[ 3 ] P E L U K A N

272 57 38
                                        

All We Know-The Chainsmoker

Karna sebuah cinta itu tidak perlu waktu untuk mencintai dan perlu banyak waktu bahkan sampai akhir hayat untuk melupakan
-Leave

Nadia masih menahan diri untuk tidak berbicara, stok kesabaran nya sudah menipis. Kalo saja Nadia berani dan tidak gugup pasti sudah babak belur Faisal.

"Nadia. Lo tuli apa gimana sih?" Faisal greget dengan Nadia, Ia lalu turun dari motornya dan mendekat ke arah Nadia.

Jantung Nadia berdegup kencang tatkala Faisal berada tepat di samping nya. Kala itu sekolah sudah sepi, anak anak sudah mulai pulang terkecuali yang melaksanakan aktivitas ekstrakulikuler. Gio dan Fajar menghela napas kasar melihat tingkah laku Faisal, sebenarnya mereka ingin sekali meyeret Faisal pulang tapi pasti mereka bedua bakalan babak belur.

Tiba tiba ponsel Faisal bergetar, ia segera mengecek hp nya. Ternyata ada notif chat dari Lino.

Naufalino G D

"Sal, gue titip Nadia. Anterin dia pulang sampe rumah tanpa lecet. Pastiin juga dia ga naik gojek atau apalah itu"

"Motor gue mogok Sal, ntar gue kabarin lagi"

Faisal tersenyum melihat chat tersebut lalu ia membalas nya, dengan senang hati Faisal akan melakukan tugas tersebut.

Nadia bergeser pelan pelan menjauhi Faisal, ia gelisah karena Lino tak kunjung datang.
Saat Nadia sedang bergeser Faisal segera menarik tangan nya membawanya tepat di depan dada Faisal, seketika Nadia diam membisu, sampai sampai ia harus menahan napas karena terlalu kaget dengan situasi sekarang. Gio, Ija dan Fajar yang melihat situasinya pun hanya menggelengkan kepala meminta harapan kepada tuhan agar Faisal secepatnya diberikan kesadaran.

"Lo masih gak mau buka mulut?" Faisal berbisik disebelah kiri telinga Nadia.

Nadia pelan pelan bernapas, jika tidak ia bisa pingsan. Dia berusaha melepaskan tangannya dari Faisal, tapi nihil. Faisal terlalu kuat untuknya.

"Faa...Faaisal lepasin!" Ucap Nadia gugup.

Faisal terbahak. "Akhirnya Lo ngomong juga"

"Apaan sih!" Nadia mulai bisa menenangkan dirinya untuk tidak salting atau gugup karena itu akan terlihat sangat memalukan.

"Hari ini lo pulang sama gue, wajib sama gue gabisa nolak" Ucap Faisal dibarengi dengan senyuman manisnya.

"Gak! gue gak mau" Nadia menolak, lebih baik ia memakai gojek daripada harus dengan orang yang tidak jelas seperti Faisal.

"Gue ga terima penolakan Nadia" Balas Faisal menatap Nadia tajam.

Lagi lagi Nadia terkesima dengan tatapan milik Faisal, tatapan itu tidak ada bedanya sama sekali dengan tatapan orang yang sangat di rindukannya, bahkan Faisal terlihat mirip seperti Vriel.
"Gak usah tatap tatap gue!"

"Yaampun Nadia" Faisal tertawa.
"Kan gue punya mata, mata itu gunanya buat melihat. Masa gue gak boleh liat spoiler bidadari sih"

"Buset dah denger gak tu gombalan Faisal?" Fajar berbisik pada Gio dan Ija.

"Gacor anjir lah" Balas Ija.

LeaveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang