"Chagi, mianhae kita lanjutkan nanti lagi, nae? Aku harus mengantar mereka." Lanjut Namjoon.
"Eohh, arraseo. Temui aku kalau sudah selesai." Ujar namja cantik di dalam kamar itu. Wajahnya benar-benar putih mulus, bahkan tubuhnya kalau tidak di penuhi tanda merah akan terlihat lebih mulus lagi. Dia memakai jas putih dengan tag name 'Dr. Seokjin' di saku kirinya.
Namjoon mengangguk menatap kekasihnya kemudian beralih pada dua pemuda cengo yang menatap antara Namjoon dan Seokjin secara bergantian. "Baiklah kalian ikut aku." Ajak Namjoon sebelum dua bocah di hadapannya ngiler melihat tubuh kekasihnya.
Mereka mengekori Namjoon dalam diam. Isi kepala mereka di penuhi dengan hal-hal tidak berarti.
'Sshhh, kenapa aku berniat untuk tidur hari ini?? Kalo tidak, kan aku gak bakal dengar suara laknat tadi..' Taehyung merutuki keinginannya sendiri.
'Akkhh, kenapa tadi malah ngikutin si Taehyung bodoh ini siih?? Jadi gak kayak gini jadinya..' Yoongi juga merutuki dirinya sendiri. Ia memegang erat dada sebelah kirinya yang entah kenapa berdebar kencang.
'Kkkkk, pikiran mereka pasti mesum pas dengar aku sama Seokjin.. hehehe' Namjoon cekikikan sambil melirik dua bocah di belakangnya. [Kurang ajar kamu Namjoon!!]
"Hey, Jeon Sajang sudah membolehkan kami berhubungan. Lagian kamar di gedung ini jarang terpakai. Aku lupa kalau kalian akan kembali ke sini." Ujar Namjoon sambil terkikik pelan.
Yoongi memutar matanya malas, begitu pula Taehyung yang mendesis pelan. Mereka mencoba untuk melupakan dan tidak peduli. Kemudian meminta Namjoon untuk melanjutkan jalannya.
-
"Nah,, ini kamar kalian. Ada 5 ranjang dan 2 lemari lengkap dengan isinya. Kalian bisa masuk." Jelas Namjoon.
"Isinya?" Beo Yoongi.
"Ya... Aku tidak tahu kenapa Jeon Sajang sebaik ini pada kalian. Beliau meminta guru untuk membeli pakaian untuk kalian semalam." Ujar Namjoon.
Taehyung dan Yoongi terdiam sejenak sambil menatap lemari. Isinya memang tidak seberapa, hanya beberapa pasang baju sekolah dan baju ganti dengan tiga boks dalaman yang ukurannya pas dengan milik Taehyung dan Yoongi. Astagaa bagaimana bisa Kepala Sekolah tahu ukuran celana dalamnya!!!
Tidak lama Taehyung dan Yoongi mengangguk. Namjoon berpamitan untuk pergi. Hingga suara gaduh datang di sepanjang lorong asrama dan semakin keras ketika pintu asrama di buka. Taehyunglah yang membuka pintu asrama itu.
"Pichy ayolahh, pinjamkan Dronemu.. Ya..Ya.."
"Tidak mau!! Kamu sudah merusak satu Droneku saat masuk hutan kemarin malam!!"
"Ayollaahhhh...."
Srreettt
Suasana menjadi hening ketika mereka sampai di depan pintu. Mata Taehyung bertabrakan dengan mata Jungkook. Pemandangan di depannya cukup membuat Taehyung terkejut. Dia baru melihat sifat Jungkook yang kekanakan dengan manja seperti ini. Bahkan dia sekarang sedang menarik-narik lengan temannya (Pichy) dengan mata memohon.
Sebaliknya, ketika Jungkook menatap mata tajam itu dia segera melepaskan pelukannya pada Pichy dan kembali ke mode seriusnya. Tubuhnya lagi-lagi dibuat senam jantung.
Namjoon yang belum jauh dari sana menatap mereka sambil menggelengkan kepala. Dia cukup bosan melihat keadaan seperti ini. Bukan hanya dia, tapi hampir seluruh penghuni sekolah!
"Sunbae!! Jungkook ingin merusak barangku lagi!!" Pichy mengadu pada Namjoon dan menunjuk Jungkook.
"Apa maksudmu?? Aku hanya ingin meminjamnya!!" Elak Jungkook.
