(3)

934 115 1
                                        


Malam yang gelap dan udara yang dingin menambahnya sunyi malam.
Sehun dan Suho segera merebahkan diri ke kasur. Mereka memang tinggal bersama .

Suho sibuk dengan buku hariannya di dalamnya ada poster perlombaan band tepat minggu depan. Ia tersenyum membayangkan Eyecandy bisa menang dan mendapatkan uang untuk membeli drum dan gitar baru.

Tiba tiba ia teringat dengan musenya."Sehunnie, menurutmu Yoona cantik atau tidak ?" Tanya Suho yang masih memandangi Buku hariannya itu. "Iya hyung dia cantik." Jawab Sehun datar.

"Kenapa kau datar sekali hah? Apa kau tak memyukai Yoona?" Tanya Suho lagi. "Sudahlah hyung. Mie nya sudah matang." Sehun mengalihkan pembicaraan dan mulai memakan mienya.

Di sisi lain Yoona juga sedang mencicipi mie hasil masaknya. Rasanya berbeda jika bi Hye Kyung yang memasaknya. Mie masakannya terasa hambar. Tapi dari sepulang sekolah perutnya sudah sangat lapar. Tapi memang ini satu satunya makanan yang ada. Dan kini Yoona harus mencari pekerjaan sampingan.
Uang dari ayahnya itu hanya cukup untuk membayar sewa rumah yang dia tempati. Bahkan sering kali preman preman penagih hutang itu datang dan mencari Yoona di rumah sewanya.

--

"Bukankah kalian bersekolah di tempat yang baru . Apa kalian tidak membeli seragam baru?" Tanya Irene yang masih sibuk dengan pelanggan salonnya. Eyecandy sekarang sedang sibuk bekerja bahkan dari pagi sampai malam mereka sibuk mencari uang untuk membeli seragam.

"Tenang, kita akan pergi minggu depan tapi apa kamu memberikan Uang untuk modal dating kita." Rayu Chanyeol pada salah satu pengunjung salon . Yang lain hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Chanyeol.

"Yakk Irene!! Kenapa ada mereka datang kemari hah? Cepat kalian pergi." Victoria datang dan mengusir Eyecandy. Eyecandy pun pergi dari salon Irene.

"Unnie, sudahlah mereka disini untuk membantuku." Jawab Irene.

"Bagaiman Hyung? Apa sudah terkumpul uangnya?" Suho sibuk menghitung uang *giliran di lotto uang uang di bakar, maafkan. Kembali ke cerita.

"Yeaay .. sudah cukup." Semua bersorak senang.

--

Kini Eyecandy datang dengan penampilan barunya. Semua pandangan tertuju pada Eyecandy. Tapi tak sengaja ada seorang gadis menabrak D.O.  tapi D.O tak mengubris dan terus jalan. "Kau baik baik saja ?" Tanya Chanyeol dengan senyumannya. Yang membuat gadis itu salah tingkah. Teman teman yang melihatnya iri.

"Hai Muse, bagaimana dengan penampilanku ?" Tanya Suho sambil memutar tubuhnya. "Itu baik. Kau terlihat bagus hari ini ." Jawab yoona.

Kemudian Suho menarik tangan Yoona dan membawanya ke Rooftop. Yoona yang melihat anggota lain Eyecandy merasa gugup.

"Hai.. lihat hyung mu membawa muse." Semua tatapan Eyecandy langsung beralih. "Hai muse.. Park Chanyeol panggil saja Chanyeol. " sapa Chanyeol Yoona tersenyum dan Suho memulai intro pengenalan. "Itu dia Bakhyun dia memiliki wajah seperti anak kecil. Bisa dibilang dia manis . Selanjutnya ada D.O dia memang terlihat datar dan cuek tapi masakannya itu juara . Selanjutnya ada Kai si Pangeran tidur tapi aku benar benar iri dengan wajah maskulinnya dan selanjutnya ada Sehun dia cuek, datar mm... apalagi ya. Dia sahabat kecilku."

"Kau harus menjaganya Muse." Bisik Suho ke telinga Yoona. Yoona hanya tersenyum lirih .' Apa maksudnya aku harus menjaga Sehun?' Batin Yoona tapi Yoona hanya mengangkat bahu .

---

Pulang sekolah Sehun ada latihan band bersama yang lain. Setelahnya ia kembali ke rumah.

Yoona mengangkat Bak yang berisi pakaian yang baru saja di cucinya. Tapi Yoona tersentak kaget karena melihat Sehun yang tak jauh dari rumahnya . Buru buru Yoona menutupi wajahnya.

Sehun hanya mengangkat bahu acuh dan masuk ke dalam rumah. Yoona ragu ragu mengetuk rumah Sehun. rumah mereka berhadapan tapi Sehun baru menyadari Yoona tinggal bersebrangan dengan rumahnya.

"Maaf, kau lihat aku tadi?" Tanya yoona sambil menunjuk ke arah rumahnya "ternyata kita tetangga." Ucap Yoona lagi. Sehun masih diam tapi telinganya masih mendengarkan Yoona.
"Ada apa kau kemari?" Tanya Sehun kemudian. "Mmm.. tentang aku tinggal disini kumhon tolong rahasia kan." Pinta yoona yang membuat Sehun tertawa.

Tak jauh ponsel Sehun bergetar tanda panggillan masuk dari Suho.

***

Suho kini berlari kencang dan berusaha mencari tempat bersembunyi. Dia sudah tak tak kuat untuk menahan luka di sekujur tubuhnya. Satu lawan sepuluh orang. Rupanya Nickhun membayar para preman untuk menggabisinya dan meminta Suho datang sendiri untuk nenghabisinya dan jika Nickhun kalah,dia harus merelakan drum miliknya. "Sehun cepat angkatlah..." lirih Suho.

Sehun masuk ke dalam rumahnya. Ia baru menyadari bahwa Suho menelponnya. Cepat cepat dia memakai jaket lusuhnya dan menghubungi DO.

Mereka Eyecandy cepat cepat mencari keberadaan Suho. Tapi pandangan meteka kini beralih pada seorang pria yang tak jauh darinya . Dia adalah Suho yang berlari dari Kerumunan Preman.Na'as sebuah mobil melaju dengan cepat dan menabrak Suho yang sedang berlari ke arah Eyecandy. 

Melihat itu Eyecandy tidak tinggal diam cepat cepat dia meraih tubuh Suho sangat di sayangkan mobil itu lebih dulu dan Suho kini jath tergelepar berlumuran darah. Nickhun dan yang lain melihat itu pun langsung kabur.

Tapi dengan cepat Eyecandy mengepung Nickhun dan memukulinya bertubi tubi.

---

Kejadian itu benar benar membuat Eyecandy terpukul. Dan Taecyeon dan kawan kawannya merasa bersalah kepada Eyecandy atas perilaku Nickhun. Nickhun hanya bungkam sambil menutupi rasa takut. Bayang bayang Suho yang tergelepar itu benar benar membuat Nickhun bergidik ngeri.

"Annyeong, Hye rim - Ahh.." sapa Yoona sambil memandangi bangku Eyecandy yang kosong. "Kau tau Yoong? Nickhun menyewa preman untuk mengabisi Suho." Mendengar hal itu Yoona buru buru pergi mencari Taecyeon.

"Yakk.. IM YOONA aku belum selesaii.." teriak Hye Rim. Yoona pergi mencari  Taecyeon . Dia berharap Taecyeon tidak ada sangkut mautnya dengan Eyecandy. Dia tak ingin Sehun terluka..

A/N :  Annyeong^^ maaf baru update. Untuk part ini segini dulu yaa.. tunggu part part selanjutnya :)





TimelineTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang