2 Bulan Kemudian
Pagi ini terasa indah,ketegangan diantara pasangan suami istri itu mulai mereda,suasana rumah itu sudah tak sepanas ataupun sedingin seperti dulu lagi,benar benar tentram dan damai..
Kandungan Calysta sudah menginjak dua setengah bulan lamanya,waktu terasa berlalu begitu cepat.
Calysta meraba perutnya,ia tersenyum simpul kearah kaca,ada perubahan kecil diperutnya,ya..terlihat sedikit besar.
Ia terkekeh tanpa suara,kapan kau keluar sayang?mom sudah tak sabar mengendongmu.
“jangan merabanya terlalu lama..”
Calysta mendongak,ia terkekeh kecil,ia menatap lelaki itu dari cermin didepannya,lelaki itu berjalan mendekatinya kemudian memeluknya dari belakang,ia menaruh kepalanya dibahu Calysta”kau terlihat cantik dengan gaun ini”ujar lelaki itu seraya juga ikut meraba perut istrinya.
“hahaha kau ini bisa saja..”kata Calysta malu,justin memiringkan wajahnya sehingga mulutnya tepat berada didepan telinga Calysta.
“yeah tentu saja..aku ini suami paling romantis di dunia,kau harus berbangga karna mempunyai suami setampan aku”bisik justin,Calysta menoleh sedetik kemudian gelak tawanya muncul.
“kau terlalu percaya diri mr.bieber..”Calysta kembali menoleh kearah cermin,ia menatap pantulan dirinya bersama suaminya,dan juga Anaknya-yang masih berada didalam kandungannya-.Selang beberapa menit mereka berdiam diri dalam kemesraan,Calysta membuka matanya”berhentilah mencium pipiku”tegur Calysta,justin menghentikan hujaman ciumannya dipipi Calysta”ayo,nanti kita terlambat..”
Justin melepas pelukan itu,ia memandang gerak gerik Calysta,wanita itu mengambil tas kecilnya setelah itu tersenyum kearahnya”ayo..”justin tersenyum,dirangkulnya pingang istrinya dari samping,kedua calon ibu dan ayah itu melangkah keluar dari kamar mereka.
***
Suasana pesta pernikahan itu begitu ramai,kerabat kerabat Nicole tengah menikmati pesta pernikahnnya,senyumnya mengembang lebar ketika melihat pemandangan segar didepan matanya,Calysta dan justin berjalan menghampirinya,tampak olehnya bahwa justin merangkul mesra Calysta,sedangkan wanita itu hanya tersenyum penuh arti.
Tukang pamer,kata Nicole diakhiri tawa kecil,Calysta dan justin menghentikan langkah mereka”lihatlah..betapa mesranya kalian..”goda Nicole,suaminya menoleh seketika ia tersenyum lebar.
“hai cally..lama tak berjumpa,kemana saja kau huh?kau sudah melupakan lelaki tampan ini huh?”sambar greyson tanpa memperdulikan justin yang menatapnya.
“hahaha,tentu saja tidak grey,ohh aku sangat merindukanmu”Calysta memeluk greyson didepan justin dan Nicole,sangat terang terangan. justin sedikit terkejut dengan sikap Calysta barusan,perasaan cemburu itu muncul,Nicole menatap pemandangan didepannya dengan senyuman yang menghiasi wajahnya,ia tak keberatan dengan pelukan itu,itu pelukan persahabatan,ia tau itu.
***
Monitor pendeteksi detag jantung itu mengeluarkan nada beraturan,tit..tit..tit.. sudah 3 bulan lamanya monitor itu mengeluarkan nada yang sama,tak pernah berubah. Wendy menatap monitor itu seksama,memperhatikan dengan detail garis garis didalamnya,ia kembali terisak,ia merindukan putrinya..selena.
Dihapusnya buliran air mata dipipinya cepat,ia tak mau putrinya mendengarnya menangis hanya karenanya-selena- ia menoleh menatap prihatin putrinya”kapan kau bangun sayang?”tanya wendy parau,ia meremas jari tangannya sendiri,ia tertunduk lemas,kapan putrinya akan segera sadar dari komanya dan kembali ceria seperti dulu lagi? Secercah harapan itu muncul,tuhan memang maha adil,selena..merasakan sentuhan tuhan di tubuhnya,ia mencoba menggerakan jari telunjuknya,sedikit demi sedikit,sebentar lagi gadis itu akan kembali.
***
Calysta menutup pintu mobilnya pelan,setelah seluruh tubuhnya masuk dengan sempurna,ia menoleh kearah justin yang mulai menstater mobilnya. lelaki itu tak banyak bicara selama di pesta pernikahan Nicole,apa benar karna pelukan tadi?
“justin..”panggil Calysta hati hati.
“hm?”
“kau marah?”tanya Calysta pelan.
justin menghela nafas panjang,ia menggeleng tak yakin.
***
“aku tak mau tau! Kalau dua bulan lagi aku tak mendapatkan hasil apa apa..aku akan memecatmu!” Jasmine menarik nafas dalam,ia dibuat frustasi dengan lelaki yang berdiri didepannya“baik baik..dua bulan lagi..”sejujurnya ia belum tau apa yang akan diperbuatnya dengan sepasang suami istri itu.
Jordan melangkah keluar dari kantor jasmine tanpa mengatakan apa apa lagi,jasmine memainkan jari jarinya diatas meja,mengetuk ngetuk meja itu dengan nada tak beraturan.
***
Everything's cool, yeah.
It's all gonna be okay, yeah.
And I know maybe I'll even laugh about
it someday, but not today, no.
Cause I don't feel so good, I'm tangled
up inside. My heart is on my sleeve. Tomorrow is a mystery to me.
“good night justin..”Calysta menarik selimutnya kemudian mencoba terlelap membelakangi justin,lelaki itu tak membalas ucapan selamat malam darinya.
10 menit kemudian
Mata itu terlalu susah diajak berkompromi,Calysta mendesah kesal,dia tak bisa terlelap. Ia tidur terlentang,memandang langit langit kamarnya,kemudian memandang justin,lelaki itu juga sama sepertinya tadi,memandang langit langit kamar seperti menerawang sesuatu.
“kau belum tidur?”tanya Calysta berbisik,justin melirik Calysta acuh kemudian tidur menyamping membelakanginya,wanita itu mendengus kesal,dia sudah tak tahan!
“katakan apa masalahmu!”tuntut Calysta setelah posisinya duduk sempurna diatas tempat tidur. Justin tak bergeming,ia memilih diam”justin!”Calysta mengguncang lengan lelaki berambut blonde itu kencang,Justin menepis tangan Calysta kasar.
Calysta yang kaget dengan perlakuan justin tersentak kecil,ia mulai frustasi,baiklah..kalau begini caranya,aku juga memilih diam. Calysta ikut tidur membelakangi justin,ia mencoba menutup matanya tetap tak bisa,buliran air mata itu turun membasahi pelipisnya,ia terisak kecil,bahunya berguncang kecil,sejahat itukah dirinya?
Justin merasa bersalah atas tindakan tadi,ia tak tau harus melakukan apa sekarang,ia menyesal dengan perlakuan terhadap istrinya,bukankah itu perlakuan yang tak pantas? Justin mengubah posisi tubuhnya menjadi duduk,ia menimbang nimbang sejenak apa ia harus minta maaf? Tanpa pikir panjang lagi justin menaruh tangannya dilengan Calysta yang terbuka,ya memang wanita itu hanya memakai underwear hijau dan tank top hijau garis garisnya. "cally..”panggil justin pelan”look.. I I’m sorry”Calysta masih terdiam dalam tangisnya”aku..aku hanya tak suka kau berpelukan dengan lelaki lain..”Calysta tak bergeming,ia mengusap air matanya,justin mengalah ia berpikir mungkin besok mereka bisa berpikiran jernih.
Justin mengambil posisi tidur terlentang,ia menopang kepala belakangnya dengan kedua telapak tangannya,tanpa diduganya Calysta membalikan badannya agar leluasa menghadapnya”dia hanya sahabatku”ujar Calysta parau,justin tersenyum baiklah kalau benar memang sahabat.
“I’m sorry..”kata justin menatap lembut Calysta,wanita itu menaruh tangannya didada bidang justin yang telanjang. Ia mengelus pelan dada justin,kemudian menaruh kepalanya diatas lengan kiri justin,justin terkekeh kecil mendapatkan perlakuan dari Calysta,dipeluknya istrinya dengan satu tangan kirinya yang bebas.
Calysta tersenyum kecil”umm..justin kurasa kita butuh privasi ..”tukas Calysta masih mengelus dada justin.
Justin mengernyit bingung”maksudmu?”
“tak mungkin kita selamanya akan tinggal disini kan?”
“oh begitu,baiklah…besok aku akan membicarakannya dengan dad,dia pasti mengerti” Calysta mengangguk,ia mendongan menatap justin”lagian aku malu,jika kita melakukannya akan terdengar sampai kamar sebelah”
“melakukan?melakukan apa?”Calysta mendekati telinga justin,kemudian membisikan sesuatu disAna.
Justin terkekeh kecil,ia mengecup kening Calysta dengan lembut”good night sweetheart”bisiknya.
Calysta tersenyum”good night too my dear”
Kedua sejoli calon ibu dan ayah itu tersenyum bersamaan,ini awal yang sempurna.
And it was wonderful,
It was magical,
It was everything I've waited for
A miracle
And if I should ever fall in love again
with someone new,
(Ohh,)
It could never be the way,
No it will never be the way
I loved you
