Hidup bersama rerumputan
Pun pada batang dirasa nyaman
Tak seindah tulip wujud rupanya
Tak seharum melati semerbak wanginya
Terlihat daun menutup seketika
Kala sembarang tangan menyentuhnya
Seakan malu tak ingin membuka
Namun lainnya tetap pancarkan warna
Tetap menunggu putri malu disana
Hingga datang insan lain kepadanya
Insan yang memilih lebih dulu memetiknya
Tanpa harus menyentuh putri malu sebelumnya
Jakarta, 2 April 2017
KAMU SEDANG MEMBACA
Selaksa Kata
PoetryKetika segala kisah melebur ke dalam selaksa kata, hingga menjadi sebuah retorika tertulis yang bersifat abadi bersama ayunan pena Highest rank #113 in Poetry (10-06-2017) #87 in Poetry (29-06-2017) #74 in Poetry (12-07-2017)
