Dug... Dug... Dug
"Hei!!! Kalian!!! Bangun sebelum Jimin dan Pichy melihat kalian seperti ini!" Kesal Namja putih itu sambil menggedor-gedor pintu es di depannya.
Di dalam rumah
'Uh-huh..' Jungkook mengeliat pelan sebelum membuka matanya dan menatap dada bidang di hadapannya. Jungkook menjauh dari dada itu dan menatap sekitarnya. Peristiwa semalam mengalir di kepalanya membuat wajahnya memerah. Jungkook mendongak dan menatap wajah tampan itu dalam diam.
Jungkook merasakan tubuhnya yang sakit di sana-sini terutama bagian belakangnya. Jungkook berusaha bangun sebelum Taehyung tersadar dengan pergerakannya.
"Hai!!! Kalian!!! Bangun sebelum Jimin dan Pichy melihat kalian seperti ini!"
Teriakan Yoongi sukses membuat Jungkook terperanjat hingga tidak sadar lututnya bergesekan dengan batang tubuh Taehyung.
"Ssshhh..." Taehyung mendesah pelan.
"Ohh... Maaf," Ujar Jungkook sebelum berteriak, "Bangun Hyung!!!"
Beginilah kelakuan Taehyung, bukannya bangun, dia malah mempererat pelukannya sampai badan Taehyung dan Jungkook menempel satu sama lain.
"Ssshhh... Jangan bergerak sayang, kamu menyentuh milikku lagi." Gumam Taehyung setengah tidur.
"Lepaskan sekarang juga dan kita keluar dari sini!" Kesal Jungkook sambil memegang tangan Taehyung di pinggangnya.
"Ahhh, Oke.." Malas Taehyung. Dia menarik melepaskan tangannya dan membiarkan Jungkook duduk. Taehyung mengamati gerak-gerik Jungkook, Namja imut itu bergerak pelan sambil meringis disetiap dia bergerak.
"Aduhh... Kenapa perih sekali!" Jungkook mengeluh ketika dia mengangkat kaki memakai celananya.
"Apa sangat sakit?" Taehyung bergerak membantu Jungkook memakai bajunya setelah dia selesai memakai bajunya sendiri.
"Huh... Gara-gara kamu!"
Taehyung mengangkat alisnya mendengar tuduhan tidak berdasar itu. "Kurasa kamu juga menyetujuinya, kenapa jadi salahin aku?"
Jungkook terdiam ketika mengingat dirinya sendiri yang ingin putaran kedua, semburat merah kembali muncul bahkan sampai telinganya. "Pokoknya ini salah kamu!" Jungkook berbalik dan mengarahkan telunjuknya pada Taehyung.
"Iya... Iya deh... Terserah, yang penting aku mencintaimu, kamu mencintaiku." Taehyung tersenyum sebelum menarik pinggul Jungkook dan memeluknya lagi.
"Uhh... Aku belum setuju, tahu!" Jantung Jungkook berdebar kencang.
"Kegiatan semalam membuktikan kalau kamu setuju. Apa kamu masih mau menyangkalnya?" Tanya Taehyung sambil mengecup pipi Jungkook.
"Issh... Cukup! Ayo keluar, sebelum Yoongi-hyung mengamuk." Jungkook mendorong dada Taehyung dan Taehyung dengan mudah melepaskannya sebelum berjalan menuju pintu masuk.
Jungkook baru sadar kalau rumah es ini benar-benar menakjubkan jika di lihat dari dalam. Partikel-partikel es telihat jelas ketika sinar matahari menyinarinya. Esnya mulai meleleh, tapi dia heran juga karena tidak merasa dingin sama sekali. Mereka berjalan menuju pintu yang ternyata hanya es yang berukiran seperti pintu sebelum Taehyung mengangkat tangan dan melelehkan garis pintu itu hingga tampak wajah Yoongi yang mengerut menatap mereka bergantian.
"Gimana malam kalian? Menyenangkan? Kalian tidur nyenyak?" Tanya Yoongi dengan suara penuh penekanan.
"Hehe... Hyung, jangan begitu..." Jungkook langsung meraih tangan Yoongi dan menggoyang-goyangkan pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Moorim School (Vkook) -END
FanfictionWARNING⚠⚠ ? 18+ Hanya judul yang sama seperti film drakor,, tapi jalan ceritanya berbeda.. Lebih menarikkk... Menceritakan, Murid SMA yang tengah bersekolah di SOPA tiba-tiba kejadian aneh datang pada beberapa murid SOPA mereka tiba-tiba berada di M...
