Aku melangkahkan kakiku menuju lapangan belakang sekolah. Di sana sudah ada panggung yang mana akan jadi tempatku menari dalam acara pentas seni sekolah yang akan diadakan esok hari. Ya, aku dan teman-teman satu tim dance diberi kesempatan untuk menampilkan koreografi buatan kami. Buatan Ochi lebih tepatnya. Sesungguhnya aku tak begitu tertarik dengan hal-hal semacam ini. Tapi karena Ochi datang padaku sambil memohon dengan wajah memelasnya, akhirnya aku mau bergabung dengan grup tarinya. Selain itu, dia juga mengiming-imingi aku dengan imbalan mentraktirku es krim Trico selama seminggu penuh. Siapa yang akan menolak jika sudah seperti itu?
Diam-diam ternyata anak itu berbakat di bidang seni tari. Tak hanya modern dance, dia juga sering tampil dalam acara sekolah untuk menarikan tari tradisional. Sebentar lagi dia akan ikut lomba tari bersama dengan seorang kakak kelas yang bernama Mbak Anggun dari kelas XII IPS 2.
Sudah cantik, baik, ramah, sopan, beuh incaran hampir semua siswa di sekolah.
Oke, balik lagi ke grup tariku.
Dalam grupku terdapat 7 orang, termasuk aku dan Ochi tentu saja.
Yang pertama ada Mahardika Jaya. Anak IPA 2. Anak band tapi aku paksa ikut dance. Wkwkwk
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mahardika Jaya
Kalau ini gebetannya Dika, namanya Elisa Purbasari. Panggilannya Lisa. Imut unyu-unyu. Sama, dia di kelas IPA 2.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Elisa Purbasari
Selanjutnya ada Vita Ayu Permata. Jagonya tari tradisional. Sering lomba dimana-mana. Baru kali ini dia coba modern dance, tapi not bad lah. Dia bisa ngikuti temen-temen dengan baik. Dia kelas IPA 1.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.