Taehyung membuka matanya, cahaya memenuhi pandangannya sampai dia harus menyipit untuk melihat objek di depannya. Dia tidak tahan dengan cahayanya hingga lebih memilih menunduk dan dia terkejut dengan tempat dia berpijak. Lantai yang dia pijak adalah lantai tanpa dasar yang mengeluarkan cahaya kekuningan seperti matahari pagi.
"Aku dimana?? Apa aku sudah mati?" Gumam Taehyung sambil meraba seluruh tubuhnya yang mulus tanpa luka. Rasa sakit di punggungnya juga hilang.
"Tidak Taehyung..." Sebuah suara membuat Taehyung terkejut sebelum mencari-cari sumber suara. Ternyata suara itu datang dari depannya. Datang seorang pria dan wanita yang saling menggandeng satu sama lain. Mereka dapat di lihat jelas oleh Taehyung. Dan Taehyung berpikir kalau mereka pasti sepasang kekasih. Mereka menggunakan Jas dan Gaun putih bersih. Rambut mereka coklat gelap dengan warna mata yang sama. Ketika mereka tersenyum, kerutan muncul di dahi dan sekitar matanya. Taehyung menyimpulkan kalau mereka berumur sekitar 30-an.
"Siapa?" Tanya Taehyung.
Mereka tersenyum, senyum dari wanita itu mengingatkan Taehyung pada ayahnya, dan... Dirinya sendiri.
"Sungguh menyakitkan, kamu tidak ingat kakek dan nenekmu." Jawab wanita cantik itu.
"Kakek dan nenek??" Taehyung menatap kedua orang itu heran akan penampilannya yang seperti bukan orangtua. Lagi pula, dia tidak pernah bertemu kakek dan neneknya. Ayahnya pernah bercerita kalau mereka meninggal karena ledakan besar di rumahnya ketika dia berumur 15 tahun.
"Hahahaa.. Lucu sekali apa yang ada di pikiranmu itu. Kami memang berpenampilan seperti ini. Dan kami memang belum pernah bertemu denganmu sebelum ini." Ucap Pria tampan itu.
"Kalau aku melihat penampilan kalian yang seperti ini, apa artinya aku sudah mati?" Taehyung bertanya dengan ekspresi tidak percaya.
"Tidak Taehyung, belum.. Dan jangan, tega sekali kamu meninggalkan istrimu." Ucap Neneknya.
"Lalu kenapa aku di sini?" Heran Taehyung.
"Ayo ikut kami." Ajak Kakenya sebelum mengulurkan tangannya. Taehyung meraih tangan itu. Dia sempat berpikir untuk pergi saja dari sana dan mencari jalan keluar dari tempat itu. Tapi setelah berpikir lagi, Kakek dan Neneknya tidak akan mengajaknya ke alam baka, bukan
Mereka berjalan, sampai terlihatlah sebuah rumah sederhana. "Ini rumah siapa?" Tanya Taehyung.
"Rumahmu Taehyung, tapi sebelum di dekorasi." Ucap Kakeknya.
Taehyung mengikuti kakek dan neneknya memasuki rumah itu. Bersih dan rapi di setiap ruangan rumah itu. Taehyung mengangguk pelan sambil mengingat-mengingat rumahnya dulu. Ruangannya sama hanya saja barang-barang dan alat-alat lainnya berbeda, ini lebih klasik dan antik. Taehyung memutuskan kalau ini merupakan rumah kakek dan neneknya juga.
"Beginilah asal-usul dari batu-batu yabg kau temukan Taehyung." Ucap neneknya sambil duduk di sofa rumah itu dan memberi tanda agar Taehyung menghampirinya dan duduk di sampingnya. Taehyung duduk di samping neneknya dan menatap sang nenek penasaran.
"Batu-batu itu benar-benar berbahaya, benda itu di temukan kakekmu sebelum dirimu. Batu-batu itu di temukan di inti bumi. Sebelumnya Kakek dan Nenek tidak memiliki kekuatan, sampai suatu hari nenek tergelincir di lumpur hisap saat akan mencari tumbuhan herbal di bukit Moorim, dan kakekmu yang khawatir dengan seluruh tenaganya menarikku dan menyelamatkanku tapi, tidak hanya aku yang tertarik tapi sebuah batu berbentuk kristal berwarna merah ikut terlempar keluar dari lumpur itu.
Dengan rasa penasaran, kakekmu membawa batu itu pulang ke rumah. Dan, pada dasarnya kakekmu ini adalah seorang profesor maka dia meneliti batu itu." Neneknya berhenti dengan ceritanya, matanya menerawang jauh seolah mengingat-ngingat kejadian itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Moorim School (Vkook) -END
Hayran KurguWARNING⚠⚠ ? 18+ Hanya judul yang sama seperti film drakor,, tapi jalan ceritanya berbeda.. Lebih menarikkk... Menceritakan, Murid SMA yang tengah bersekolah di SOPA tiba-tiba kejadian aneh datang pada beberapa murid SOPA mereka tiba-tiba berada di M...
