Rania sedang berbicara dengan Sarah di tepi kolam renang, Sarah tak marah kepada Rania.
"Jadi bagaimana? Apakah kamu masih mencintai Ares?" tanya Sarah setelah Rania selesai menceritakan kisahnya dengan Ares.
Rania menggeleng, "Aku tidak tahu"
"Aku tahu kamu masih mencintainya. Aku bisa lihat dari caramu menatapnya kemarin. Tidak papa, Ran. Katakan saja, aku sudah tidak mengharapkan Ares. Karena aku tahu ada orang lain yang telah menghalangi pandangan mata Ares terhadap wanita lain"
Rania menatap Sarah
"Orang itu adalah kamu," Sarah menepuk punda Rania.
Apa benar perkataan Sarah?
"Oh iya, apakah Andrew telah mengatakannya kepadamu?" Tanya Rania mengalihkan pembicaraan.
Sarah mengangguk,
"Apakah aku terlalu jahat kepada Andrew?" Tanya Rania lagi
"Mungkin. Tapi Andrew adalah orang yang baik. Dia pasti akan memakluminya." Sarah mengembangkan senyumnya.
"Syukurlah. Tapi, bagaimana dengan mu? Aku tidak ingin menjadi perempuan yang jahat karena telah mengambil cintamu" Rania merasa bersalah.
"Hihihi. Justru aku yang akan bersalah jika memaksa Ares untuk mencintaiku" ucap Sarah bijak.
***
Ares mengikuti kemanapun langkah Rania. Tapi ia selalu nersembunyi jika Rania menoleh. Dia hanya ingin memastikan bahwa Rania baik baik saja.
Rania mengehentikan langkahnya saat ia akan memasuki gang kecil yang terdapar banyak preman. Ares melihat hal itu dan bersiap menghajar semua preman itu juka ia berani mengganggu pujaan hatinya.
Dengan langkah berani dan sedikit ragu, Rania memasuki gang itu. Semua mata oreman utu tertuju pada Rania yang mengenakan hotpant dan kaos tipis.
"Hey cantik!" Teriak salah satu dari preman itu kepada Rania. Kemudian tiga preman lain menghalangi jalan Rania. Rania sangat takut. Ia berharap ada orang yang akan menolongnya.
"Mari bermain sebentar, bitch" Ucap preman itu lagi sabil membelai paha Rania.
Plak! Satu pukulan dari Rania menjauhkan tangan preman itu. Preman itu langsung mendorong kasar tubuh Rania ke tembok.
"Ares" ucap Rania sambil memejamkan matanya. Ia teringat Ares yang selalu melindunginya dimanapun ia berada.
"Heiii!" Teriak seseorang dari ujung gang. Semua mata terruju pada seseorang itu. Rania pun membuka matanya.
Preman tadi melepaskan Rania. Rania menyipitkan matanya untuk melihat siapa orang itu.
Ares.
Mata Rania berbinar. Ia tak percaya Ares ada di dekatnya.
Ares melangkahkan kakinya mendekati kumpulan preman itu.
"Kalian pikir, dengan menikmati wanita ini akan terasa menyenangkan? Dia tak punya lubang" kata Ares dengan wajah garangnya.
Preman - preman itu saling memandang.
"Tak usah banyak omong!" Kata salah satu preman yang membawa tongkat kasti.
"Aku pernah menikmatinya. Ugh, penampilannya saja yang seperti perawan. Dalamnya seperti milik nenekmu"
Rania memandang sinis Ares. Sementara preman - preman itu menatap jijik kepada Rania.
Blusshh! Satu pukulan mengenai belakang leher Ares hingga membuatnya terjatuh.
"Apa kau tak paham arti diam!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Once Again (COMPLETED)
Roman d'amour"Gue cinta sama lo" - Ares 2010 "Gue enggak. Lo nakal" - Rania 2010 "Gue cinta sama lo" - Ares 2011 "Lo udah matahin hati gue" -Rania 2011 "Gue masih cinta sama lo" - Ares 2012 "Gue juga" - Rania 2012 *** Halo kakak kakak! Selamat datang di ceritaku...
