Di bawah langit kelabu dan diiringi rinai hujan ku terpaku
Menatap kilas balik episode di masa lalu
Canda dan tawa melebur menjadi satu
Yang demikian itu tak akan terulang
karena waktu terus melangkah maju
Redup cahaya bintang di kala malam kelam
Tak mengikuti gemerlap cahaya arteri perkotaan
Jatuhnya tetesan hujan di tengah malam pekat
Mengisyaratkan hadirnya pilu pada sanubari terdalam
Diselimuti oleh dinginnya angin malam
Ku curahkan rasa rindu yang tak bertuan
Hingga ku lihat bulan mulai menampakkan batang hidungnya
Seolah rindu akan cahaya bintang yang selalu menemaninya
Tak akan terhempas dalam ingatan
Segala kisah yang menyenangkan jiwa
Kisah indah yang terjadi di sekolah itu
Bersama dengannya yang tak peduli pada rasa yang membelenggu
Jakarta, 8 Mei 2017
KAMU SEDANG MEMBACA
Selaksa Kata
PoetryKetika segala kisah melebur ke dalam selaksa kata, hingga menjadi sebuah retorika tertulis yang bersifat abadi bersama ayunan pena Highest rank #113 in Poetry (10-06-2017) #87 in Poetry (29-06-2017) #74 in Poetry (12-07-2017)
