Ali
Serasa diterjang bejuta-juta ombak.
Serasa dihantam puluhan batu karang.
Serasa ditusuk oleh puluhan pisau.
Kenyataan yang sangat menyakitkan lagi-lagi ku terima oh Tuhan jika aku tak pantas hidup maka panggil aku dalam dekapanmu Tuhan.
Sosok ibu yang selama ini membelai rambutku..
Sosok ibu yang selama ini menyayangiku..
Ternyata bukan ibu kandungku.
Sudah cukup kepahitan yang aku lihat dulu tapi sekarang kepahitan itu bertambah lagi.
"lalu aku anak siapa bu?" tanya ku dengan lemah dan suara parau.
Ibu menggela nafas sejenak dan kemudian membalas perkataanku.
"Ayah kandung mu berada di depan mu sekarang" jawab ibuku.
"iya ali aku papa kandungmu" jawab orang itu kepadaku.
Aku membeku melihat sosok di depanku. Sosok ayah yang selama ini aku harapkan kini hadir di hidupku tapi kenapa semua kebenaran ini tak terungkap sejak dulu.
Ku lihat orang itu berjalan ke arah ku.
"kamu putra ku ali percayalah." ucap pria itu kepadaku.
"tapi kenapa papa tak bilang sejak dulu kalau ali ini anak papa. Papa gak tau kan bagaimana susahnya ali bagaimana sakitnya ali saat menerima semua ejekan dari teman-teman ali dulu bahwa ali ini anak haram. Dan satu hal lagi pa aku tak pernah merasakan pelukan seorang ayah" ucapku menahan tangis sambil menggigit bibir bawahku menahan sakit di hatiku. Ku palingkan wajah ku dari papa.
"ali papa tau papa salah tolong maafkan papa. Mari kita mulai semua dari awal. " jawab papa
"ali masih butuh waktu pa" ucap ku hendak berlalu dari papa,namun tangan kekarnya menahan pergelangan tanganku.
"kamu harus tau li alasan papa melakukan semua ini untuk kebaikan mu dan kebaikan masa depanmu. Papa menitipkan kamu kepada mbok inem karena papa yakin mbok inem bisa menjaga kamu. Karna papa mengetahui tak banyak waktu papa untuk bersama mu . Ditambah sosok mama mu yang telah tiada" ucap papa panjang lebar.
.
.
.
.
Degg
Mama? Jadi mamaku?
"apa yang terjadi sama mama pa? " tanyaku.
"mama mu sudah ada di pelukan Tuhan sejak setelah melahirkanmu" jawab papa dengan suara pelan dan terdengar parau.
.
.
.
Mama???
Degg..
Tes...
Tes...
Tes...
Pertahanan yang ku buat kini runtuh seketika. Air mata yang ku tahan susah payah kini jatuh menetes. Tuhann belum sempat aku melihat mamaku tapi kau sudah mengambilnya secepat ini??
Badan ku terduduk lemas di lantai. Kenyataan macam apa ini jika memang ini mimpi siapapun bangunkanlah aku.
Tiba-tiba ada tangan yang merangkul bahuku
"ali dengarkan papa mari kita mulai semua dari awal. Buang jauh-jauh pemikiran buruk mu. Buang jauh-jauh makian mu terhadap takdir. Takdir tak pernah salah , karena Tuhan adalah penulis skenario nya " ucap papa pada saat itu memeluk ku.
"antarkan aku ke makam mama pa" pintaku pada papa.
"baiklah mari ikut papa " jawab papa membantu membangunkan tubuh ku yang lemas.
KAMU SEDANG MEMBACA
1000 DAYS WITH YOU
Fanfiction1000 hari aku menjalani sejuta kisah denganmu Prilly latuconsina, gadis yang kukenal ceria dan tidak mudah menangis, namun sekarang baru kutaui kalau dibalik tawanya gadis itu pandai menyembunyikan kenyataan pahit dalam hidupnya. Dan itu bukan ken...
