Ask me for date...

152 9 0
                                    

Jam 7.35 pagi kami sarapan dengan sandwich ditemani tayangan kartun di tv.

"Btw where is your mom and dad?" tanyaku.

"Ah pagi-pagi tadi mereka keluar buat olahraga disekitaran taman." jawab Shawn.

"Eh kak, kamu hari ini sibuk ya?"

"Nggak sih cuman ada latihan aja nanti jam 10 di studio."

"Oh gitu ya hmm.. Aku juga ada acara sama Brenda nanti jam setengah 10."

"Acara apa dek?"

"Acara disekolah kak, kami diwajibkan ikut."

"Hmm yaudah berarti habis ini aku pulang aja."

"Cassie kamu ikut kak Shawn aja!" Aaliyah pasang muka senyum sambil kode-kodein matanya ke aku.

"Hah?"

"Iya Cass. Ikut aku aja, biar aku ada yang nyemangatin." goda Shawn.

"Hmmh.. Kalau emang nggak apa iya deh aku ikut."

"Yesss!" Aaliyah kegirangan.

Waktu sudah menunjukkan pukul 10 pagi. Aaliyah sudah pergi bersama temannya. Dan tinggal lah aku sama Shawn.

"Cass gimana udah siap?"

"Iya udah kok."

Didalam mobil jeep nya Shawn.
"Cass gimana sekolah kamu?"

"Yah masih sama lah kayak dulu, but now pelajaran kimia udah nggak sehoror kayak dulu lagi soalnya Mr.David udah pindah"

"Seriously? Hahaha udah enak dong berarti."

Shawn tertawa dan tawanya bersinar oleh biasan cahaya matahari yang sangat cerah pagi itu di Toronto.

"Terus Zach?"

"Hmm..Zach?"

"Ya Zach, dia kan dari dulu ngejar-ngejar kamu. Terus sekarang kamu sama dia gimana?"

"Oh.. Emm.." (What's the point of this question?) "Yaa.. Begitulah.. Tapi kayaknya dia udah punya cewek deh."

Shawn pov.
"Sudah punya cewek?" hmm asik itu artinya gue udah ngga perlu khawatir lagi dengan keberadaan Zach.
...

"Oh.. Eh kita udah sampe nih."

Di dalam studio ada banyak teman-teman dan kru-kru nya Shawn.

"Hey man! Who's this girl?" tanya seorang laki-laki sekitar berusia 25 tahun-an.

"Eh.. John kenalin ini Cassie, Cassie adalah temanku. Cassie ini John, John adalah team recordingku."

"Hey Cassie. Nice to meet you. You are so beautiful you know. Hati-hati Shawn bisa aja jatuh cinta sama kamu."
Shawn memukul John di lengannya.

Oh I hope it's really happen John. Ucapku dalam hati.

"Hahah Nice to meet you too John."

Dan seterusnya Shawn memperkenalkan ku dengan teman-temannya distudio.

Sekitar 40 menit sudah aku menyaksikannya latihan. Saat dia menyanyikan Lights on. Entah kenapa apakah ini hanya perasaanku atau memang nyata kalau dia selalu melihat ke arahku.
Apalagi saat di bait 'Cause girl you are so beautiful.. I wanna love you with the lights on..'
Argh mungkin nggak. Mungkin hanya perasaan dan imajinasiku saja.

Setelah selesai Shawn menghampiriku dan..

"Cassie. Kita ada break nih. Mau minun kopi diluar dulu?"

"Boleh"

Shawn hold my hands. Ahhh! Kami berpegangan tangan. Oh my! Tangannya sangat lembut dan sangat kuat. Waktu tolong bisa nggak kamu berhenti. Rasanya aku ingin selamanya dalam genggamannya seperti ini.

Kami pun sampai di caffe dekat studio. Aku pesan vanilla latte dan Shawn memesan Capuchinno.
"Shawn. Coba liat daftar menu nya, mereka juga jual choclatte muffin loh."

"Ah iya yah. Aku juga mau pesan itu."

Shawn pun memesan dan terlihat sangat lucu saat dia melihat menu dengan muffin kesukaannya.

"Uh Shawn kayak anak kecil deh setiap kali kalau ada muffin."
Goda ku.

"Muffin itu kayak kamu Cass."

"Eh kok kayak aku?"

"Ya lucu, imut, gemesin gitu."

Oh God. Apa ini? Aaapa ini? Ah jangan memerah lagi. Dia cuma bercanda. Hufh tenang tenang Cass.

Dia tertawa melihat ekspresiku. Dan mengusap rambut ku.

Pesanan kami datang..
Dan entah kenapa suasana yang tadinya penuh candaan berubah jadi hening.

"Cassie?"

"Ya?"

"Kamu mau nggak ngedate sama aku besok malam?"

"Hah?" what what apa tadi yang barusan aku dengar? Omg Shawn ask me to date with him. Oh my Shawney.

"Kamu beneran ngajak aku ngedate?"

"Iya. Kenapa? Kamu nggak mau ya?"

"Eh.. Iya iya aku mau. Aku mau." oh no aku jawabnya kayak orang yang kepingin banget. Uh emang kenyataan sih.

"Haha.. Oke besok malam aku jemput jam setengah delapan ya."

"Oke."

Setelah kembali ke studio dan selesai latihan, Shawn mengantarku ke rumahku dan..

"Shawn makasih ya kamu udah ngajakin aku buat liat kamu latihan"

"Anytime Cass.. Umm.. Kapan-kapan bisa nggak kamu temani aku kayak tadi?"

"Ya bisa dong..hehe. Eh kamu kapan mulai tour lagi?"

"Awal desember nanti aku ada tour lagi cass di London."

Aku agak sedikit sedih mendengar kalu Shawn bakalan sibuk tour lagi. Karena aku pasti bakalan jarang ketemu dia.

"Cassie? Hello?"

"Eh iya.. Umm bagus deh semoga tour kamu lancar ya."

"Hahaha thanks Cass. Yaudah aku balik dulu ya."

"Ok. Salam buat Aaliyah dan mama papa kamu ya."

"Ok." shawn melambaikan tangannya kepadaku dengan senyum yang selalu ku idolakan.

Aku menutup pintu ku dan aku bersandar dipintu dengan perasaan sedih.

Cassie pov.
"Kenapa aku harus mempunyai perasaan seperti ini kepada kakaknya sahabatku. Dia adalah penyanyi terkenal yang banyak diidolakan semua cewek. Perasaan ini sangat menusukku. Hanyalah anganku tuk memilikinya. Karena dia tak mungkin melihatku. Dia hanya menganggapku sebagai adik saja."

Aku masuk ke dalam kamarku dan ku buka diaryku yang selalu ku tulis sejak ku berumur delapan tahun. Segala yang ku alami selalu ku curahkan di diary itu termasuk perasaanku kepada Shawn.
Ku baca lagi setiap curahan hatiku di diary dan ada satu halaman yang mencuri perhatianku. Itu ku tulis saat ku berumur 12 tahun, pertama kalinya ku menyadari perasaan yang aneh setiap kali ku melihat atau ada didekat Shawn. Dia memang sangat baik. Dia perhatian dan penyayang. Begitu banyak momen-momen kebersamaanku bersama Shawn. Ya memang dia seperti kakak untukku namun hati ini merasakan perasaan yang lebih.

"Besok malam aku akan ngedate bersama Shawn. Rasanya aku mau pingsan. Ini bagaikan mimpi untukku. Ku harap apa yang terjadi besok akan baik-baik saja."

My Bestfriend's Brother [Shawn Mendes] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang