Ali melangkahkan kakinya keluar halaman kampus.
Hari ini hari yang melelahkan bagi ali sekaligus juga hari bahagia ali bisa bertemu dengan orang sebaik prilly dan milla.Ali melajukan sepedanya menuju ke rumahnya sesampainya di depan rumah terlihat ibunya sedang berjualan gado-gado dan diiringi senyum bercanda kepada para pembeli yang termasuk tetangga rumah mereka sendiri.
Ali tersenyum bahagia jika melihat ibunya bisa tersenyum dan begitu pun sebaliknya ali akan bersedih jika melihat ibunya bersedih.
Ali tau dibalik tegar dan kuatnya ibunya terpendam berjuta-juta kelelahan di dalam diri ibunya.
Dibalik kuat dan tegarnya benteng pertahanan ibunya sesekali benteng itu dapat runtuh seketika.Apalagi saat ia mengingat kejadian yang terjadi beberapa tahun lalu lebih tepatnya sudah lama sih.
Pikirannya kembali menerawang lurus ke depan dengan pandangan yang kosong ia mengingat kembali saat-saat yang buat hidupnya hancur.
Saat-saat yang buat hidupnya tak karuan. Saat-saat yang terpuruk bagi ali. Saat-saat ia melihat air mata ibunya menetes.
Meski saat itu ali masih kecil namun ia sangat ingat jelas bagaimana kejadian itu terjadi.Namun ia juga menerawang kembali jauh ke belakang. Menerawang kejadian yang terjadi pada saat ia berumur 8 tahun 1 tahun setelah ali ditinggal oleh ayahnya pergi menikah lagi.
Tatapan mata prilly mengingatkannya pada anak kecil perempuan yang dulu pernah hadir di hidupnya walau sebentar.
Ali bahkan tak tau siapa namanya tapi yang jelas Ali ingat bahwa anak itu sangat suka dengan kelopak bunga dan Alipun menamai nya Putri Kelopak Bunga sungguh aneh memang tapi itulah yang terjadi.Ali terus membayangkan bahwa ada kemiripan "Putri Kelopak Bunga" dengan prilly yang dikenal nya saat ini. Apa mungkin ini hanya perasaannya saja? Atau mungkin prilly memang benar adalah Putri Kelopak bunga yang dulu menangis di pundaknya? Sudah terlalu lama waktu memisahkan Ali dengan Putri kelopak bunga.
Mungkin Tuhan udah menakdirkan semua ini. Mungkin Tuhan juga menakdirkan nya pisah dengan Putri Kelopak Bunganya itu.
Ali POV
Saat ini setelah aku membersihkan seluruh badan ku yang lengket aku menyenderkan punggung ku di ranjang tempat tidur ku. Aku menatap lurus ke depan kosong itulah yang kurasakan saat ini.
Senyum getir ku ukir di bibirku aku mengingat semuanya bahkan setelah ku kubur dalam-dalam kenangan itu tapi seakan bom kenangan itu meledak di waktu yang tidak tepat.
Prilly gadis yang baru saja aku kenal mengingatkanku pada semua masa kecilku. Masa kecil yang ku lalui hanya dengan tangisan dan kesepian hati.
Bahkan sejujurnya akupun tak mau mengingat lagi masa kecilku.Masa lalu bukan tuk dilupakan tapi masa lalu adalah jembatan penyemangat untuk menyongsong kehidupan masa depan yang lebih baik.
Ya itulah pedoman hidup yang aku gunakan selama ini.
Waktu aku bertatapan dengan prilly aku merasa tak asing akan mata itu hatiku serasa bergetar dan sangat tau siapa pemilik dari tatapan itu.
Tapi semua tertepis sudah oleh akal pikiranku. Putri kelopak bunga mungkinkah itu kamu? Waktu telah memisahkan kita meski perpisahan yang tragis namun aku selalu ingin melihatmu kembali. Apakah kau disana masih mengingatku?Aku masih teringat jelas awal pertemuan kita.
Suara tangismu pun bahkan masih tergiang di telingaku.Flasback on
Saat itu ali kecil hehe ya aku sendiri sih. Sedang duduk-duduk di bangku taman bermain melihat anak-anak yang bahagia bersama dengan ayahnya.
Akupun saat itu tak pernah merasakan dipeluk oleh seorang ayah? Oh tidak!!! Bahkan aku tak pernah merasakannya. Bahkan sekalipun tak pernah.

KAMU SEDANG MEMBACA
1000 DAYS WITH YOU
أدب الهواة1000 hari aku menjalani sejuta kisah denganmu Prilly latuconsina, gadis yang kukenal ceria dan tidak mudah menangis, namun sekarang baru kutaui kalau dibalik tawanya gadis itu pandai menyembunyikan kenyataan pahit dalam hidupnya. Dan itu bukan ken...