Sehisteris apapun Mina barusan, dia
langsung diam seribu bahasa.
Mina... phobia gelap.
Dalam kondisi gelap dan sendirian kaya sekarang, sekujur tubuh Mina langsung lemas. Jantungnya semakin berdegup kencang. Dia langsung narik kedua kaki nya, di pepetin ke dada nya dan dia peluk erat.
Mulutnya masih diam seribu bahasa. Seakan akan Mina tiba tiba kehilangan pita suaranya.
Kemanapun Mina mengarahkan pandangan, semuanya gelap. Bener bener gelap gulita. Sepertinya mati lampu melanda satu kompleks perumahannya karena lampu jalan pun juga mati.
Hening...
Orang yang phobia sama gelap, bakal merasa ketakutan saat berada di tempat gelap sendirian. Dia akan merasa hidupnya dalam kondisi terancam. Dia merasa akan ada sesuatu yang buruk menimpa dirinya. Padahal keadaan disekitarnya sebetulnya baik baik aja nggak ada apapun.
Dan sekarang Mina merasakan itu..
Dia mulai ketakutan.
Suara detik jam yang merupakan satu satu nya suara yang didengar Mina, bikin dia semakin larut dalam ketakutan.
Mina sekuat tenaga berusaha buat kembali sadar. Dia memaksa otaknya buat berpikir apa yang harus dia lakukan.
Dengan tangan yang terus bergetar. Dia ngambil hpnya, dan mencet panggilan cepat nomer 1,
Bang Jackson.
Akhirnya suara Bang Jackson muncul setelah deringan ketiga.
"Kenapa dek?"
Mina nggak langsung menjawab pertanyaan abangnya. Dia pejamin matanya kuat kuat. Berusaha mati matian buat bisa ngeluarin suaranya.
"Dek??"
"Kamu nggak papa kan??"
Jackson mulai khawatir saat adeknya nggak kunjung jawab.
"Bang.."
Akhirnya Mina berhasil ngeluarin suaranya meski pelan.
"G...gelap"
"Aku.. t..takut.."
Mina ngomong sambil terbata bata. Dia ngeremas lengannya kuat kuat.
Langsung paham dengan keadaan adeknya, Jackson langsung berusaha nenangin adeknya sambil buru buru cabut ke parkiran. Padahal dia baru aja masuk Jco sama Yugyeom dan Jinyoung. Ngeliat Jackson yang tiba tiba panik gitu, Jinyoung sama Yugyeom langsung lari nyusulin Jackson. Mereka tahu pasti sesuatu terjadi sama Mina.
"Oke oke.. tenang Nana.. itu pasti cuma mati lampu.. nggak ada hal buruk apapun yang akan terjadi"
"Coba tarik nafas dalam dalam, buang pelan, ulangin terus supaya kamu lebih tenang" kata Jackson berusaha selembut mungkin biar nggak ngeliatin kalo sebenernya dia juga panik.
Mina di seberang telepon mencoba seperti yang dibilang Jackson. Dia atur nafasnya beberapa kali.
Sementara itu Jackson memikirkan solusi terbaik. Karena posisi dia sekarang di Tangerang, dia nggak bisa sampai di rumah dalam waktu singkat. Dia ngelirik jam di tangannya, mami papinya yang lagi kondangan juga nggak mungkin bisa sampe rumah kilat.
KAMU SEDANG MEMBACA
#HITS - Mark Mina
Fanfictionyang kekinian itu biasanya complicated. Se-complicated kisah dua insan adam dan hawa yang sedang dilanda status "jalanin aja dulu"
