I will not make the same mistakes that you did
I will not let myself
Cause my heart so much misery
I will not break the way you did,
You fell so hard
I've learned the hard way
To never let it get that far - Because Of You ~ Kelly Clarkson
***
Justin tersenyum puas ketika proses meetingnya telah selesai,ia memijit pelipisnya pelan. Kepalanya sedikit pusing,tapi tidak apa.. akhirnya.. perusahan Zendaya Company mau bekerja sama dengan perusahaannya. Sekelebat tentang hubungannya dengan Callysta tiba tiba memenuhi kepalanya. Apa yang harus dilakukannyaa agar istrinya tidak marah lagi dan mau mengangkat telefon darinya?
Dia sangat merindukan sosok callysta saat ini... sangat.
"apa salahnya menelfonnya lagi?" gumam justin lantas mengambil ponselnya yang berada didalam saku kemeja. Dahinya berkerut bingung ketika merasakan saku kanannya kosong. Tangannya berpindah lagi ke saku kirinya,tapi nihil tidak ada. Ia menggerut kesal pada akhirnya, sebenarnya dimana ponselnya itu?! Seperti mendapatkan sebuah ide,justin memanggil salah satu Office boynya untuk segera menghadapnya.
"ada apa boss?"tanya sang Office Boy . Justin menjelaskan akar masalahnya,Office Boy menggeleng tidak yakin.
"maaf boss.. saya tidak melihatnya selama membersihkan ruangan anda"jelas laki laki dengan tubuh gempal didepan justin. Justin mengangguk kecil lalu menyuruhnya keluar. Laki laki itu mengangguk kemudian berbalik badan menuju pintu ruangan bossnya. Justin Brooks.
"Ryan!"
"ya boss?"Ryan. Office boy tersebut berbalik dan menatap sang bos bingung.
"apa kau melihat jasmine?"tanya justin,baru saja dia teringat pada wanita itu. Sejak dia datang kekantor tadi.. dia sama sekali tak melihat batang hidungnya.
"maaf saya tidak melihatnya boss"aku ryan. "saya permisi dulu boss"Justin kembali mengangguk.
"RYAN!"teriak justin. Suaranya menggema diruangan kosong itu. Ryan membalikan badannya,didalam hati dia mengutuk bossnya. Sedikit kesal."aku ikut denganmu" tutur justin seraya bangkit dari kursinya. Ryan mengehembuskan nafasnya kesal 'ternyata hanya karna itu kau memanggilku '
"ayoo keluar"justin merangkul bahu Office boynya itu keluar dari ruang meeting yang kini akan menjadi saksi dimulainya konflik ini.
***
Jasmine menatap geram pintu hotel didepannya. Sudah 4 jam lebih dia berdiam diri dikamar bossnya tapi lelaki itu tak kunjung kembali dan mengambil ponselnya. Sebenarnya apa yang boss nya itu pikirkan saat ini? Apa dia tak merasa resah jika tidak menelfon istrinya ? setahu dirinya.. hampir setiap hari bossnya itu menelfon istrinya. Tapi kenapa sepertinya justin tak membutuhkan ponselnya saat ini?!
Jasmine menepuk jidatnya keras. Betapa bodohnya dia.. justin kan bisa saja memakai telefon kantor untuk menelfon Callysta! DUH!
***
Sementara itu di salah satu kamar hotel lainnya. Seorang lelaki sedang tersenyum puas menatap monitornya . sepertinya wanita jalang itu sedang stress. Dari speakernya dia bisa mendengar suara jasmine yang kesal karna justin yang belum kembali jua. Sepertinya.. rencana gadis jalang itu tidak akan sukses sesuai rencananya. Hahahaha.
Nick mengeraskan volume speakernya. Gadis itu sedang bergumam tidak jelas tapi dia sedang tersenyum ..licik?
"astaga.. kali ini apa yang akan kau rencanakan lagi huh?"tanya nick kesal. Tampak dari gambar di monitornya. Jasmine sedang menelfon seseorang dan raut wajahnya tiba tiba berubah. "arghh bitch!"
