Bab 22 : maafin vio

158 19 15
                                        

Sekaras apapun kamu berjuang,  seberapa lama kamu nunggu,  kalau dasarnya dia gak ada rasa sama kamu,  kamu gak akan pernah terlihat dimatanya

-viola gilsha

***

" jadi lo yang curi data gue?" Tanya vio flat sambil bersandar di dinding toilet

" siapa lagi emangnya" kekeh bella yang sedang bercermin

" ahrrgghhh !" Vio menjambak rambut bella sambil berbisik

" ngaku sama deno atau gue abisin lo disini"

" gue gak takut" diam diam bella menelfon deno

" bangsat" Vio melepaskan jambakannya dengan kasar

" awwwww! Sakit vi" teriak Bella dramatis

" apaan sih Lo lebay bangat" vio meninggalkan Bella Dan betapa terkejutnya saat ia melihat deno dihadapannya

" gotcha " kekeh bella

" minta maaf " perintah deno

" dia Yang harusnya minta maaf,  data gue di dia!  Dia Yang sembuyiin! "

" harusnya Lo makasih sama Bella dia udah temuin data Lo,  Lo Yang hilangin sendiri gak usah salahin orang" balas deno

" belain terus no belain! " teriak vio

" maaf kalian jadi berantem gara- gara aku" lerai Annabelle sambil menghapus air matanya

" alah kebanyakan nonton drama indosiar Lo! Akting Lo bagus! "

" vio! " bentak deno

" apa Mau suruh gue minta maaf?  Sekalian suruh gue sujud dikakinya princess Lo! " vio berlalu meninggal kan deno dengan emosi Yang memuncak

Vio mengambil paper clip,  strepless apapun Yang Ada dimeja nya lalu ia selipkan dikanton bletzer

" are you okay Vi? " Tanya mia

" ya" dengan cepat vio lari Kebalkon Yang biasa jam segini akan sepi

Ia meluruskan paper clip Dan strepless dengan cepat ia menggoreskan ditangannya

Karena ia tidak merasakan sakit Yang cukup puas akhirnya ia mengulanginya sampai banyak terdapat goresan merah dilengannya

" gue benci sama Lo no"

" dia jahatt dia jahatttt kapan lo percaya sama gue" gumam vio sambil menekan ujung strepless dilengannya

Vio berdesis ia mulai merasakan perih pada tangannya

" gue harus kuat,  gue harus bisa buktiin semuanya no" ucap vio sambil menekan ujung strepless pada tangannya. 

Setelah lengannya berdarah ia membuang benda kecil itu dengan perasaaan yang lebih baik

***

" kenapa lagi sama deno? " tanya kafka yang sedang menyetir

D.E.O.L.A (sekuel Leola Diary's)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang