Pertanyaan dari kalangan pengamat politik tersebut segera ia jawab, "Saya tidak tertarik masuk di dunia politik!" serunya. "Saya hanya ingin mewujudkan impian saya dengan terus bercerita kepada semua orang tentang hal-hal yang harus diketahui oleh masyarakat, baik itu tentang masalah humanisme, ekonomi ataupun politik dan hal lain yang lebih kompleks. Lewat sebuah tesis yang sudah saya buat." Ia menjabarkan dan menerangkan pada semua orang tentang pandangan-pandangannya terhadap konsep ekonomi yang ia rasa benar dan harus dilakukan oleh pemerintahan saat ini.
"Walaupun ilmu yang saya miliki tidak setinggi pakar politik di negara kita sekarang, tentunya lewat sebuah karya sastra inilah saya akan terus bercerita tentang nilai yang harus kita pegang selamanya. Saya rasa dengan pola seperti itu kita akan bisa memiliki masyarakat yang berwawasan luas dan memiliki hati nurani dalam mengawal jalannya pemerintahan dengan sistem demokrasi yang kita anut sekarang. Hal itu akan sangat membantu pemerintah berjalan sesuai pada koridornya sebagai good goverment," Ia tak berhenti untuk menjelaskan tentang apa yang ada di dalam pikirannya saat ini.
Ada jeda beberapa detik, orang-orang saling berbincang pelan dengan rekan-rekan disampingnya. "Lalu langkah pendekatan untuk menjelaskan dalam sebuah buku atau tulisan-tulisan yang Anda maksud tadi seperti apa?" salah seorang wanita dari organisasi penulis muda Banyuwangi bertanya dengan bersemangat.
"Pendekatan-pendekatan dari buku dan tulisan itu bisa dimulai dari bercerita tentang fakta sejarah, karena kita punya histori perjalanan negara ini dan kita bisa belajar darinya, agar kita bisa melihat ke belakang untuk koreksi diri. Melalui pendekatan filsafat dan sisi humanisme, agar manusia bisa menjadi manusia yang lebih memiliki hati dengan melihat kenyataan dalam masalah-masalah kemanusiaan yang lebih komplek. Sehingga masyarakat akan banyak tahu bagaimana harus bertindak dan menyikapi semua masalah yang timbul dalam kehidupan mereka, karena mereka memiliki wawasan dan pengetahuan." Beberapa orang yang hadir kala itu menganggukan kepalanya sambil tersenyum puas dengan perbincangan yang tentunya sangat menarik. Mereka merasa apa yang disampaikan oleh Nugie adalah kebenaran yang tidak bisa ditutup-tutupi lagi.
Setelah forum tersebut selesai, salah satu dosen yang mengikuti forum seminar tadi mendekati Nugie untuk sekedar mengobrol dengan mengulik kembali beberapa pembicaraan tentang gagasan-gagasan yang sudah diutarakannya. "Oh iya Mas Nugie, universitas kecil inikan sekarang lagi butuh orang-orang seperti Anda, di sini kita masih membutuhkan seorang dosen yang berkualitas. Kapan anda bisa bergabung?" tanyanya.
"Maksudnya?" Nugie bertanya dengan keheranan akan maksud dari yang dosen tadi katakan. Ia masih belum tahu, bahwa maksud dari dosen tersebut adalah mengajaknya untuk menjadi salah satu dosen dalam kampus tersebut.
Dosen itupun tersenyum simpul, "Begini. Apakah Mas Nugie bersedia untuk mengisi kekosongan itu untuk sementara waktu dan membantu saya mengawal pendidikan di universitas ini? Saya merasa bahwa pandangan-pandangan yang anda sampaikan pada kami itu sangat berarti. Kami mengapresiasi pendapat itu. Tentunya menjadi salah seorang dosen, seperti saya." Nugie diam sejenak. Ia berusaha menelaah apa yang dimaksudkan oleh dosen tersebut.
"Bagaimana?" dosen tadi kembali bertanya.
Nugie tersenyum kecil mendengar tawaran dari dosen tersebut. "Saya memang tertarik untuk menjadi salah satu pengajar di sini Pak, tapi maaf pak, untuk saat ini saya masih berfokus pada organisasi yang sudah saya buat saat ini. Tapi suatu hari ini nanti saya pasti akan bersedia untuk bergbung disini pak."
"Ehm. Kalau boleh tahu organisasi apa ya?" tanya dosen itu lagi penasaran. Padahal ia sendiri sudah tahu Nugie adalah founder serikat kerja di Banyuwangi ini.
"Saya ada proyek pengembangan serikat pekerja pak di wilayah Banyuwangi. Masih berusia muda sekarang ini." jawabnya singkat.
"Oh bagus sekali ide itu. Sebenarnya saya juga sudah mengetahui hal itu. Beberapa rekan saya selalu mengikuti segala macam aktvitas organisasi tersebut. Saya terkesan dengan ide-ide yang anda kerjakan saat ini. Luar biasa sekali." puji dosen tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
NUGIE
RomancePerempuan, cinta dan Purnama adalah sebuah kesatuan yang tak terpisahkan diantara kisah romantisme sang demonstran. _______________________________________ NOVEL ini pernah diterbitkan dengan judul "ACTA ES FABULA di Surakarta ; ISBN : 978-602-6915...
