Ternyata Lo Tulus

825 40 0
                                        

"Ayo masuk" ajak Vivi.

Rania pun masuk ruangan itu. Ia Melihat Tubuh Ares diselimuti banyak perban. Wajahnya yang jelek pun tak kelihatan.

Tubuh Rania tergetar. Ia tak sanggup menyaksikan Ares yang malang seperti itu.

Ia duduk disamping Ranjang Ares. Menatap Ares penuh dengan kesedihan. Ia perlahan meraba rambut Ares.

Airmata yang sedari tadi sudah keluar bertambah deras setelah melihat keadaan Ares.

"Tulang tengkoraknya retak. Tangan kanannya pun patah total. Saat ini dia koma. Aku juga gatau kenapa bencana ini bisa terjadi. Selama ini hanya aku saja yang tahu. Aku nggak ingin Oma tahu." jelas Vivi.

"Ares hiks" ucap Rania lembut.

"Aku tinggal dulu, ya. Tadi seharian aku udah disini." Vivi pamit untuk pulang.

Rania mengangguk dan kembali menatap Ares.

Sesaat kemudian, polisi masuk ke ruangan Ares. Saat itu Rania sedang tertidur.

"Permisi." ucap Polisi itu. Rania pun terbangun "Apakah Ares Lesmana itu saudara Anda?" Tanya polisi itu kepada Rania.

"Eh. Iya pak. Saya temannya." ucap Rania.

"Saya hanya ingin mengantar ini saja" polisi itu memberikan tas milik Ares.

"Terimakasih, pak" ucap Rania.

Kemudian polisi itu pergi meninggalkan Ruangan Ares.

Rania sangat penasaran dengan isi tas Ares. Perlahan Rania membukanya. Di dalam sana ada kamera ares, buku, alat tulis dan notes warna merah muda yang sudah banyak kutipan puisi nya.

"Astaga. Ini kan, notes yang biasa nya aku dapet." Rania Terkejut. "Jadi, selama ini lo yang ngasih gue puisi puisi keren yang buat gue selalu baper tiap dapet notes itu." Rania menahan air matanya.

Rania mengambil Kamera Ares, tapi kamera itu sudah hancur. Rania pun hanya mengambil memory nya yang masih utuh. Ia juga mengambil kunci kamar Ares.

Jam menunjukan pukul 11 malam. Rania sangat penasaran dengan isi memori kamera itu, oleh karena itu ia memutuskan untuk pulang.

Sesampai nya di rumah, Papa langsung memberi Rania pertanyaan.

"Dari mana saja kamu?" Tanya Papa.

"Ares kecelakaan. Dia koma. Rania nungguin Ares sampai sadar" jawab Rania.

"Does he already wake up, dear? Tanya Mama.

"Not yet"jawab Rania singkat kemudian berlari ke kamarnya.

Ia mengambil laptop dan membuka isi memori itu di atas kasur.

Hampir 90% Isi dari memori itu adalah foto Rania.

Dari saat pertama Rania menginjakkan kaki di Kampus. Saat Rania memperhatikan guru di dalam kelas. Saat Rania cemberut. Tertawa. Kelelahan. Saat latihan Theater. Saat dikantin, diperpus. Dan saat Rania ditembak oleh Leo. Masih banyak foto candid Rania.

Hari ini ia benar benar terkena badai kesedihan.  Badai itu tak kunjung berhenti. Rania sangat menyesal karena selalu mengabaikan Ares.

Bodohnya gue yang selalu mengabaikan kebaikan lo

Mungkin ini hukuman bagi gue yang telah menyia nyiakan lo

Mulai saat ini gue nggak akan mengacuhkan lo lagi

Gue sayang sama lo

Rania manangis sejadi jadinya. Ia selalu berdoa kepada Tuhan agar Ares diberi kehidupan lagi agar Rania mampu membalas cinta Ares.

***

Keesokan harinya Rania memutuskan untuk TA. Ia harus ke rumah Ares untuk membuka kamar Ares dan melihat isi ruangan kesayangan Ares itu.

Setibanya di Rumah Ares, Oma menyambut baik Rania.

"Selamat pagi Oma." Ucap Rania sopan.

"Eh Nduk Rania. Sudah pulang dari bali toh?" Tanya Oma.

"Ee Rania nggak ikut, Oma. Ini mau nyusul. Ares nitip suruh ngambilin beberapa barangnya di kamar Ares" ucap Rania berdusta.

"Oh. Yasudah. Silakan masuk nduk. Kamar Ares ada di paling pojok atas itu" Oma menunjukkan Kamar Ares.

Rania membuka kamar Ares dengan kunci yang didapat dari tas Ares perlahan. Gelap. Rania mencoba mencari sakelar.

Tik. Lampu telah dinyalakan. Benar kata Luna, kamar Ares penuh dengan tumblr Lamp dan foto yang bergelantungan.

Di tembok utara, ada foto Ares bersama dengan keluarganya. Ketika Ares masih kecil. Ia tampak bahagia bersama kedua orang tuanya. Ada foto Oma dan bobby juga. Ada juga foto mobil bekas kecelakaan. Dan batu nisan kedua orang tua Ares. Quotes dalam foto bagian utara ini adalah : Happiness happenes here.

Di bagian timur, ada banyak foto wanita. Semua wanita itu adalah model Ares. Tanda kesuksesannya di bidang fotografer. Quote : sukses tidak terjadi begitu saja. Inilah bukti kesuksesan gue.

Di bagian Selatan ada foto teman - teman Ares. Vivi, Reyhan, Luna dan Rania. Quote : Berikan sejuta Teman untukku, niscaya akan ku cabut semeru dari akarnya. Berikan aku 4 sahabat niscaya akan ku getarkan dunia!

Dan yang di bagian Barat, ada foto foto yang ditata membentuk gambar hati. Seluruh foto disitu adalah foto Rania. Dengan Quote : Cinta pertama dan Terkahir. Insyaallah.

Rania tak dapat menahan air mata nya lagi. Ia pun tertidur di kamar Ares. Merasakan seluruh bau Ares yang merasuk ketubuhnya.

***

Setiap pulang kuliah, Rania selalu menjenguk Ares. Hari - hari selalu Rania habiskan di Rumah sakit. Ia ingin menjadi orang pertama yang dilihat Ares saat ia terbangun dari masa koma.

Pada Hari ke 21 koma, akhirnya Ares tersadar. Dan harapan Rania untuk menjadi orang pertama yang dilihat Ares terkabul.

"Ares! Lo sadar?" ucap Rania terkejut. Ares masih mencoba untuk membuka mata nya lebih lebar lagi.

"Suster! Ares udah bangun!" Teriak Rania. Suster pun segera datang.

"Lo siapa?" ucap Ares.

Res, jangan hilang ingatan.

Rania terkejut saat Ares tak lagi mengenalinya.

Once Again (COMPLETED) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang