" mia kamu liat viola?" tanya deno yang habis dari ruangan vio tapi orang yang dicari tidak ditemukan
" bukannya bapak udah pecat vio?" tanya mia bingung
" kata siapa? " tanya deno sambil mengendorkan dahinya
" semua karyawan disini taunya vio udah dipec-"
"Oh" deno pun langsung meninggalkan mia yang masih mengoceh
" untung bos" gumam mia sambil mencebik
Deno berusaha menelfon vio tapi tak kunjung diangkat. Ayolah si vio ini gak bertanggung jawab bangat
" kamu harus adil sama semua karyawan kamu, jangan karena vio sahabat kamu dia kamu perlakukan spesial, mereka semua bisa menilai mana yang benar dan mana yang salah, apa kamu gak sadar dikantor banyak yang gak suka sama vio karena kamu memperlakukan vio dengan spesial?"
" karena kamu manjain dia, akhirnya vio jadi gak bertanggung jawab gini, bukannya aku menghasut kamu tapi sudah saatnya kamu bertindak tegas"
Perkataan bella kembali berputar diotaknya. Apakah ia harus memecat vio? Kalau vio sudah tidak bekerja lagi dengannya maka vio akan kembali kejakarta dan deno belum siap itu terjadi
deno memutuskan untuk ke apart vio. Mungkin vio hanya telat bangun tapi ini sudah jam 2 mana munkin vio belum bangun
" vio...." deno memasuki kamar vio yang sudah deno hafal paswordnya diluar kepala
" vii ! " teriak deno karena tidak ada jawaban sama sekali
" gak mungkin vio kembali kejarta tanpa pamit" deno mengelilingi ruangan yang terlihat rapi. Bahkan seperti tidak ada kehidupan
Deno pun memasuki ruangan terakhir yaitu kamar vio.
" lo beneran pergi vi... Maafin gue yang udah cuekin lo kemarin" gumam deno dengan rasa bersalah. Kamar vio sangat sunyi hanya saja bed covernya masih belum terlipat mungkin vio pergi dengan terburu-buru
deno memicingkan matanya ketika ada yang menggeliat didalam bed cover
" njir apaan tuh" deno masih memperhatikan bed cover yang bergerak-gerak
" ahhhhh" suara viola terdengar pelan. Deno mengeryitkan dahinya
" sakittt" suara viola kembali terdengar. Apa jangan viola sedang ..... Oh shitt ! Dengan siapa viola melakukan itu
" hhmmpp " suara menjijikan itu kembali terdengar. Deno mengepalkan tangannya persetan dengan siapapun yang sedang bersama vio
deno mendekati ranjang itu. Sesuatu yang didalam bedcover masih menggeliat. Apa kah deno siap untuk melihat hal menjijikan ini?
" sa..."
" kit.. Ahhhh" deno sudah hilang kesabaran. Lenguhan viola membuatnya gila. Ok deno akan membuka bed cover ini Fuck you dude
KAMU SEDANG MEMBACA
D.E.O.L.A (sekuel Leola Diary's)
General FictionCast : jennie black pink " kenapa lo cemburu kita kan cuma sahabat?" tanya viola sambil menggaruk rambutnya yang belum keramas 3 hari " lo juga kenapa cemburu kita kan cuma sahabat?" ulang deno dengan pertanyaan yang sama sambil ikutan menggaruk ram...
