bab 5 : sekretaris gagal

191 16 0
                                        


"Vio mana ya jam segini belum datang" gumam deno sambil melirik arlojinya cemas

" permisi pak deno, mr. Alvaro dari stevano company sudah datang" ucap mia selaku resepsionis disana

" serius? " tanya deno tak percaya. Saat ini perusahaan deno akan bekerja sama untuk membangun properti di bali terutama hotel dan bunga law. Dengan bekerja samanya dengan stevano company maka citra perusahaan deno akan melesat karena bekerja sama dengan stevano company adalah hal yang sulit karena mareka sangat selektif

" yaudah tunggu di ruang meeting, berikan ia pelayanan terbaik" perintah deno. Mia pun mengangguk lalu mengundurkan diri

" ayo dong vi... Kalau kita berhasil bekerja sama dengan stevano company kita bisa pindah ke jakarta lagi" Ya kalau deno berhasil bekerja sama maka ia akan di pindahkan ke kantor pusat triagra company dijakarta

" maaf pak deno, mr. Alvaro menanyai anda dia mulai marah-marah" terdengar suara mia yang  entah kapan sudah ada disamping deno

" oke thanks mia" deno mendengus akhirnya ia pun menemui alvaro

" si bloon dimana sih jadi sekretaris kok gak ada tanggung jawabnya" gumam mia sambil menelfoni temannya yang bloon itu

" selamat pagi mr.alvaro" Sapa deno berusaha santai

" saya kira kita tidak akan memulai ini" sahut alvaro tanpa membalas sapaan deno

" maaf membuat anda menunggu"

" baiklah lebih baik kita mulai proyek kita" deno merutuki vio dalam hati. Kalau bukan sahabatnya ingin sekali deno melontarkan sumpah serapah

" sekali lagi saya minta maaf, kita belum bisa memulai nya karena semua berkas-berkas saya ada di sekretaris saya" ujar deno ragu

" lalu dimana sekretaris anda?" alvaro mungkin seumuran dengan deno tapi aura nya begitu terasa menindas

" dia... Belum datang bisakah anda menunggu sebentar?"

" i give you time 10 minutes"
Deno tidak yakin kalau vio akan datang dalam 10 menit. Semoga si bule ini mau mengerti. Ayolah bahkan deno sudah mengeluarkan budget besar untuk proyek ini.

" saya permisi sebentar" alvaro mengangguk melirik arloji mahalnya. Sedangkan deno bergegas keluar untuk menelfon viola.

Ini sudah lewat dari 10 menit. Deno mondar-mandir seperti orang linglung didepan pintu ruang meeting

" vio astagaaaaaa bunuh gue viiii" grutu deno sambil mengusap-usap wajahnya frustasi. Pintu ruang meeting terbuka dan keluar lah alvaro dengan tampang flatnya

" saya permisi" pamit alvaro sopan

" aduh si bule ngambek nih bisa gawat gue" batin deno

" anda mau kemana?" tanya deno panik

" seperti nya kita tidak bisa bekerja sama membangun proyek ini. Saya paling tidak suka keterlambatan dan kurangnya profesional " ucap alvaro dengan Senyumnya yang berkarisma tapi berhasil membuat deno ingin membenturkan kepalanya ke tembok

"Bisakah anda memberi saya kesempatan? Saya sudah mengeluarkan biaya besar untuk proyek ini" deno berharap si bule akan memberinya kesempatan. Persetan dengan vio

" maaf saya permisi" alvaro meninggalkan deno sendiri dengan santainya.

" fuck ! Gagal !" deno memukul tangannya di tembok. Sia-sia ia bekerja keras membangun proyek ini  tapi semuanya gagal karena viola

D.E.O.L.A (sekuel Leola Diary's)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang