7 bias warna terlukis di kanvas biru
Kelabu putih terpajang guna mengisi celah tak beratur
Berhias surya yang kembali bertapa dari sebelah timur
Memberi kesan syahdu tuk penikmat panorama biru
Rupa 7 warna hadir memikat sang pecandu
Candu akan indahnya perhiasan langit biru
Membiarkan dia terpana tanpa pernah mengenal waktu
Dan mencegah dirinya berpaling dari 7 warna berpadu
Seketika kelabu kelam datang bertamu
Menginjak singgasana biru tak kenal malu
Mengusir bias warna untuk lekas pergi menjauh
Membuat sang pecandu enggan menatap langit kelabu
Namun atap dunia tak pernah mengeluh
Membuat sang pecandu tetap menetap di tempat dahulu
Menanti kelabu hitam suntuk untuk sementara waktu
Hingga rupa 7 warna kembali hadir guna memikat sang pecandu
Jakarta, 8 Juli 2017
KAMU SEDANG MEMBACA
Selaksa Kata
PuisiKetika segala kisah melebur ke dalam selaksa kata, hingga menjadi sebuah retorika tertulis yang bersifat abadi bersama ayunan pena Highest rank #113 in Poetry (10-06-2017) #87 in Poetry (29-06-2017) #74 in Poetry (12-07-2017)
