Kehamilan Bulan pertama
"Hueek – hueek" aku melangkahkan kakiku menuju toilet membantu Clarisa yang sedang memuntahkan makanannya. Aku ingat bagaimana tersiksanya dia dulu ketika masa kehamilan Cecilia. Dan kini aku menyiksanya lagi.
"Pergilah Sehun. Aku tidak ingin kau melihatku seperti ini." Ucapnya pelan. Aku meringis. Bagaimana bisa aku menyakitinya?
Dengan perlahan aku mendekat kearahnya, memijat tengkuk lehernya. Dia terlihat tenang. Membuatku jauh lebih tenang. Lalu aku berjalan meninggalkannya. Menuju kitchen set mengambil segelas air hangat untuknya.
"Ini minumlah." Ucapku. Dia terlihat tengah mengelap sisa – sisa muntahannya di sekitar bibirnya. Wajahnya begitu pucat. Dia meraih gelas yang kuberikan.
"Maafkan aku. Seharusnya aku tidak menyakitimu dengan kehamilan ini. Aku.. seharusnya aku lebih hati – hati Cale. Melihatmu seperti ini membuat dadaku sesak." Ucapku pelan. Dia tersenyum tipis lalu menggeleng. Sebelah tangannya memberika tanda agar aku mendekat kearahnya. Dia memeluk tubuhku.
"Kau, Cecilia, dan bayi ini adalah hidupku. Kalian lah yang membuatku bahagia. Lagipula Cecilia pasti sangat senang jika tahu dia akan menjadi seorang kakak bukan? Ayolah. Jangan seperti ini Sehun." Ucapnya. aku mengeratkan pelukanku.
"I love you Cale. Forever"
*
Kehamilan bulan kedua
Aku memijat pelipisku. Clarisa dan kehamilannya kali ini membuatku sedikit pusing. Permintaannya yang tidak biasa membuatku selalu menggelengkan kepalaku. Aku ingin menolaknya, tapi aku mengingat sebuah pepatah : Jika seorang wanita hamil dalam masa ngidam. Sebaiknya di penuhi. Atau tidak anaknya akan ileran.
Aku bergidik ngeri membayangkannya. Clarisa dan anakku yang ileran?
Lamunanku buyar ketika mendengar deringan telfon di mejaku. Dengan malas aku mengangkatnya. "Ya Mark?"
"Tuan Sehun. Nyonya Clarisa ada di line 2. Mendesak katanya"
Aku berdehem pelan. Lalu menekan angka dua.
"Sayang."
"Sehun. Kalau baju merah itu bagusnya di pasangkan dengan warna apa ya?"
Aku mendengus pelan. selalu seperti ini. Clarisa menelfonku di siang hari untuk menanyakan hal – hal yang tidak penting. Awalnya aku kesal. Namun dia mengatakan ini permintaan the baby. Aku tidak mungkin bisa menolak bukan?
Aku mendesah. "maroon. Kurasa itu cocok."
"Seleramu benar – benar payah!"
Ya tuhan. Kuatkan aku.
"Jadi menurutmu apa warna yang cocok?"
"Entahlah. Kuning mungkin."
"Baiklah Cale. Jangan lupa makan siang dan meminum vitaminmu. Aku yang akan menjemput Cecil nanti."
Aku mendengarnya mendesah pelan. "Aku membencimu Oh Sehun!"
"Aku juga mencintaimu Cale."
Dia mematikan sambungan telfonnya tanpa mendengar balasanku. Aku terkekeh.
*
Kehamilan bulan ketiga
"Kau bau." Aku memejamkan mataku perlahan. Lalu menarik nafas dalam – dalam dan menghembuskannya. Kulepaskan dengan paksa pelukanku padanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Scattered (Completed)
Romance[1 - 10 Public] [11 - End Privat] Dimana tempat teraman menurutmu? Ketika Negara yang menjadi tempat kelahiranmu justru menjadi tempat yang paling bahaya bagimu, itulah yang kurasakan. Aku tidak memiliki keluarga, aku adalah seorang wanita Yatim Pia...
