BAB 9

7.6K 417 10
                                        

"Kau mau ke mana?" tanya Elianra ketika mendapati Hazel sedang merias wajahnya. Dilihatnya wanita itu mengenakan long dress berwarna putih yang mengikuti lekuk tubuhnya. Perutnya belum menunjukkan bahwa ia hamil, itu sebabnya Hazel dengan santai mengenakan dress cantik itu.

"Ada pesta ulang tahun temanku," jelas Hazel.

"Kau akan pergi sendiri? Kau bahkan belum izin padaku."

Hazel berdecak. "Sejak kapan aku harus izin padamu kalau aku mau berpergian?!"

"Kau harus izin padaku karena sekarang aku suamimu. Dirimu tanggung jawabku," sahut Elianra tenang. "Begini saja, aku akan ikut denganmu."

"Dan membiarkan semua temanku tahu tentang kita dan kehamilanku? Kamu gila?!"

"Kau tak perlu mengakui siapa aku yang sebenarnya jika memang tidak ingin. Pokoknya kau tak boleh pergi sendirian," putus Elianra, lalu segera bersiap-siap. Hazel ingin berteriak marah, tapi teriakannya tertahan karena Elianra sudah menghilang di balik pintu kamar mandi.

***

Elianra membukakan pintu taxi untuk istrinya ketika mereka sampai di sebuah hotel di mana perayaan tersebut akan berlangsung. Hazel turun dengan gaya anggun miliknya.

"Ingat, El! Malam ini kau adalah sepupuku, kau paham?!"

Elianra hanya mengangguk singkat. Padahal dalam hatinya ia berharap sedikitnya Hazel mau mengenalkannya sebagai kekasihnya nanti. Tapi harapan hanya tinggal harapan. Jadilah Elianra berjalan di belakang Hazel yang sudah lebih dulu meninggalkannya.

Mereka menaiki lift dan sampai di salah satu ballroom yang terbilang cukup luas untuk sekedar perayaan ulang tahun. Wajar saja, James, teman Hazel yang merayakan ulang tahun ini, berasal dari keluarga yang serba berkecukupan. Bahkan sangat. Jauh di atas Hazel. James berteman dekat dengan Hazel sejak mereka masih SD. Ibu James berdarah Indonesia, sedangkan Ayahnya Amerika. Berbeda dengan Hazel, James memutuskan melanjutkan high school di negeri Paman Sam ini.

"Akhirnya kau datang little girl," kata James saat Hazel menjumpainya.

Hazel cemberut. "Stop call me like that... I'm not a baby anymore, Jae!"

Jae adalah panggilan khusus Hazel untuk laki-laki tersebut. Sementara James senang memanggil Hazel dengan sebutan little girl. Panggilan yang sejak SMA mulai tidak disukai Hazel.

James tertawa dan mengacak pelan rambut Hazel. "I didn't say baby... I said little girl," lalu James mengedipkan matanya pada Hazel.

"Aku lebih suka kau panggil babe daripada panggilan untuk anak kecil itu," protes Hazel sembari memeluk James erat. "Happy birthday, Jae. I miss you so bad, you know?!"

"I know. I always know," kata James mengusap kepala wanita itu. "Now..." James melepaskan pelukan mereka dan mengarahkan pandangannya pada Elianra. "... tell me who's that guy!"

"Oh... Um... Yeah, James, this is Elianra. My cousin."

Mendengar itu Elianra mulai mengulurkan tangannya kepada James. Mereka saling berjabat tangan dan menyebutkan nama masing-masing dan memulai pembicaraan kecil.

"Hazel! You're here, spicy!"

Ketiga orang yang mendengar suara cempreng tersebut segera berbalik menghadap si empunya suara. Hazel sudah tahu itu pasti Mytha, adik James. Begitulah James mengenalkan Mytha padanya dulu.

Rumah Untuk CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang