Bagian 17- Break Fast

302 9 3
                                        

Pagi yang sejuk. Setelah sholat shubuh dan tadarrus Alquran Fadhol membuka lebar-lebar jendela apartemen . Menatap keluar, melihat sebuah lanskap yang cukup kontras dengan negerinya. Meski tanah airnya tak kalah indah, namun sebuah kota besar dan modern seperti Vancouver di awal musim semi adalah pemandangan yang cukup indah dan dinamis. 

Nun di bawah ketinggian lantai 15, terlihat bule-bule cukup bergairah menikmati segarnya pagi. Kota besar yang modern, bersih dan indah, tampak beberapa wanita muda dengan headset membuntu telinganya asyik jogging ditemani anjing labradornya menyusuri trotoar.

Di bangku-bangku taman kota dan depan cafe menghadap jalan raya, kakek-kakek sedang menyeruput kopi sambil membaca koran. Ibu-ibu paru baya mengenakan dress bercorak polkadot mampir disebuah kedai penjual bunga, beberapa tangkai white rose dibelinya seusai belanja. Sebuah pemandangan yang cukup asing seperti dalam adegan film.

 Sebuah pemandangan yang cukup asing seperti dalam adegan film

Alamak! Gambar ini tidak mengikut garis panduan kandungan kami. Untuk meneruskan penerbitan, sila buang atau muat naik gambar lain.

Fadhol melihat sekeliling kamar yang disiapkan seniornya ini. Cukup mewah bagi ukuran santri yang biasa tidur berdesakan ala ikan pindang. Dua buah kamar, dapur yang menyatu dengan ruang tamu, dua kamar mandi dalam dengan interior ala barat. Laksana menginap di hotel berbintang. Kasur tak hanya diselimuti sprei, tapi lengkap dengan bedcover tebal dan dua set bantal besar. Cukup nyaman.

Dari arah dapur terdengar kesibukan dan bunyi desis-desis penggorengan. Hidung dan perut yang memainkan harmoni rasa lapar mulai beraksi. Naluri. Aroma masakan yang ditangkap hidung bisa menjalar ke perut.

" Bagaimana tidurmu Fadhol ! Kamu terlihat cukup letih kemarin . Semoga tidurmu nyenyak dan segar hari ini." Haidar memunggungi juniornya sembari terus menekuni nasi goreng udang rebon yang dia bikin khusus untuk tamu istimewanya ini.

Kepala Fadhol menyembul di pundak Haidar. "Waah, nasi goreng mawuuutttt !. Memangnya di Canada ada bahan-bahan bikin nasi goreng, Kang !Aku kira sampean berubah hampir tiga tahun di Canada yang dimakan itu roti, sereal,oatmilk sandwich sama salad. Kayak di filem-filem ituu." Panjang lebar Fadhol merespon sikap kakangnya ini,melihat dengan cekatan memasak, cuci piring, dan beres-beres sendiri. 

Fadholpun tak tinggal diam dengan cekatan pula ia membantu menyiapkan makan pagi, dua piring, dua sendok makan, lalu menjerang air untuk membuat teh dan kopi .

Haidar tersenyum. "Kamu itu sudah berpendidikan tinggi kok ya masih katrok yo !Jangan malu-maluin, jangan kagetan. Di semua negara apapun yang kamu butuhkan ya pasti ada, dik Fadhol !' Wetengku ikih pancet wetenge wong jowo. Ora bakal wareg nek gak maem sego. Perutku ini perut orang jawa, tidak kenyang kalo tidak makan nasi. Tapi demi kenyamanan hati aku sering memilih menu seafood meskipun beberapa toko daging tersedia yang halal.

 Tapi demi kenyamanan hati aku sering memilih menu seafood meskipun beberapa toko daging tersedia yang halal

Alamak! Gambar ini tidak mengikut garis panduan kandungan kami. Untuk meneruskan penerbitan, sila buang atau muat naik gambar lain.

Meja makan kecil itu sudah tertata rapi . Diatasnya satu baskom nasi goreng rebon , dua telur ceplok dua cangkir teh panas dan dua mug kopi hitam khas produk kampung halaman. Dua santri ini dengan kaos dan bersarung, dengan gaya duduk medongkrong ala makan di warung, benar-benar larut dalam syahdunya suasana pagi dan sarapan ala kadarnya di kota Vancouver.

"Hari ini kita ke Stanley Park, Siapkan dirimu 15 menit lagi ya". Dengan entengnya kalimah itu muncul ,padahal itu sangat melonjakkan hati Fadhol. Jalan-jalan ke Stanley Park,waw. Batin Fadhol membunga. Taman terindah yang hanya ia lihat di google image atau layar tv di acara bertema adventure,hari ini akan dia jelajahi. Betapa senangnya ,tak sabar rasanya Fadhol akan mengunjungi sebuah tempat yang kata orang laksana surga.

Author :
Hai wattys ,masih mengikuti kisah ini kan.....next kita jelajah Stanley Park ya, sama Haidar dan fadhol. Semoga berkenan....jangan lupa vote n comment yaaa.......

ISTIKHARAH CINTATempat di mana cerita hidup. Terokai sekarang