Welcome to.. pt.2

12.1K 910 5
                                        

Peringatan seperti biasanya..

Ini cerita Boy × Boy, Rate-M, dan M-Preg

Kalau gak suka silahkan tinggalkan lapak...

Terimakasihhh...

📌📌📌📌📌📌📌📌📌📌📌📌📌📌📌

Jungkook pergi ke ruang latihan sendiri. Membuka mantelnya dan menggantungkannya. "Woahh, ada apa dengan jantungku ini?" Jungkook memegang letak jantungnya yang masih saja berdetak kencang setiap membayangkan wajah Taehyung.

"Mengapa seperti ini?"

"Apa ada yang salah?"

"Mengapa memikirkan 'orang itu' jantungku seperti ini?"

Jungkook membawa tongkat latihan. Ia mulai memutar-mutarnya ringan. Jungkook mulai berlatih. Mengulang kembali gerakan-garakan yang telah di pelajarinya.

15 menit berlalu

Jungkook masih memutar-mutarkan tongkatnya.


20 menit berlalu

Gerakan tongkat Jungkook mulai disertai dengan bela diri.


Genap 30 menit

"Woyyy!! JEON JUNGKOOK!!" Teriak seseorang yang membuat konsentrasi Jungkook teralihkan bahkan dia kehilangan keseimbangan tongkatnya.

"Astaga!!" Kaget Jungkook. "YAK!! Jimin!! Pichy!! Kalian mengagetkanku!!" Kesal Jungkook.

"Kenapa kamu berlatih sekeras itu? Kayaknya ujian kita masih jauh." Tanya Pichy.

Jungkook tengah berpikir, 'Aku akan menjawab apa?'

"Jawab saja yang jujur. Aku bisa mendengarkan suaramu dengan jelas Kook." Timpal Jimin.

Jungkook memukul jidatnya, dia lupa kalau Jimin bisa mendengar isi kepala orang. Jadi percuma saja menyembunyikannya. Orang ini pasti tahu segalanya!

"A-apa maksudmu??" Tanya Jungkook berlagak tidak tahu dengan memalingkan muka menghindari mata Jimin.

"Sudahlah Kook. Mengaku saja. Kamu menyukainya, kan??" Tanya Jimin yang berjalan ke arah Jungkook dan merangkul bahu Namja imut itu.

Jimin tersenyum menyelidik ke arah Jungkook dan menaikkan sebelah alisnya tanda bahwa Jungkook harus menjawab pertanyaannya.

'Bisakah kamu tutup mulut dan hanya bertanya 4 mata denganku?' Batin Jungkook. Ia tahu Jimin pasti bisa mendengar apa yang ia bicarakan di pikirannya.

'Kalau kamu berani berbicara, akan kubunuh kamu di atas bukit Moorim -Bantet-' Ketus Jungkook masih dalam pikiran. Kini tangannya sudah meremas pinggang Jimin dengan kuat dan sudah di pastikan meninggalkan tanda merah kebiruan di sana.

"Uffthh bisakah kalian tidak berkelut di dalam pikiran!! Aku juga ingin mendengarkannya!!!" Gerutu Pichy.

"Jadi apa yang kamu bicarakan dengan Jimin, Kookie??" Tanya Pichy.

"Tidak ada!!" Jawab Jimin cepat-cepat.

"Tidak ada?? Eii, apa kamu mengancam Jimin??" Pichy menatap Jungkook dengan penasaran.

Jimin menunduk dan menatap Pichy memberi tanda bahwa yang di ucapkannya itu benar, ia benar-benar di ancam oleh Jungkook!

"Eii, Kook jangan seperti itu pada sahabatmu Kook. Aku yang ingin tahu. Jadi jangan mengancam Jimin!!" Jelas Pichy.

Moorim School (Vkook) -ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang