a Kiss. a Hug. a long night.

32.9K 787 5
                                        

Justin POV
Sedari tadi aku memperhatikan Callysta yang sedang membereskan pakaiannya,sesekali dirinya mendesah berat,heh ada apa dengannya??apa dia kelelahan??ck..kenapa aku peduli dengannya?!
“aku mandi duluan!”seruku menggengam knop pintu,ini peperangan antara aku dan Callysta,aku harus menang,harus aku yang mandi terlebih dahulu!
“apa?tidak aku dulu!!”jawab Callysta,bahunya menyenggol bahuku keras.
“aku!!”
“ck akuu..”
“akuu!!”
“AAKUU”
kami saling menyenggol bahu,mendorong tubuh lawan dengan keras,memperebutkan knop pintu lebih tepatnya memperebutkan kamar mandi!
aku mendorong bahunya keras,hingga dia jatuh terperanjat kesamping,aku tak peduli,ini kesempatan!aku membuka pintu kamar mandi cepat lalu membantingnya keras,kudengar dia mengaduh kesakitan,hatiku terenyah ..aku jadi tak tega..apa aku terlalu kasar ya?apa aku harus minta maaf? ahh tidak! tapi…aku memutuskan utuk melihat keadaannya,kubuka pintu kamar mandi lagi,hanya kepalaku yang keluar”kau tak apa apa?”tanyaku sedikit cemas.
“DASAR KAU!”ia melempar handuk ditangannya kewajahku,dengan cepat aku menutup pintu kemar mandi lagi,selamat..dia tak apa apa.. 

*******

Callysta POV

Ahh sudah 1 minggu aku di italia,kalian tau apa saja telah aku disini?tidak ada..aku bosan setiap hari aku hanya berada didalam hotel ini,duduk didepan televise menonton hingga kelelahan,aku mulai muak,justin selalu berpergian dan tidak mengajaku!jahat bukan?
“justin…”panggilku pelan.
“hm..?”
“aku bosan justin..”seruku padanya yang tengah bersantai diatas tempat tidur.
“apa peduliku?”
“ayooo kita jalan jalann…”pintaku padanya,sebisa mungkin aku membesarkan mataku, memohon dengan wajah memelas andalanku. siapa yang tidak kasihan kalau sudah melihatku seperti ini? bahkan anjik galak tetangga sebelah saja tak tega melihatku seperti ini. “ck..tidak aku sedang malas..”
“yaaahh.. ayolah jusstinn…” sialan, ternyata dia tidak mempan. ternyata dia lebih kebal dari pada anjing tetangga sebelah rumahku.
“tidakkkkk…” dia mulai bermain nada tinggi.
“yasudah..”aku memasang wajah sedih,dia benar benar jahat!
“ck..baik..baik!!pergi mandi sana!!15 menitt!!”ujar justin menatapku lurus.
aku kontan berteriak kegirangan“yeeeeee”aku beranjak dari dudukku ,dengan cepat kuambil jubah mandiku lalu melesat kedalam kamar mandi.

5 menit kemudian.

 “ahh segarnyaa…”tukasku tanganku yang sedang menggenggam handuk kecil sibuk mengusap rambutku yang basah,aku melirik kearah dinding masih jam 7 malam.

