His Blazer

35 5 0
                                    

Ashortstory by xxerorion

.

Bel tanda istirahat terdengar beberapa saat yang lalu. Tapi, Kyeongjun bahkan tak bergeming dari posisi. Kantuknya masih mendominasi meski dua jam sudah waktu ia habiskan untuk tidur di rooftop sekolah. Tambahan jam bolos untuk sisa hari ini rasanya tak masalah.

Pemuda itu bergerak sedikit, membenahi posisi di kursi dengan kepala menyandar tembok dan tangan terlipat; niat lanjut merajut mimpi yang tertunda masih dalam posisi duduk.

Seseorang lagi-lagi datang; halnya ketika ia tidur siang di bawah pohon. Itu Fumi. Gadis yang lalu kedapatan menangis olehnya dan malah berakhir Kyeongjun meminjamkan jas sekolah karena cuaca yang agaknya masih dingin di awal musim semi.

Kyeongjun tidak sadar. Ia hanya tahu seseorang datang sebelum akhirnya membiarkan kesadarannya tenggelam.

Sedangkan Fumi, takut-takut melangkah. Gadis itu memeluk jas milik Kyeongjun dalam dekapan. Sembari berpikir, apakah harus ia menggunakan 'tiket untuk bertemu Kyeongjun' sekarang?

Tidak ingat kapan, tapi ia sudah berada di samping Kyeongjun. Memperhatikan seniornya yang tidur dengan posisi tak wajar.

"Bagaimana bisa... Sunbae tidur dalam keadaan begini?" tanpa sadar bergumam.

Fumi terkesiap kala angin berembus. Bukan karena dingin yang ia rasakan tapi pemandangan di hadapannya....

Rambut pemuda itu sedikit tersingkap, membuat Fumi dapat meniti tiap lekuk di paras nan tampan itu. Hidung mancung, bibir bawah yang tebal, juga ukiran wajah yang tampak sempurna, dan tenang dalam lelapnya. Jangan lupakan fakta bahwa dia pemuda yang cukup perhatian, meski dominan menyebalkan.

Siapa, sih, yang tidak akan jatuh hati karena seorang Min Kyeongjun?

Jangan salahkan Fumi, tapi, sungguh otak kriminalnya memaksa ia bergegas. Batal mengembalikan jas yang masih dalam peluknya. Boleh saja, kan, ia mengembalikan jas itu di lain waktu sebagai alasan untuk bertemu Kyeongjun?

.fin

Fronting [Discontinued]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang