Ares pulang denga mengendarai motornya pada kecepatan 90km/jam. Dari arah berlawanan, Sebuah mobil juga melintas sangat kencang.
BRUKKK!!!
Mobil itu menabrak Ares dan langsung berjalan menjauh dari TKP.
Ares tergeletak dijalan tak sadarkan diri dengan darah berlumuran di jalan.
Motornya sudah tak dapat dikenali lagi.
Banyak orang mengerumuninya dan memanggilkannya ambulan.
Setelah ambulan datang, Ares dibawa kerumah sakit.
"Dek. Sudah ku tabrak si Ares!" ucap Steven kakak Leo di telefon.
"Sip kak! Biar tau rasa tuh anak!" ucap Leo dari sebrang sana.
***
"Leo, kita putus aja" ucap Rania di cafe saat makan bersama Leo.
"Lo nggak salah ngomong kan, Ran?" tanya Leo tak percaya.
"Nggak! Lo tu cowok kurang ajar! Lo ciuman kan sama Luna pas Makrap?!" bentak Rania.
"Jangan nuduh sembarangan ya, Ran!"
"Terserah! Pokoknya mulai detik ini, kita putus!" itulah kata terakhir Rania sebelum meninggalkan cafe.
Rania pulang tapi tidak langsung ke rumahnya. Cafe itu sangat dekat dengan rumah Ares. Ia berniat mampir ke rumah Ares.
Ia membeli kue terlebih dahulu di toko roti. Kue kue itu untuk Bobby dan Oma. Juga Ares.
"Permisi!" ucap Rania
"Iya" Bobby membukakan pintu dan menyambut kedatangan Rania dengan bahagia. "Kak-Ran-i-aaa" Katanya senang
"Eh. Nduk Rania. Ares nya belum pulang, tuh" ucap Oma.
"Apa iya, oma? Kelas berakhir jam 3 sore tadi. Dan ini udah jam 5. Apa mungkin dia lagi ada job ya?" tanya Rania.
"Iya mungkin. Tunggu dulu aja. Paling habis maghrib dia pulang." ucap Oma pada Rania. "Bik. Tolong bikinin Nduk Rania minum!" perintah oma pada Bi Tum.
"Oiya oma, Ares sering cerita nggak tentang Rania?" tanya Rania.
"Setiap Hari, nduk. Sampai kuping Oma ini panas" ucap Oma sambil mengusap kedua telinganya.
"Ohya? Gimana Oma?"
"Seingat Oma, dia pernah bilang kalau di sekolahnya ada penjajah. Katanya dari belanda. Namanya Susah. Penjajahnya ndak pernah senyum. Kejam wajahnya."
"Kemudian dia bilang lagi kalau penjajah itu vampir. Soalnya dia ndak pernah memperlihatkan giginya. Takut kalau ketahuan mungkin."
"Apa lagi, ya. Banyak sih nduk. Oma suruh jangan dekat dekat kamu katanya."
"Hah? Kenapa Oma?" Rania memperbaiki posisi duduknya
"Katanya kamu itu kalau habis maghrib bakal berubah jadi kuntilanak."
"Hiih. Dasar yaa tuh anak."
"Tapi dia bingung. Kenapa Dia bisa jatuh cinta sama siluman kuntilanak. Heheh"
Rania terdiam. Dia semakin tak sabar ingin bertemu dengan Ares.
"Nduk. Oma mau lihat film india dulu, ya." ucap Oma.
"Heheh iya Oma. Rania nunggu disini aja. Mainan sama Bobby."
Bobby asik dengan mainannya. Berkali kali rania menelfon Ares, tapi tak ada jawaban. Rania terlalu lelah hingga tertidur di sofa. Bobby yang menyadarinya, segera mengambilkan selimut untuk Rania.
KAMU SEDANG MEMBACA
Once Again (COMPLETED)
Romance"Gue cinta sama lo" - Ares 2010 "Gue enggak. Lo nakal" - Rania 2010 "Gue cinta sama lo" - Ares 2011 "Lo udah matahin hati gue" -Rania 2011 "Gue masih cinta sama lo" - Ares 2012 "Gue juga" - Rania 2012 *** Halo kakak kakak! Selamat datang di ceritaku...
