Apa kau tau aku terluka? Sepertinya tidak, karena kau hanya bisa menutup mata seolah aku baik-baik saja
-viola gilsha
***
" selamat pagi viola " sapa deno saat melihat sekretarisnya sudah mengerjakan tugas-tugasnya yang suatu ketumbenan vio tidak terlambat kekantor
" pagi" sahut vio tanpa menoleh
" udah sarapan ?" tanya deno lagi. Sambil memakai dasinya
" udah kemarin"
" mau sarapan apa?" vio berdecak. Tidak bisakah deno bersikap tidak perhatian? Apakah ia tidak tahu kalau vio menahan perasaannya agar tidak jatuh terlalu dalam?
" kita akan segera berangkat rapat, lebih baik bapak mempersiapkan diri sebagai pimpinan" vio bangkit dari posisinya. Dan tanpa sengaja melihat dasi deno yang bentuknya tidak jelas.
Refleks tangan vio pun membenarkan dasi sang atasan. Deno tersenyum ternyata trik nya berhasil
Cup.
Deno mencium kening vio saat vio fokus memakaikan dasi.
" bunuh gue no !" teriak batin vio sambil memejamkan mata untuk menetralkan jantungnya.
" terimakasih" ucap deno sedangkan vio hanya mengangguk lalu berjalan duluan
Di perjalanan vio lebih banyak diam. Deno melirik vio dengan ujung matanya. Ada apa dengan wanita ini?
" nanti selesai rapat lo pulang duluan aja, gue ada urusan" ucap vio tiba-tiba
" mau kemana?" deno menoleh memperhatikan sekretarisnya yang sedang jutek-juteknya
" akhirat" ya vio memang sedang tidak ingin banyak bicara
" vi-"
Perkataan deno terpotong saat ada panggilan masuk.
" halo bel" mendengar nama bella vio pun langsung membuang muka ke arah jendela lalu menyumpal telinganya dengan headset
"Kamu gak kenapa- kenapa kan?"
" yaudah iya pulang rapat aku kesana"
" sama-sama sayang"
Deno melirik vio. Apakah ia sedang haid? sampai deno dicuekin dari Tadi
" nanti pulang lo mau kemana vi? Biar gue anterin lo dulu baru-"
" gak usah bella lebih butuh lo" potong vio.
" tumben dengar biasanya kalau pake headset gak denger apa-apa" vio memegang ujung kabel headsetnya . lol ia lupa menyembunyikan ujung kabelnya karena memang headsetnya tak tersambung dengan handphone nya.
hening.
***
rapat berjalan dengan seharusnya. vio menghirup udara untuk merileks kan pikirannya yang semraut. Membiarkan rambut nya tergerai terbawa angin sambil menatap pemandangan jakarta yang selalu terlihat ramai.
" vii?" panggil deno
" iya?"
" lo lagi marah ya? " vio berdecak. Bahkan ia tak punya alasan untuk marah dengan deno
KAMU SEDANG MEMBACA
D.E.O.L.A (sekuel Leola Diary's)
General FictionCast : jennie black pink " kenapa lo cemburu kita kan cuma sahabat?" tanya viola sambil menggaruk rambutnya yang belum keramas 3 hari " lo juga kenapa cemburu kita kan cuma sahabat?" ulang deno dengan pertanyaan yang sama sambil ikutan menggaruk ram...
