"Balas dendam??!!" Kia tidak tahan untuk tidak memekik. "Gila lo, Dik!" Lalu tanpa menghiraukan ucapan Dika, Kia berjalan meninggalkan lelaki itu.
Dika tidak menyerah. Dengan cepat lelaki itu menangkap lengan Kia, menariknya ke dalam pelukan.
"Gue emang gila! Gue bahkan rela jadi pembunuh kalo itu bisa bikin lo puas!"
Mata kia membulat. "Lo.." tenggorokan Kia tercekat. Tanpa bisa menahan, air matanya turun. "Kenapa lo segininya sama gue, Dik? Harusnya lo benci.."
"Simple aja. Gue cinta sama lo, Ki. Dan ucapan gue malam itu bukan bualan"
"Dik," Kia terisak. "Maaf.."
***
"Sandy.." ucapan Kia menggantung. Apartemen kekasihnya itu tampak gelap gulita. Sambil melangkah dengan hati-hati, Kia berjalan menuju satu-satunya ruangan yang terang. Ruang tengah.
"Sandy.."
Mata Kia membulat. Alih-alih bahagia, dia mulai merasakan matanya memanas melihat kekasihnya saat ini tengah memeluk mesra perempuan lain didalam satu sofa.
Kia melangkah cepat.
"SANDY.. APA-APAAN KAMU!!!"
Sandy tampak terkejut. Namun perempuan di sebelah kekasihnya itupun juga tampak tak kalah terkejutnya. Sesaat Kia melihat perempuan itu hendak pergi, namun tertahan oleh tangan Sandy yang memegang erat pergelangan tangan perempuan itu, kuat.
Sandy menghela napasnya. "Maaf, Ki. Aku rasa ini saat yang tepat untuk membicarakan ini dengan kamu. Seperti yang kamu lihat, aku memang berselingkuh. Dia," Sandy melirik ke arah perempuan disebelahnya,
"Namanya Abel. Dia sedang hamil. Dan aku akan segera menikahinya. Maaf.."
PLAK!
Kia tidak sempat merasakan sakit ditangannya. "Brengsek kamu, Sandy!"
Kia berjalan meninggalkan apartemen itu secepat yang dia bisa. Dan mungkin dia masih bisa sampai di rumahnya dengan selamat. Tapi tangannya bergetar hebat. Kia memejamkan mata, seiring dengan isakannya, tangannya menekan nomor yang telah ia hafal diluar kepala.
"Dika.." katanya lirih. "Dik, aku sakit."
"Ki, kamu kenapa? Kamu dimana? Hidupin GPS nya ya.. aku kesana sekarang. Jangan nangis. I'll be there princess"
Setelah Dika menutupnya sepihak, Kia meraung. Dadanya sakit, belum siap menampung luka. Sepuluh menit kemudian, Radika datang. Peluh menetes dari dahinya.
"Aku suruh kamu untuk hidupkan GPS kenapa gak dihidupkan? Aku muter-muter nyariin kamu! Taunya kamu di rumah! Aku hampir gila. Sekarang kamu kenapa? Cerita!"
Kia terisak sekali lagi. "Semuanya selesai, Dik. Sandy selingkuh.."
"BAJINGAN! BERANINYA DIA.."
Kia mengusap air matanya. "Kamu gak perlu marah, Dik. Salah aku yang gak bisa memberikan diriku sepenuhnya untuk Sandy. Salah aku yang gak bisa jadi apa yang dia mau. Salah aku yang selalu aja egois. Mana mau dia bertahan sama aku? Mana ada orang yang mau cinta sama aku? Berdua sama aku terus-terusan"
Dika menggeleng pelan. Tidak! Kia tidak boleh menyalahkan dirinya sendiri. Hati Dika sakit mendengarnya. "Enggak.. kamu salah! Kamu gak tau apa-apa" Karna aku orang itu, lanjutnya dalam hati.
"ENGGAK DIK! KAMU YANG SALAH! KAMU YANG GAK TAU APA-APA!!"
"DIAMMM!!!!" Dika berteriak. "Aku! Orang itu aku! Aku! Aku cinta sama kamu!"
"KAMU BOHONG!! BOHONG!!" teriakan itu semakin histeris. Gadis itu menjambaki rambutnya kasar masih dengan air mata meleleh.
Dika bergeming. Hatinya terkoyak. Pernyataan cintanya hanya semakin menambah luka dihati sang pujaan hati.
"KAMU BILANG KAYA GITU BIAR AKU SENENG!! BIAR AKU GAK NANGIS LAGI!! KAMU GAK SERIUS. KAMU BOHONG!!!"
"Aku gak bohong, aku gak pernah bohong!" Dika menggeleng. Dia maju selangkah hendak memeluk gadisnya yang masih menggeleng panik memeluki diri sendiri.
"Berhenti" gadis itu memundurkan langkahnya sambil terisak. "AKU BILANG BERHENTI RADIKA!!!"
"AKU BENCI KAMU!! BENCI!! TINGGALIN AKU SENDIRI!!"
"Enggak.. kamu gak boleh benci sama aku, Ki"
"PERGI AKU BILANG!!"
***
"Maaf.." Kia menelan ludahnya, "Maaf tapi gue belum bisa buka hati gue buat lo, Dik"
Kemudian tanpa menunggu jawaban Dika, Kia meninggalkannya tanpa sekata pun.
Lagi. Dika merasakan dadanya nyeri. Tidak, ini terlalu dini untuk menyerah.
***
Tbc+
Maaf baru update.
Gue baru sempat buka akun ini.
Btw,
Makasih buat yg sempatin komen. Makasih juga yg udah message gue. Thanks a lot.
Maaf belum sempat balas komen atau message, pas mau bales wp gue keluar sendiri.
Jadi daripada gue gak update yekan? Mending gue up dulu baru gue balesin message kalian ya..
Segitu aja dulu,
Salam,
-D
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVEEU
Novela JuvenilKia benci sekali dengan yang namanya Dika. Alasannya bukan karna Dika ini nakal, doyan ngupil, menyebalkan, dan jahil. Tetapi yang membuat Kia sangat sangat membencinya adalah karna namanya dan Dika yang nyaris sama. Seolah tak cukup hanya disitu, D...
