Pagi ini viola datang on time tidak terlambat atau di jemput deno seperti biasanya. Ia sadar diri kalau kecerobohannya kemarin sungguh keterlaluan.
" deno gue cium aja kali ya...pasti marahnya ilang" gumam vio sambil melangkah riang ke ruangan deno.
Walaupun yang datang baru sedikit tapi sepanjang lorong vio mendapatkan tatapan sinis yang ditujukan untuknya
Vio memegang knop pintu baru ia mau menyelipkan kepalanya untuk mengintip tapi suara seorang wanita terdengar dari dalam yang membuat vio mengurung kan niatnya
" kamu gak bisa manjain viola terus sayang, dia udah merugikan perusahaan kamu" vio membiarkan pintu terbuka sedikit agar ia bisa mendengar semuanya
" terus gue harus apa?" tanya deno mengusap wajahnya kasar
" apa-apaan nih si anabelle maksudnya"
" kamu pecat dia juga itu hal yang wajar, dia harus punya rasa tanggung jawab"
" what? Bener-bener deh si annabelle ini"
" gue gak tega, nanti dia kerja dimana? " vio sudah berdoa komat kamit mbah dukun baca mantra.
" kerjaan kan banyak sayang, kamu gak bisa manjain vio terus bahkan karyawan kamu aja udah bisa menilai itu semua" ada benarnya juga perkaataan bell a seperti semua orang me ma ng memandang vio sebagai benalu
" Yaudah nanti sore gue akan bicara sama vio"
" what the hell! Jadi deno lebih dengerin hasutan si annabelle dari pada kasianin gue? Ok no mulai sekarang kita cerai"
Vio langsung pergi dengan langkah gusar. Mulut nya sudah sumpah serapah dengan pasangan itu. Semenjak deno punya pacar vio memang bukan lagi prioritasnya
" Sakit hati gue no sana lo" ucap vio pada diri sendiri.
***
vio menatap awan mendung yang mengumpal. Ia mendengus sambil berlari kecil ke tepi jalan
" pas bangat nih cuaca sesuai sama suasana hati gue lagi mendung" vio mengeluarkan sendal jepit yang selalu ia bawa. Ia sudah malas menggunakan high heels ini.
Dan hujan pun mulai turun. Ingin kembali kekantor tapibaju sudah basah
" ya tuhan kenapa nasip gue sial bangat ya, udah jomblo keujanan, kedinginan, dipecat pula" grutu vio sambil memeluk tas nya
" udah nembus kedaleman lagi, dingin berrrrrr" vio memeluk dirinya sendiri. Persetan dengan taksi yang tak kunjung lewat
" vio" panggil seseorang dari dalam mobil. Vio enggan menoleh bisa saja itu deno.
" vi ?"
"Jangan nengok vi jangan nengok tahannn"
KAMU SEDANG MEMBACA
D.E.O.L.A (sekuel Leola Diary's)
General FictionCast : jennie black pink " kenapa lo cemburu kita kan cuma sahabat?" tanya viola sambil menggaruk rambutnya yang belum keramas 3 hari " lo juga kenapa cemburu kita kan cuma sahabat?" ulang deno dengan pertanyaan yang sama sambil ikutan menggaruk ram...
