Beautiful Country named Indonesia

17.2K 412 3
                                        

“hei wake up honey”justin menyentuh pipi Callysta lembut”kita sudah sampai”
Callysta mengerjapkan matanya berulang kali. Samar samar ia melihat wajah tampan suaminya yang sedang tersenyum kepadanya “rendang” igau Callysta.
Justin terkekeh kecil. ia takjub dengan istrinya. Begitu besarkah keinginannya untuk mencicipi makanan Indonesia yang bernama rendang itu. Hingga makanan itu merasuki dirinya. Dan memasuki mimpinya “ia…kita sudah sampai di jakarta” Callysta membelalakan matanya besar. JAKARTA? BENARKAH DIA SUDAH SAMPAI DI IBUKOTA INDONESIA ?

 ***

“astaga!”justin menepuk dahinya keras. Ia mengaduh sesaat kemudian kembali mengeluh. Betapa bodohnya dirinya “kenapa aku sampai lupa!”
Callysta mengernyit bingung. Lupa? lupa apa? Lupa kalau dia sudah mempunyai istri bernama Callysta Jansen ? well, yang sudah official menjadi Callysta Bieber tentunya. ohh tidak, tidak. HELL NO!
“akhhh… aku tidak bisa berbahasa indonesia…” beber justin pada dirinya sendiri. Callysta meng-oh panjang. Ternyata itu… dia mengambil ponsel di tas kecilnya. Ditekannya mencari nama seseorang di dalam contact nya kemudian menempelkanya ditelinga
halo… rendy… yeah it’s me… umm are u buzy now? I need ur help… I’m in Indonesia now… yeah… I can’t speak Indonesia… can u help me please… wuaa really ?? kyaaa thank u… thank u so much… now ? umm in soekarno hatta airport… really ? awww thank u so much… oke bye… “ Callysta menutup pembicarannya
Ia menoleh dan mendapati justin yang menatapinya curiga”siapa itu?”
“rendy”jawab Callysta tenang.
“re - re what?”
“rendy… R-E-N-D-Y”
“ada hubungan apa dia denganmu?” tanya justin yang tampaknya cemburu setengah mati. Jangan jangan selingkuhan Callysta. Callysta tersenyum ia membuka mulutnya bersiap siap untuk menjawab dan meggoda suaminya tapi tidak jadi. Sebuah mobil baru saja berhenti didepan mereka.
Seorang lelaki keluar dari mobil itu. Lelaki itu sangat tampan untuk ukuran pria Indonesia. Manis… dia juga mempunyai lesung pipi di wajahnya. Sama seperti Callysta. Kulitnya putih. Rambutnya sedikit acak acakan. Lelaki itu mengenakan kaus oblong putih dan celana jeans selutut. Dan mengenakan kaca mata. Hmm… simple tapi menarik.
“Callysta?”tanya lelaki itu memastikan. Callysta tersenyum sumringah. Dia RENDY!“rendy? Oh my god… kau rendy?”
“ya tentu saja” jawab rendy sambil memamerkan gigi putih susunya.
“kau terlihat berbeda dengan avamu di twitter”tutur Callysta
“benarkah? Apa aslinya aku jelek?
no no, you are good looking!
“haha terima kasih…” rendy menyadari sosok ketiga diantara mereka. “umm who’s this guy?”
oh… this is my husband… justin this is rendy… rendy this is my husband justin
hi nice to meet you”rendy mengulurkan tangannya. Tak lupa dengan senyuman manis di wajahnya. Justin tak membalas jabatan tangan rendy. Ia membuang mukanya. Untuk yang pertama kalinya dalah hidup justin. Dia bersikap tidak sopan.
“hmm”gumam justin. Rendy menarik uluran tangannya lagi. Dia menilai suami temannya ini 50. Kenapa? Karna tidak punya sopan santun.
Rendy memasukan kedua tangannya ke dalam saku jinsnya“mm baiklah.. sekarang kita kemana?”

  ***
“woaa.. lucu sekali… aku sangat menyesal baru datang sekarang… kalau aku tau Indonesia punya tempat wisata yang keren keren seperti ini.. kenapa tidak dari dulu saja aku jalan jalan kesini..”papar Callysta panjang lebar. Rendy tersenyum kecil melihat tingkah Callysta yang sedang menatap takjub kain batik.
“ari..apa tidak sebaiknya kita cari hotel dulu?”tanya rendy. Waktu sudah menunjukan pukul 8 malam. Tubuhnya mulai kelelahan karena sudah menemani Callysta dan justin mengelilingi Jakarta seharian. Emmm hampir semua objek wisata di kota Jakarta mereka datangi… Museum gedung gajah,Monas,Museum wayang,Ancol,Pulau seribu,Kebun binatang ragunan,Taman dunia fantasi Indonesia,Taman izmail marzuki,Monumen plokamator,Taman mini Indonesia indah,dan yang terakhir yang saat ini mereka sedang kunjungi.. salah satu toko batik terkenal di Jakarta.
“ohh ya.. ayo..justin tolong  bayar dikasir itu ya..”Callysta menyodorkan kain batik berwarna coklat kepada justin. Justin menerima kain batik itu setengah hati” terima kasih sayang… oh ya rendy… ayo kita ke mobil”Callysta menarik tangan rendy menuju mobil. Justin dongkol didalam hati. Kenapa dia jadi seperti pembantu Callysta? Dia kan suaminya?! Liburan yang sudah dibayang bayangkannya tadi malam pupus sudah.. ini tidak boleh dibiarkan!Rendy harus disingkirkan.Bagaimanapun caranya!
excuse me… sir? Are u gonna buy that’s batik?” justin mengdengus kesal. Ia mengeluarkan dompet didalam saku celananya. Kemudian mengeluarkan uang 50 dollar dari dompetnya.

 ***

“kita akan kemana lagi ?”tanya justin saat kakinya memasuki mobil milik rendy. Callysta tersenyum lebar.
“kita akan ke tempat rendang!”jawab Callysta dengan semangat 45. Rendy terkekeh kecil.
“bukan ketempat rendang Callysta.. it’s name west of sumatera”Callysta menyengir tak jelas.
“hehehe… yang penting disana ada rendang bukan ?”tanya Callysta sambil mengangkat kedua alisnya berulang kali. Rendy tersenyum. Wanita ini memang lucu.

 ***

FINALLY!”teriak Callysta didepan pintu bandara Tabing,Sumatra barat. Hari sudah menunjukan pukul 11 pagi.. mereka sampai dengan selamat. Justin risih dengan kelakuan Callysta yang berlebihan. Bukan karena childlish … ia paham dan mengerti akan sikap Callysta itu. Tapi.. Callysta sedang melompat lompat didepan pintu bandara. Dan anaknya!  Bagaimana kalau dia sampai keguguran?

“Cal?!bentak justin. Wajahnya memerah saking marahnya. Callysta tertegun. Ia menghentikan aktivitas lompat lompatnya “KAU…” justin mencoba merendahkan nada suaranya “kumohon berhentilah bersikap seperti itu.. kasihan hailee”
Callysta menarik nafas dalam dalam “I’m sorry”kata Callysta penuh sesal. Dia  melangkah berat menuju taxi yang sudah di pesan rendy sejak tadi. Rasa bersalah menyelimuti justin. Apa dia membentak Callysta terlalu keras? Akhhh kenapa dia begitu bodoh!

***

Didalam taxi.. Callysta tak mengeluarkan sepatah kata apapun semenjak ia dibentak justin tadi. Entahlah.. dia merasa malas saja. Ada rasa marah yang bergejolak didalam dirinya. Justin baru saja membentaknya.. kapan lelaki itu bisa mengerti dirinya?
“didepan belok kiri da” rendy menunujuk sebuah jalan yang disebutnya. Sang supir taxi yang dipanggil UDA tadi hanya mengangguk mengerti. Taxi itu berhenti tepat disebuah hotel bintang lima di padang. Rendy membukakan pintunya disusul Callysta dan justin.
Callysta masih teguh pada pendiriannya. Mendiami justin. Matanya menangkap rendy yang sedang mengobrol dengan seorang receptionist memakai bahasa yang tak dimengertinya. Pandangannya beralih ke luar yang dilapisi kaca bening. Seorang wanita paruh baya. Sedang berdiri menatapnya sambil tersenyum tulus. Wajah wanita tua itu sudah berkeriput. Rambut putih tipisnya digerai. Tangan kanannya memegang tongkat kayu yang terlihat sudah rapuh. Sepertinya tongkat itu sebagai penyangga tubuhnya. Pakaiannya begitu lusuh dan kumuh. Callysta mengerjapkan matanya berulang kali. Wanita tua itu.. siapa dia? Kenapa dia terus menyenyumi Callysta?
“ayo”Callysta terperanjat kaget ketika sebuah tangan menepuk bahunya. Dia menarik nafas lega ketika mengetahui bahwa lelaki itu Rendy. Ia membalikan badannya. Tubunnya menegang ditempat. KEMANA NENEK ITU?

***

Finally, well. Sorry for the typo. I mean I know there’s a lot of typo in this book. Sorry okay? I am trying the best that I can do for u all. Well, please VOMENT?

And THANK U SO WUZEY HAZEY FREAKING CRAZY MUCH. JUST YESTERDAY I FOUND THERE’S 1,8 READS AND TODAY . IT WAS 2,2 K ?!!?!!?!?!??! ASDFGHJKL . THANKS THANKS THANKS :* LOT OF LOVE @PutriSoulina

Dreams MarriageCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang