. Ya kini ali menangis di pundak prilly. Dipeluknya prilly sangat erat. Seakan pelukan itu mengisyaratkan jangan pergi tetaplah disini.
"ali kamu baik-baik aja kan?" tanya prilly.
"kenapa kamu berbohong prill?? Kenapa? Kenapa kamu menyembunyikan beban berat ini sendirian. Kamu tau aku sayang sama kamu prill .aku gak mau kehilangan kamu. Aku ingin tetap berada di sampingmu. Apapun akan aku lakukan agar kamu terbebas dari penyakit yang mematikan ini. Kalau bisa aku akan minta pada Tuhan supaya posisimu digantikan oleh ku. Biarlah aku yang menanggung semuanya prill." jawab ali dengan terisak.
Prilly pun akhirnya tak dapat mempertahankan benteng nya. Air mata nya jatuh bersamaan dengan isakan ali di pelukannya.
"aku gak mau kalian tau .aku gak mau berbagi susahku ke kalian. Aku mau melihat kalian senang bukan bersedih karenaku. Karena bahagia kalian adalah bahagiaku." jawab prilly.
"tapi prill. Berjanjilah kamu tak akan pergi dariku.percayalah Tuhan akan menyembuhkan penyakitmu" (Ali)
"jika memang Tuhan menakdirkan kita untuk tetap bersama kita akan tetap bersama li.tapi jika Tuhan menginginkan sebaliknya apa lah daya kita untuk melawan kuasanya" jawab prilly.
Hal itu membuat ali semakin mengeratkan pelukannya pada prilly begitupun sebaliknya.
Skip...
Hari demi hari sudah terlewati dan kini semua orang termasuk kedua orang tua prilly sudah tau akan penyakit prilly. Mereka hanya bisa berdoa untuk kesembuhan prilly.
Hari ini ali akan pergi ke rumah prilly berniat untuk menyatakan perasaan yang selama ini mengganjal pada hatinya. Dan semua rencana telah ali siapkan termasuk kedua orang tua prilly juga mengetahuinya.
Prilly
Aku berjalan menuruni anak tangga untuk menuju ke bawah .tapi aneh ke mana semua orang apa mereka sedang menghadiri sebuah acara? Ahh tak taulah aku jadi pusing.
KAMU SEDANG MEMBACA
1000 DAYS WITH YOU
Fanfiction1000 hari aku menjalani sejuta kisah denganmu Prilly latuconsina, gadis yang kukenal ceria dan tidak mudah menangis, namun sekarang baru kutaui kalau dibalik tawanya gadis itu pandai menyembunyikan kenyataan pahit dalam hidupnya. Dan itu bukan ken...
