Taman Kota, 10:10
"Nama aku Dika. Nama kamu siapa?" Radika menundukkan kepalanya, mengusap tangannya yang penuh debu ke arah baju seragam TKnya karna mengira gadis seusianya menolak berkenalan karna tangannya yang kotor. "Tangan aku udah bersih nih" ujarnya lagi.
Namun gadis itu malah mendongak takut takut sambil mengerucutkan bibirnya. "Gak peduli" sahutnya ketus. "Kata mama jangan bicara sama orang asing. Nanti diculik"
Radika kontan saja tertawa lucu. Dia mulai mengoceh, "Aku punya robot loh, bisa gerak sendiri. Aku juga punya mobil mobilan yang bisa gerak pake remot" ujarnya menyombongkan diri.
Gadis mungil itu mendengus. Seolah tak mau kalah, gadis kecil diikat dua itu membalas, "aku punya barbie yang bisa bicara, bisa nyiapin makan sendiri, bisa bantuin ngerjain pr" oke, itu hanyalah bualan anak TK.
Mana ada barbie yang bisa nyiapin makan sendiri? Dan apa katanya tadi? Bantuin ngerjain pr? Tolol.
"Eh, masa sih" Radika melongo. Tapi dia tetap menganggukkan kepalanya berusaha mengerti. Jujur dia senang anak kecil disebelahnya ini tidak menolak berbicara lagi dengannya. "Kamu ngapain disini? Kenapa belum pulang?"
"Kia nunggu jemputan" jawabnya tertunduk lesu. "Disekolah udah sepi, jadi Kia ke taman"
"Nama kamu Kia?"
Kia mengangguk. Dia kemudian mengulurkan tangannya, "Radikia, panggilannya Kia aja. Maaf tadi gak ramah sama kamu. Kamu tau kan, modus penculikan sekarang bermacam macam" ujarnya lancar. Teringat perkataan sang Mama.
"Nama kita mirip. Tapi nama aku Radika" sahut Radika menepuk dadanya bangga.
.
.
.
Taman Kota, 20:10
"Gue gak mau dijodohin sama lo!!" Kia menjerit. "Lo tau kan, kalau dari dulu yang gue benci itu berurusan sama lo!!"
"Lo pikir gue mau hah?!" Radika membentak. Emosinya terpancing sudah.
Kia menelan ludah ketakutan. Dia mengehembuskan napasnya takut takut sambil meremas jemarinya. "Bantuin gue ngajuin pembatalan perjodohan" bisiknya disambut wajah melongo Radika.
"Are you kidding me? Mana ada pembatalan perjodohan, adanya pembatalan pernikahan bego!"
"Tapi ini baru perjodohan! Belum pernikahan. Bodoamat, pokoknya bantuin gue batalin perjodohan ini!" Kia menghentakkan kakinya kesal. Dia semakin berang saat wajah Dika tidak menunjukkan persetujuan sama sekali.
"Arrrgggghhhhh!! Taik!" Dika menyumpah serapah saat gadis itu menginjak kakinya kuat kuat. Kia melengos. Dia berbalik arah setelah mengibaskan rambut panjangnya tepat didepan wajah Radika sebagai bentuk permusuhan.
Radika menghela napas, dia berbisik lirih. "Inget gak Ki? Disini pertama kali kita ketemu. Dulu, duluuuuu banget sebelum kejadian itu"
***
Sementara ditempat lain,
Cessa : Aku tunggu kamu di Cafe sekarang. Kalo gak dateng, jangan harap kita bakalan ketemu lagi.
Beberapa menit setelahnya..
Rakka : Tunggu aku disana
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVEEU
Novela JuvenilKia benci sekali dengan yang namanya Dika. Alasannya bukan karna Dika ini nakal, doyan ngupil, menyebalkan, dan jahil. Tetapi yang membuat Kia sangat sangat membencinya adalah karna namanya dan Dika yang nyaris sama. Seolah tak cukup hanya disitu, D...