"Hhh, ada ribut-ribut apa ini?" Jimin keluar dari kamar mandi dengan handuknya. Wahh, sejak kapan pemuda itu ada di sana? Kenapa tidak ada terdengar kemericik air? Taehyung dan Yoongi sedikit terkejut dengan kehadirannya.
"Kalian kedatangan penghuni baru." Singkat Namjoon.
"Wooahh kita bertemu lagi!!" Jimin senang jika kamarnya penuh apalagi yang memenuhinya adalah Min Yoongi. Jimin menatap Yoongi lekat dan di tatap balik dengan tatapan membunuh dari Yoongi.
'Sshh siall!! Kenapa harus di kamarku?! Hari-hariku akan lebih berat dari sebelumnya... Aku sudah sering di kesalkan oleh dua anak ini dan sekarang bertambah satu lagii??!!' Jungkook membatin kesal.
'Jeon Jungkook?? Kita akan sering bertemu mulai dari sekarang..' Taehyung membatin dengan smirk mengerikan terlukis di wajah tegasnya.
"Woaahh, hari ini dan kedepannya akan menarik dan menyenangkan pastinya.." Jimin mendengar semua yang ada di pikiran Taehyung dan Jungkook. Jimin menatap Jungkook dan Taehyung bergantian lalu memberi kode pada Pichy. 'Kita harus menyatukan mereka' Begitulah kira-kira isi kode Jimin. Hingga mereka tersenyum misterius.
"Kalian membicarakanku??!" Sensi Jungkook.
"Siapa suruh kamu membatin seperti itu??" Jawab Jimin.
"Huhhh, kalian berisik sekali... Aku ingin tidur!! Bisakah kalian minggir??" Keluh Yoongi. Ia berjalan ke tengah kamar asrama.
"Aku harus tidur dimana?" Gumam Yoongi.
"Di dekat jendela atau depannya. Dua kasur itu masih kosong." Jawab Pichy.
"Baiklah, aku akan ambil dekat jendela." Yoongi duduk di ranjangnya. "Dan, aku gak mau saat aku tidur kalian malah berisik. Itu akan mengganggu tidurku." Yoongi membaringkan badannya dan menutup matanya.
"Aku akan ambil yang tengah."
"Tap--"
"Entah itu punya siapa. Aku tidak suka ucapanku di bantah!!" Dingin Taehyung saat ia tahu Jimin akan memotong ucapannya. Taehyung lalu membaringkan badannya di ranjang tengah.
"Baiklah aku pergi dengan tenang sekarang." Pamit Namjoon. Namjoon pergi meninggalkan kamar dan Jimin menutup pintu dengan sedikit kesal karena Taehyung memakai ranjangnya. Padahal Jiminkan mau tidur di samping Yoongi...
"Fiiuhh,, Namjoon sunbae itu selalu melakukan 'itu' di kamar tamu!! Memangnya ini motel apa??" Jimin kesal pasalnya Namjoon selalu membatin untuk naena dengan kekasihnya, Seokjin.
"Maksudmu?" Astagaa Pichy gagal paham.
"Namjoon sunbae itu akan men--- Mmpphhhh--"
'Tutup mulutmu bajingan!! Yoongi-hyung akan tahu kalau kamu bisa membaca pikiran.' Ucap Jungkook dalam hati.
Jimin mengangkat sebelah alisnya. "Kenapa cuman Yoongi? Gimana sama Taehyung?" Bisik Jimin.
Tubuh Jungkook menegang, segala kejadian di sungai tadi mengalir di kepalanya dan semua itu di akhiri dengan 'Maaf, Jim...' Jimin tidak bisa mengelaknya. Pemuda itu mengatupkan bibir dan menghela nafas pelan menahan untuk tidak menjewer telinga Namja imut di hadapannya. Sungguh semarah-marahnya Jimin, kemarahan Jungkook jauh lebih mengerikan! Jadi dia lebih memilih bungkan dan melirik kedua Namja yang sudah berbaring tidur dengan nyaman di kasur.
TBC
Jan lupa Like and Comment nya..
💞💞💜Saranghae...💖💖💕💕
KAMU SEDANG MEMBACA
Moorim School (Vkook) -END
FanfictionWARNING⚠⚠ ? 18+ Hanya judul yang sama seperti film drakor,, tapi jalan ceritanya berbeda.. Lebih menarikkk... Menceritakan, Murid SMA yang tengah bersekolah di SOPA tiba-tiba kejadian aneh datang pada beberapa murid SOPA mereka tiba-tiba berada di M...
