(Bonchap) I still Hate You

4.2K 364 11
                                        

VOTE DULU BOLEH LAH

















●●●

"Yang, habis pemotretan makan yuk," ajak Allen.

"Kamu makan mulu deh. Inget ya kamu tuh ada schedule minggu depan. Gak ahh nanti kamu tambah gendut. Kalo mau ngegym aku temenin."

"Sekali doang. Richeese ya? Please?"

Kalau udah ngedip-ngedipin mata sambil melas ini aku yang makin gak tahan. Hadeh dasar bocah.

"Aduh iya deh. Sekali doang, lalu besok ngegym. Gak mau tau."

"Iya iya. Pokoknya sekarang richeese."

Heran ya, dia ganteng-ganteng makannya ngalah-ngalahin kuli bangunan. Sehari makan 4-5 kali dengan porsi kuli. Makan Richeese tuh dia gak terima sepaket ya. Dia selalu beli 2 paket combo spicy chicken terus minumnya yang large plus bbq cheesy wedges.

Itu perut apa karung?

Ahh tapi bodo amat lah ya. Beli pake duit dia ini.

Oh iya, sejak Allen nembak aku waktu itu, kami jadi semakin dekat. Kupikir gak ada salahnya aku ngebuka hati lagi ke cowok lain setelah sempet deket sama Jeffrey. And well... Sejauh ini kami nyaman bersama. Kami sudah hampir setahun pacaran. Jarang berantem, paling berantem masalah siapa yang harus nraktir cilok. Haha lol

Tapi sumpah ya cilok deket kampus kita tuh enak banget. Ada kuahnya dan sedap banget.

Kenapa kita malah ngomongin makanan?

Sekarang kita lagi pemotretan untuk satu majalah remaja. Awalnya yang ditawarin Allen doang, tapi waktu fotografernya liat aku, katanya suruh ikut sekalian.

Rejeki emang gak kemana.

Udah selesai pemotretan, kita beneran ke Richeese.

"Mbak, kami makan di sini. Combo fire chicken 3 paket, level 3 semua. Minumannya frutarian, 2 ganti yang large, yang medium esnya dikit aja. Tambah 1 BBQ cheesy wedges level 1," kata Allen ke mbak-mbak Richeese nya. "Yang, mau nambah lagi gak?"

"Enggak. Aku itu aja."

"Udah mbak itu aja," kata Allen.

Mbak-mbak Richeese menyebutkan totalnya kemudian Allen mengeluarkan sejumlah uang dari dompetnya. Tak lama kemudian makanan kami sudah siap. Allen bawa nampan berisi makanannya sementara aku pegangin tas kecil yang dia bawa.

Aku memilih duduk di luar. Jangan ditanya alesannya kenapa karena aku juga gatau. Aku lebih suka duduk diterasnya daripada di dalam.

"Le, kamu akhir pekan ada acara gak?"

"Enggak. Kenapa emang?"

"Nonton Annabelle."

"Aku sih gapapa. Ya kamu itu gimana? Kuat ndak?"

"Ayolah, aku pengen nonton ini. Temen-temenku udah nonton semua. Masa aku aja yang belum. Yayaya? Please?"

That wajah melas yang selalu berhasil meluluhkan hatiku.

[✔] TaruhanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang