Hari ini aku ada tugas kelompok IPA,yaitu melalukan fragmentasi pada roti.Semua teman kelompokku sepakat untuk mengerjakan tugas kelompok di rumah Jinki.Banyak temanku yang penasaran dengan rumah baru Jinki-itu asalan mengapa kami memilih kerja kelompok di rumah Jinki.Tidak peduli di rumah siapa asal tidak di rumaku.Aku tidak ingin mereka tahu seberapa besar dan mewahnya rumahku.Yang ada nanti malah main di taman belakang rumahku bukan kerja kelompok.
Kami harus mencari bahan-bahan yang dibutuhkan.Sialnya itu memakan waktu cukup lama.Kami menghabiskan waktu sekitar lebih dari 1 jam untuk berkeliling.Kami mulai membuat roti sekitar pukul 6 sore dan selesai pukul 8 malam.Semuanya tengah menunggu jemputan,kecuali aku yang belum minta jemput.Aku tidak ingin dijemput oleh mobil,tapi tidak bisa naik bus juga mengingat di sekitar sini tidak ada halte dan juga sudah malam.Sambil menunggu jemputan,kami berbincang-bincang di ruang tamu.Aku asik dengan ponselku,bertukar pesan line dengan Chanyeol.
Baekhyun :
Chanyeollie~ Apa kau sedang sibuk? Bisa kau jemput aku sekarang?
Chanyeol :
Tidak.Aku bisa menjemputmu.Kau dimana?
Baekhyun :
Di rumah baru Jinki.Di jalan xxx blok D
Chanyeol:
Itu dimana? Aku tidak tahu tempatnya.
Aku bertanya pada Jinki detail lengkap alamat rumahnya.Jujur,aku juga tidak mengenal daerah ini bahkan ini pertama kalinya aku ke sini.Tempat ini cukup jauh dari pusat Kota Seoul.Jinki dengan senang hati mengambil alih ponselku dan mengetik alamat rumahnya pada Chanyeol.
Satu persatu temanku sudah pulang dijemput oleh orang tua atau kakak mereka.Tidak mungkin aku dijemput orang tuaku.Mereka sedang berada di Thailand untuk bisnis mereka.Aku juga anak tunggal yang sangat jelas tidak memilikki kakak ataupun adik.Seringkali aku merasa kesepian,tapi sekarang aku sudah punya Chanyeol yang menemaniku.Aku tidak merasa ditelantarkan oleh orang tuaku karena aku tahu mereka memang orang sibuk.Mereka juga sering memanjakanku apanila ada waktu luang.Aku bahagia saja.
Kembali ke cerita.
Di ruang tamu hanya tersisa aku dan Jinki.Terlihat Jinki masih fokus pada ponselku,sesekali dia mengerang kesal.Mungkin masih menjelaskan alamat rumahnya pada Chanyeol.Aku sendiri hanya duduk sambil menikmati cemilan yang disediakan.Dari dalam rumah aku mendengar suara rintik air hujan dan lama kelamaan berubah menjadi deras.Oh tidak,bagaimana aku pulang? Dan Chanyeol? Aku tidak ingin dia kehujanan.
"Chanyeol,dimaja dia?".Tanyaku saat Jinki tak sibuk dengan ponselku.Dia asik memakan camilan.
"Dia sudah di jalan,tapi sepertinya tersesat.Astaga,dia benar-benar bodoh.Aku sudah menjelaskannya berulang kali!".Kesalnya hendak membanting ponselku,namum hanya bercanda.Aku mulai khwatir dengan Chanyeol.Di luar sana sedang hujan deras.Angin malam bercapur dengan suhu ketika hujan mampu membuat siapa saja menggigil kedinginan.Chanyeol belum punya SIM,dia hanya diizinkan menakki motor saja,tidak dengan mobil.Chanyeol pasti kedinginan.Sudah hujan tersesat pula.
Aku dan Jinki menunggu di luar rumah,takut-takut ada Chanyeol.Namja bertubuh tinggi itu belum juga muncul padahal aku sudah menunggunya lebih dari sejam.Aku bisa bernafas lega karena hujam sudah sedikit reda,namun aku masih khawatir dengan kekasihku.Ini sudah malam dan hujan,apa dia akan baik-baik saja? Aku berdoa kepada tuhan.
"Baek,Chanyeol ada di dekat sekolah Wansang SHS.Lebih baik kita jalan ke sana.Dia tidak tahu rumahku".Ucap Jinki sambil mengambil satu payung lipat miliknya.Aku mengangguk menuruti perkataannya.
Kami berdua jalan di bawah satu payung yang melindungi kami dari guyuran hujan.Payung ini tidak terlalu besar,tidak cukup dipakai berdua.Bagian kananku terkena rintikan air hujan yang turun dari ujung payung membuat seragamku basah.Angin malam yang berhembus ditambah suhu saat hujan serta setengah seragamku basah membuat tubuhku menggigil.Aku kedinginan,aku tidak tahan dingin.Aku mememeluk tubuhku sendiri,mencari kehangatan.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Second Bloom
FanfictionMeski Baekhyun terlalu aktif, konyol, ceroboh, dan cenderung dinilai unik, tetapi dia tetaplah manusia yang mempunyai rasa cinta. Dia begitu mencintai Chanyeol seperti tidak ada manusia lain di dunia ini. Hubungan mereka telah berakhir, namun untuk...
