Sorry for typo dan hope you like it
..................................................................................
Hari pertama di Italia
Tok-tok
Aku mendengus kesal, sejak 5 menit yang lalu suara ketukan itu mengganggu tidurku. Aku beranjak dari ranjangku, pandanganku masih buram dengan langkah pelan aku menuju connection door dan membuka tirainya. Aku memegang knop pintu dan mencoba menariknya tapi tidak bisa. Barulah aku menyadari bahwa kuncinya hanya dimiliki oleh Sehun. Jadi aku membiarkan pria itu mendorong pintu yang terbuka kearah kamarku.
"Ada apa?" tanyaku pelan. Aku masih mengantuk, jadi terkadang aku memejamkan mataku. Aku mendengar deheman seseorang yang aku tahu itu dia. Dengan keengganan aku mulai membuka mataku dan terkejut. Tepat ketika aku membuka mata pandanganku tertuju pada dada bidang dihadapanku. Uh-oh untuk sementara aku tidak bisa memalingkan pandanganku dari dada yang terlihat menggiurkan itu.
Bagaimana jika aku menghamburkan wajahku ke dada itu?
Oh tidak, atau bagaimana jika aku menggigit dada itu memberikan tanda kepemilikan dariku?
Aku menggeleng pelan, berusaha merasionalkan pikiranku tapi nyatanya sulit sampai akhirnya aku mendengar namaku dipanggil.
"Cale,"
"Hmm," jawabku. Aku masih enggan berpaling dari dada itu. Lalu aku bisa mendengar dia mengumpat.
"Sialan, Cale angkat pandanganmu" Oh. Aku sontak mendongak menatap wajahnya. Aku bisa melihat jelas pandangannya terlihat kabur, dan nafasnya yang tersengal. Tapi keinginan melihat dada itu kembali terlintas dipikiranku. Dengan perlahan aku menunduk pelan mencoba menatap kembali dada itu. Sebelum itu terjadi dia memegang lenganku membuatku kembali tersadar.
"Tutup pintu sekarang!" pekiknya. Aku terkejut.
"A-apa?"
"Demi Tuhan, Cale putar tubuhmu dan tutup pintu segera jangan lupa tirainya sebelum kau berakhir di ranjang dalam keadaan telanjang!" aku menelan salivaku perlahan. Aku sulit menggerakan tubuhku.
"Sekarang Cale!!" dia berteriak dan membuat aku mengikuti perkataannya. Membalikkan tubuhku dan segera menutup pintu tak lupa menarik tirai itu kembali hingga menutupi seluruh pembatas kamar kami. Jantungku berdegup cepat, aku memejamkan mata berusaha mencerna hal apa yang sedang terjadi. Tapi otakku mendadak buntu, aku memilih mengambil handuk dari koperku dan berjalan menuju kamar mandi
*
Aku tidak bertemu dengan Sehun setelahnya, pria itu telah berangkat beberapa menit yang lalu. Dia hanya meninggalkan pesan jika akan ada yang menjemputku mengantarnya ke perusahaan client- Sehun. Aku menghela nafas berat, melirik arlojiku. Hampir pukul 10 dan aku sama sekali tidak melihat akan ada yang menjemputku.
"M'am apa perlu supir hotel ini mengantar anda ke tempat tujuan?" aku menoleh pada seorang pelayan yang mungkin usianya paruh baya. Tersenyum manis lalu menggeleng, ini sudah kali kedua dia menanyaiku. Aku melihat cafe di sebrang hotel dan berfikir akan lebih baik jika aku menunggu disana, ketika aku melangkahkan kakiku menuruni anak tangga, sebuah mobil mercedes berwarna hitam berhenti tepat di depanku. Aku mengernyit. Tiba-tiba kaca pengemudi terbuka dan seorang pria asing menatapku dengan intens.
"Kau Clarisa?" tanya pria itu. Aku terdiam sejenak. Apa dia orang suruhan Sehun?
"Anda siapa?" pria itu menghela nafasnya kemudian membuka pintu kemudi dan keluar. Aku bisa melihat setelan jas hitam dengan kemeja maroon yang sesuai dengan warna burgundy lace dresses-ku. Dia mengamati penampilanku sejenak kemudian tersenyum. "Sehun sudah menunggumu"
KAMU SEDANG MEMBACA
Scattered (Completed)
Romance[1 - 10 Public] [11 - End Privat] Dimana tempat teraman menurutmu? Ketika Negara yang menjadi tempat kelahiranmu justru menjadi tempat yang paling bahaya bagimu, itulah yang kurasakan. Aku tidak memiliki keluarga, aku adalah seorang wanita Yatim Pia...
