1. Dua tahun yang lalu

21.2K 1.3K 160
                                        

Note :
Di cerita ini akan ada beberapa dialog dalam Bahasa Jawa. Translate akan disediakan di inline comment. Kalau misal ada yang belum diterjemahkan, tolong ingetin Mamah ya

Oh iya, jangan lupa tinggalkan jejak kalau suka sama work ini

Thank you





























Aku mematikan alarm dari ponselku yang berisiknya setengah mati. Hhhー pasti Mas Alex udah ganti ringtone alarmku.

Menyebalkan!

Aku melihat layar ponselku menunjukkan pukul 5.00 WIB. Aku segera mencari buku catatan Biologiku dan membacanya sekilas mengingat hari ini ada ulangan harian.

Aku melenggangkan kakiku menuju kamar mandi tepat di pukul 5.30 pagi. Hanya butuh waktu 30 menit untuk ganti baju dan berdandan seadanya. Rambutku aku kuncir ekor kuda, seragam dengan panjang dan ukuran standar anak sekolah, sepatu hitam serta kaos kaki yang tingginya hampir selutut. Tak lupa aku memakai kacamata tebal minus 4 yang jadi item wajib untuk dibawa ke sekolah. Tanpanya aku tak bisa melihat apapun. Selanjutnya aku langsung pegi ke ruang makan dan menyapa ibu dan kakakku.

"Pagi, Bunda," aku mencium pipi Bunda lalu duduk di samping kakak laki-lakiku.

"Pagi, Sayang," balasnya dengan suara yang lembut. "Selai kacang atau stroberi?"

"Stroberi."

Bunda mengoleskan selai stroberi pada selembar roti panggang yang baru matang lalu meyiapkannya di sebuah piring yang sudah ada di depanku.

"Ale, hari ini kamu diantar-jemput Mas Alex ya? Bunda mau jenguk temen Bunda di rumah sakit," ujar Bunda. Aku mengangkat jempol tangan kananku mengiyakan.

"Dijawab gitu loh, Dek. Ditanyain Bunda juga," omel Mas Alex.

"Iya, Bun. Adek nanti pulangnya sama Mas Alex."

Aku melotot ke Mas Alex dan tatapan horor juga dari Mas Alex.

"Masih pagi, jangan berantem. Kalau sarapannya udah selesai, langsung berangkat sana, biar gak telat," titah Bunda.

Aku melirik jam tanganku yang sudah menunjukkan pukul 6.15 WIB. Aku segera menghabiskan roti panggangku dan menarik kerah baju Mas Alex.

"Heh gak sopan iki karo mas e!"

"Aku selak telat. Ayo," kataku.

Dia segera menyelesaikan sarapannya dan mencium pipi Bunda. "Bunda, kami berangkat ya."

●●●

Namaku Alessandra Dwi Hermawan. Biasa dipanggil Ale. Aku orang Jawa berdarah campuran, ibuku orang Korea dan ayahku orang Jawa. Aku lahir dan tinggal di Jawa, tepatnya di Malang. Aku tinggal di sini sama ibu dan kakak laki-lakiku, Alexander Eka Hermawan. Ayah? Ayah sibuk mengurus proyeknya di Singapura. Ayah mempunyai perusahaan konsultan teknik. Proyek yang ditanganinya itu sudah skala internasional. Saat ini beliau ada proyek di sana jadi Ayah jarang pulang seperti Bang Toyib.

 Saat ini beliau ada proyek di sana jadi Ayah jarang pulang seperti Bang Toyib

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
[✔] TaruhanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang