"Radikaa, liat deh." Gadis dengan siluet hitam putih dengan muka yang agak blur itu menunjuk tangannya yang dilingkari cincin perak. Radika menelan ludahnya, dia sulit menggerakkan mulutnya untuk mengutarakan pikirannya ketika melihat cincin itu.
Mungkinkahh....
Seolah mengerti isi pikiran Radika, gadis itu mengangguk semangat. "Aku udah resmi jadian, Radika!! Dia nembak aku pas kami baru turun dari bus"
Hari itu, Dika hancur sekali. Tepat di hari dia ingin melepas rindu setelah seminggu ditinggal Study tour, Dika mendapati sang pujaan hati telah kembali dengan status baru.
"Jangan.. jangan.." Dika menggelengkan kepalanya cepat. "Jangan pergi ke study tour sialan itu..." bisiknya melemah. Air matanya meleleh, dadanya seperti terkoyak. Cinta masa lalu yang sempat ia rasakan meleburkannya.
"Dik! Dika! Lo kenapa? Jangan bikin gue panik deh!" Kia yang duduk di sebelahnya jadi panik sendiri. Dia mengguncang tubuh lelaki itu sampai kelopaknya mengerjab.
Butuh beberapa menit sampai kesadaran Dika kembali. "Lo bohong" begitu katanya. "Lo gak pergi study tour kan? Iyakan? Study tour bukan buat kelas 12"
"Ck! Canda ae Dik hehehe" Kia nyengir lebar. "Segitu gak sukanya gue pergi study tour? Gue pikir lo bakal loncat saking senengnya gue tinggal"
"Bukan masalah itu Ki" Dika membantah. "Sama sekali gak masalah kalo lo mau pergi kemanapun. But not for study tour! Gue punya trauma gue sendiri untuk yang satu itu"
Kia tersenyum miring. "Tadi katanya kangen? Padahal belom juga ditinggal sehari ngekngekngek"
Wajah Dika mendadak murung. "Apa yang lo pikirin? Gue gak sadar okey?"
"Justru aneh kalau lo ngomong kangen sama gue secara sadar" Kia tertawa mengejek sambil mengibaskan tangannya. "Gue gak baper kok ngekngekngek"
"Ketawa lo serem!"
"Merdu kali ah"
Dika mencibir. Dan Kia terbahak, "Sampe berapa lama lo mau konsumsi obat tidur Dik? Lo harus berhenti!!"
"Lo tau dari mana?"
"Lo bego apa gimana? Kita pernah sedekat nadi sebelum sejauh matahari"
"..."
Hahhh.. Radika rindu Radikia yang dulu.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVEEU
Ficção AdolescenteKia benci sekali dengan yang namanya Dika. Alasannya bukan karna Dika ini nakal, doyan ngupil, menyebalkan, dan jahil. Tetapi yang membuat Kia sangat sangat membencinya adalah karna namanya dan Dika yang nyaris sama. Seolah tak cukup hanya disitu, D...