“Callysta..”panggil justin,aku menoleh aktivitas mengusap rambutku yang basah terhenti.
“apa??”
“kupikir..perginya tidak jadi saja ya..aku ..MALAS!”jawabnya tanpa merasa merasa bersalah. what the fuck?
“JUSTIN!!!kau ini lelaki bukan sih! kenapa kau mengingkari janjimu!?"
“sudah kubilang..aku malas pergi!!! lagian, aku tidak ada berjanji apa apa padamu”tutur justin membalas teriakanku tak kalah kencang.
“Ishhh!!AKAN KUBUNUH KAU!!”aku melangkah cepat ketempatnya,akan kucekik lehernya itu sampai kehabisan nafas,akan kumutilasi tubuhnya hingga 100 potongan kecil ,akan..akan kutarik semua rambutnya hingga gundul,akan kucabut kedua bola matanya hingga buta,akan  ahh dia akan MATI!
“kemari kau..!!!”
“aa .. apa yang mau kau lakukaaaan????”tanya justin,tubuhnya mengambil ancang untuk berlari.
“aku akan MEMBUNUHMU BIEBER!”jawabku dengan suara dibuat buat seram,mengerikan,mematikan,menakutkan atau apalah namanya itu.
“aaaaa …”pekik justin sambil berlari menjauhiku,aku mengejarnya,lupa dengan keadaanku sekarang yang hanya memakai JUBAH MANDI.
“kemarii kau bieber!!”
“aaa…..helpp..heeellllp…”
oke. aku dan dia terlihat seperti anak playground saat ini. bahkan dibawah umur anak playground. tapi apa peduli kami? ini seru. sepertinya.
“justin…hidupmu tak akan lama lagiiii…”ucapku dengan suara serak akibat berteriak teriak sejak tadi.
“a apaa?apa kau kesurupaann??”tanyanya ketakutan,ia menjauhiku,tubuhnya telah berada diujung kematian(baca sudut kasur)sedikit lagi dia akan jatuh kejurang kematian(baca lantai hotel).
Aku semakin mendekatinya lalu meraung”aarrrrwwww”kesepuluh jariku membuat sebuah bentuk cakaran,ia terpana sesaat,detik kemudian tubuhnya bertolak kebelakang ,aku kaget setengah mati kalau sampai kepalanya pecah karna terbentur dengan lantai dan itu semua akibat ulah bodohku.dengan cepat hanya sepersekian detik aku menarik tangannya mencegah tubuhnya terhempas kebawah.
Well,aku telah menyelamatkannya dari kematian(baca benturan kecil)..aku senang akan hal itu. hanya satu yang tidak kusuka saat ini,disaat aku menyelamatkannya tadi,aku menarik tangannya kearahku,karna aku tak sanggup menahan tubuhnya yang lebih berat dari padaku,aku terhempas ketempat tidur dan lebih parahnya lagi dia ikut terhempas bersamaku tepat dia diatas tubuhku. kau bisa membanya dengan huruf capital jika mau. DIATAS TUBUHKU!
Hening.
aku bisa merasakan, angin dingin yang menusuk kulitku. jubah mandiku terbuka, tapi aku tak bisa berkutik ketika tatapannya yang begitu lembut menusuk hingga retina mataku begitu dalam..sepi senyap tak ada suara diantara kami,hanya ada hembusan nafas .. wajahnya mendekati wajahku.. hembusan nafasnya menerpa wajahku,aku sedikit khawatir..apa yang akan terjadi? Aku tak bisa menolak,tak bisa memberontak,aku menginginkan ini, sudah lama..ciuman darinya.
Kututup kedua kelopak mataku,aku rasa aku siap untuk ini.. bibirnya menyentuh bibirku lembut,begitu hangat dan basah.. ia mengecup bibirku lembut 2 menit lamanya,kecupannya itu digantikan dengan lumatan di bibirku,ciuman ini adalah ciuman nafsu darinya,aku tak segan segan membalas.. aku lupa dengan semua kekesalan atau kemarahanku terhadapnya selama ini. selama belasan tahun aku hanya bisa memandangnya dari jauh. aku harap waktu berhenti saat ini. Ciumannya mulai turun kebawah,semakin panas..tak ada yang bisa menghalangi kami.. Untuk yang pertama kalinya,kami melakukan itu.

Author POV
Matahari tergantung indah dilangit biru,beberapa jam yang lalu burung burung yang berkicau membangunkan beberapa penduduk italia,tapi tidak dengan sepasang sejoli yang masih tergolek diatas tempat tidur mereka hingga kini,justin dan Callysta.
Tubuh mereka yang polos ditutupi dengan selimut tebal putih,pagi ini terlalu melelahkan untuk mereka.
Callysta menggaruk puncak kepalanya yang gatal,ia mengerjapkan matanya beberapa kali,nyawanya belum sepenuhnya terkumpul,ia tak ingat akan kejadian semalam,bahkan tak sadar kalau ia sedang tidur bersama dengan justin di satu tempat tidur.
“jam berapa ini??”tanyanya dengan suara parau,ia melirik jam dinding disampingnya, 10.30 “astaga…hari sudah siang..”
ia kembali menggaruk puncak kepalanya dan kembali menutup matanya sejenak,ia meraba tubuhnya yang ditutupi selimut tebal putih.
sepertinya…
ia membuka matanya cepat,matanya terbelalak besar ketika mengetahui tubuhnya dalam keadaan polos..dan..dengan segera ia menoleh kearah sampingnya..mendapati suaminya masih pulas dalam tidurnya.
ya tuhan..semalam aku dan justin??
sudut sudut bibir Callysta terangkat,ia tersenyum di dalam hati mata dan wajah,dia telah dimiliki sepenuhnya..oleh lelaki disampingnya saat ini..
Setelah meyakinkan dirinya beberapa kali,ia mengguncang tubuh lelaki disampingnya pelan bermaksud ingin membangunkan lelaki ini”justin..justin..hei wake up..hei..justin??..”
“mmhh…”
“justin..heii bangunlah hari sudaah siang…just..whuaaa”Callysta berteriak kecil karena gerakan tiba tiba justin,lelaki ini menarik tubuh Callysta kedalam dekapannya.. hangatt.. batin mereka masing masing.
Callysta mendorong dada justin pelan “just..??a apa yang kau lakukan??”
“sstt..”justin menangkap tangan Callysta lalu meletaknya disebelah tubuhnya kemudian mempererat dekapannya “tetaplah seperti ini..”
Callysta mengerutkan keningnya sesaat kemudian pipinya merah merona,ia tersenyum malu”aku selalu memimpikan hal ini..bersama mu justin”ucap Callysta didalam hati. (Christina Perri – A Thousand Year)

Dreams MarriageCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang