Cassie POV.
Shawn seakan menarik nafas dan jiwaku. Aku sungguh bahagia mendengarnya mengucap "I'm yours". Dia bersungguh-sungguh oleh apa yang ia ucapkan, aku bisa merasakannya melalui ciuman ini. Tangannya yang kuat memelukku dengan erat seakan tak ingin melepasku walau sedetik. Shawn melepas bajunya dan aku berkata "Babe. You're so hot" aku sudah tak bisa menahan lagi apa yang ada dipikiranku. Itu terlontar begitu saja.
Karena memang betul, ia memiliki badan yang sangat sexy. That muscles ahh. Ia tersenyum mendengar perkataanku dan melanjutkan that kisses.
Aku menggigit bibirnya sembari berkata "hey naughty muffin, sadarlah, mamaku sebentar lagi akan pulang."
"Ughhh" dia melepaskan ciumannya tapi masih dengan keadaan shirtless.
"Hahaha naughtiest." Ku cubit dada nya."Babe aku mau ngomong sesuatu" tanyanya sambil memainkan rambutku.
"Ya?" Jawabku sembari mengelus pipinya.
"Aku mau kamu nonton aku pas manggung nanti tanggal 23."
"Hah? Emm.."
"Kenapa babe? Kamu ngga mau?"
"Mau.. tapi nggak apa emangnya?"
"Yaiyalah ngga apa hunny, sebenarnya semua team dan crew aku tau tentang hubungan kita."
"Yang bener?"
"Iya. Aku rasa mereka harus tau. We can trust them."
"Hmm okay baby. Aku akan nonton. Keluarga kamu juga kan?"
"Mama papa kayaknya gak bisa nonton. Mungkin hanya Aaliyah yang bisa"
"Oh okay"
"Yass akhirnya kamu bisa nonton aku secara langsung"
"Ya nanti aku ikut nimbrung sama fans kamu terus teriak-teriak 'Shawn! I LOVE YOU Shawn!'"
"Hahaha aku ga bisa bayangin babe" ia tertawa lebar melihatku yang over-act seperti itu.
"Yaudah ah pakek baju kamu, nanti mamah datang"
"Biar aja lah. Kamu kan suka liat aku shirtless hehe." Ucapnya menggodaku.
"Shawn!" Pipiku memerah lagi. Ku cubit lagi dadanya.
"Heh? Kok pipinya merah? Haha udang rebus."
"Udang rebus? Oke kamu apa emangnya? Kamu pipinya lebih merah dari aku dasar tomat."
"Selalu ngga mau kalah hih gemesh."
"Biarin bwee. Ah aku haus, eh babe kamu mau minum juga?"
"Yes please honey"
"Wait ya"
Aku pergi kedapur untuk membuat apple juice. Saat aku lagi masukin apel ke blender, aku dikejutkan oleh pelukan yang memelukku dari belakang. Siapa lagi kalau bukan Shawn. Entah kenapa dia begitu manja hari ini. Rasanya aku kehilangan konsentrasi dibuatnya. Ia menciumi leherku.
"Babe gimana caranya aku mau bikin jus kalo kamu nempel kaya koala gini?"
"Babe aku kangen banget sama kamu rasanya ngga mau jauh-jauh dari kamu"
Aku tertawa kecil dan membalikkan badanku kearahnya. Ku kalungkan tanganku dibahunya. Bisa ku lihat dengan jelas ototnya yang kuat itu. Ku mendekat perlahan dan ku cium ia dengan lembut.
"Aku nggak akan pernah jauh dari kamu, okay?"
Shawn tersenyum dengan senyuman yang selalu aku sukai sejak dulu.
Shawn mencium keningku dan kembali ke sofa untuk mengenakan bajunya lagi. Aku menghampirinya dengan membawakan apple juice. Tak berapa lama mamaku datang bersama Aaliyah.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Bestfriend's Brother [Shawn Mendes]
FanfictionAku mencintainya. Ya. Ia adalah kakaknya sahabatku. Apakah itu salah? Salahkah bila kami bersama? Mengapa ini begitu sulit? Saat yang kita cintai adalah seorang superstar? [give your vomments after read my story, so I'll update this story quickly. P...