Aku udah siap dengan celana jeans dark blue dan blouse warna putih. Hari ini makeup nya natural plus softlens. Gini aja udah cukup buat keluar. Aku bukan tipe cewek yang suka dandan habis-habisan kalau mau keluar, tapi karena ini aku mau nonton sama Jeffrey, dandan dikit boleh lah ya?
Eye shadow
Eye liner
Mascara
Liptint
Perfect! udah. Aku siap. Bener-bener siap.
Gak lama kemudian ada suara motor di depan rumah. Udah fix ini Jeffrey. Aku langsung turun ke lantai satu dan bukain pintunya.
"Dek, Alexnya ada?" Bukan Jeffrey ternyata. Itu Mas Andi.
"Oh, Mas Alex di kamarnya. Bentar ya Mas aku panggil dulu. Mas Andi duduk aja."
Aku ngajak Mas Andi masuk lalu panggil Mas Alex yang ternyata ketiduran di meja belajarnya.
"Mas, bangun. Itu ada Mas Andi di bawah," kataku selembut mungkin biar dia gak kaget.
"Eh iya kenapa?" Lahh si mas masih aja kaget.
"Itu Mas Andi di bawah."
"Temenin bentar ya Dek. Kakak mau mandi dulu."
"Iya."
Aku balik ke ruang tamu terus ngobrol sama Mas Andi. Mulai dari kegiatan yang dilakuin Mas Andi sekarang sampai aku tanya masalah ospek di kampus. Kebetulan aku masuk di kampus yang sama seperti Mas Andi dan Mas Alex.
"Selamat pagi."
Kayak ada orang di depan. Aku jalan ke pintu depan dan liat Jeffrey udah disana.
"Udah lama mbak? Maaf ya."
"Gak kok. Masuk aja dulu," aku ngajakin Jeffrey masuk.
"Loh, Mas Andi?"
"Loh kamu kesini juga?"
"Iya Mas, hehe."
"Ngapelin Ale?"
"Tau aja si Mas Andi."
Jimayu aku...
"Oh iya kata Mas Juna Mas Andi udah sidang. Selamat ya Mas."
"Makasih, Jeff."
"Lo udah dateng?" Kata Mas Alex dengan handuk di kepalanya. "Eh ada calon adek ipar."
Sumpah ya mulutnya Mas Alex gabisa dikontrol. Eh tapi gapapa sih, diamini aja.
"Apaan sih Mas!"
"Mukamu udah merah gitu. Katanya sambil senyum-senyum bangsat.
"Mas, aku pinjem adeknya dulu ya?" Kata Jeffrey.
"Iya. Have fun ya." Katanya. "Eh Dek, beliin kakak Richeese dong. Bunda gak masak nih."
"Iya, Mas."
"Uang kamu dulu ya?"
Iyain aja daripada durhaka.
●●●
Aku udah di Cyber Mall sama Jeffrey. Karena filmnya masih sejam lagi, kita berdua mutusin buat jalan-jalan dulu. Aku ajakin dia ke salah satu toko accessories cewek (aku lupa namanya apa). Aku liat-liat anting karena mereka lucu-lucu.
"Coba ini deh," kata Jeffrey sambil makein bando warna pink yang ada pitanya. "Ihh lucu!"
"Iya? Tapi gak dulu deh. Lagi gak butuh bando. Kamu aja yang beli. Ini nih bagus." Aku pakein bando dengan telinga Minnie Mouse dan itu keliatan alay banget.
"Yahh kok aku? Eh lucu juga tapi. Aku cantik kan?" Katanya sambil ngedipin mata genit dan itu buat aku hampir pingsan saking manisnya.
"Iyain aja biar cepet."
Setelah milih-milih, akhirnya aku nemu anting yang aku suka. "Jeff, aku ke kasir bentar ya?"
"Oke," katanya sambil ngangguk.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Demi apapun dia ganteng banget...
Habis dari toko accessories, aku sama Jeffrey jalan-jalan lagi. Liat baju. Dia sih yang mau beli. Katanya saudaranya mau nikahan gitu. Jadi mau beli kemeja batik.
"Yang ini bagus?"
"Bagus kok. Kulit kamu putih sih, jadi cocok pakai baju apa aja."
"Kalau gapake baju?"
"Ya gapapa sih kalau mau menanggung malu."
"Ihh jahat banget."
"Lah aku bener kan?"
Kita berdua bercandanya aneh-aneh. Kadang garing, tapi kita berdua tetep ketawa.
Receh memang.
Di toko itu kita diliatin orang mulu ya. Yang paling parah itu ada segerombolan anak ABG, ya kira-kira masih SMP (keliatan dari seragam yang mereka pake) itu bisik-bisik ngomongin aku sama Jeffrey.
Fatalnya omongan mereka tuh kedengeran sama aku dan Jeffrey.
"Eh, itu orang Korea?"
"Sumpah ya mas itu ganteng banget."
"Ngguanteng sumpah!"
"Heh gak njaluk foto ta?"
"Ihh mirip Jaehyun NCT..."
"Endi? Wih bener..."
"Pacarnya cantik lagi."
"Guendeng! Sing cowok ganteng, sing cewek cantik. Aku mah apa, cuma remahan rengginang."
Itulah beberapa percakapan yang aku denger dari anak-anak SMP itu. Aku udah nahan ketawa dari tadi. Tapi aku liat si Jeffrey biasa aja.
"Itu fans kamu ada yang ngajak foto," kataku sambil nyenggol Jeffrey.
"Biarin aja. Mungkin mereka baru pertama liat orang ganteng."
"Songong banget."
"Gak songong ini, tapi kenyataan."
"Bodo amat Jeff, bodo."
"Bilang aja cemburu."
"Apaan? Ngapain juga aku cemburu."
"Eh udah mau mulai. Ayo ke bioskop."
"Lah gak jadi beli?"
"Nanti aja kesini lagi. Udah kuy."
Jeffrey gandeng aku sepanjang jalan menuju bioskop.
Wait...
AKU DIGANDENG JEFFREY???
ASDGHJKL
Ini bukan mimpi kan?
Sumpah ya aku seneng banget.
Saking senengnya aku nyubit pipiku sendiri buat mastiin kalau ini bukan mimpi.