a Foolish by hinatchoo
.
Pagi ini cerah.
Yah, Fumi tak sempat mendeskripsikan suasana dengan benar. Tangannya terlalu sibuk melayani: mengambil barang serta menghitung pembayaran.
Sebenarnya gadis itu lebih senang jika diberi tempat di belakang layar untuk festival sekolah kali ini. Kau tahu, seperti pemasang hiasan atau semacamnya. Namun jika melirik sebelah kaki yang menyedihkan, hal itu menjadi tak mungkin.
Pun ketika ketua kelas memilih para gadis cantik untuk membagikan brosur, Fumi mundur lebih awal. Tak biasa memasang senyum pada orang asing, juga untuk mengurangi intensitas bertemu dengan 'mereka'. Jadilah ia duduk manis di belakang meja kasir, menikmati aroma makanan pencuci mulut yang jadi barang pilihan kelasnya tahun ini.
Eh, kau tanya siapa mereka? Tentu sajaㅡ
"Min Kyeongjun Sunbae dan Oh Seonhee Sunbae? Eh, mereka memang sudah dekat semenjak kecil, 'kan?"
ㅡkau sudah tahu jawabannya. Oh Seonhee dan kepopuleran Kyeongjun adalah alasan utama kenapa ia menghindari pemuda itu.
Fumi memutar bola mata. Mengenyakkan diri di kursi kayu nan keras untuk sekadar mengambil napas.
"Kalau masih punya waktu untuk menggosip, bukannya lebih baik kalian membantuku?" Fumi mendecakkan lidah.
Teman sekelasnya tertawa. Gadis bercelemek biru pastel itu lantas berdiri dan merapikan letak kertas kado. "Uh, Hime-sama marah. Karena kita membahas Kyeongjun Sunbae?"
"Tidak masuk akal," gerutunya pelan sebelum mengulum permen rasa teh hijau. "Asal kau tahu kalau Kyeongjun Sunbae itu ...."
"Sst!"
Fumi membulatkan dwimaniknya sewot. "Ada apa?"
"Aku kenapa?"
Seolah dialiri listrik, dara itu otomatis berdiri begitu melihat sosok yang dibicarakan. Fumi membungkukkan badan lalu mengucap salam. Tak sadar dengan pergerakan Kyeongjun yang makin lama makin dekat.
Pria bertitel Min itu mendekatkan wajahnya hingga karbon dioksida yang ia embus menyapa pipi Fumi. Menyungging kurva manis dan berkata, "Tadi kau mau bilang apa?"
Tidak. Fumi sudah mati-matian meyakinkan diri bahwa debar jantung yang kelewat keras ini bukan untuk Kyeongjun. Demi bantal-bantalnya yang telah jebol karena kejadian di ruang kesehatan tempo hari, diaㅡ
"Hm?"
Bugh!
ㅡtak akan mengalah pada perlakuan Kyeongjun lagi.
Eh, tunggu sebentar. Tadi itu ... apa?
Fumi mematung. Mengerjap beberapa kali sebelum menyadari keping puzzle yang ia cari.
Tangannya mengepal, Kyeongjun yang membulatkan kedua netra sambil memegangi bibir, pandangan menuduh orang-orang di sekitar, serta rak berantakan sebagai latar belakang sang pemuda.
Apa barusan ia ....
Tak berpikir apa-apa lagi, si bungsu Choosaku segera tancap gas keluar stan. Bahkan nyeri yang menyambangi kakinya tidak lagi terasa berarti.
Gadis itu berhenti di lahan parkir sepeda. Di mana ia tahu tidak ada orang yang menyadari presensinya, meski apron pink yang mencolok melekat di badan.
Bodoh, Fumi bodoh, pikirnya. Ia biasa memukul pria yang jadi teman sekelas atau seangkatan, namun memukul senior ... argh!
Setelah tertangkap basah mengintip oleh Oh Seonhee, sekarang dia memukul aset berharga Min Kyeongjun? Fumi sudah bisa membayangkan pesan teror di loker atau siraman air kotor yang mendadak muncul saat ia di toilet.
Hei ... kau. Bisa bunuh Fumi sekarang?
-end.

KAMU SEDANG MEMBACA
Fronting [Discontinued]
Teen FictionChoosaku Fumi, gadis dari Jepang, termasuk satu dari sekian orang yang mengagumi sosok Min Kyeongjun. Fumi awalnya tidak terpikir untuk mendekati Kyeongjun. Hanya saja ia terus-menerus ditempatkan oleh takdir pada ketidak-sengajaan bertemu dengan pe...