Bab 11 : meet ma friends

190 21 1
                                        

Hari ini vio dan deno sudah dibandara. Hari yang ditunggu-tunggu tiba akhirnya mereka come back ke jakarta.

" no koper kamu lucu bangat motifnya polkadot" ucap bella sambil memperhatikan koper yang dibawa deno

" ini punya vio" bella melirik vio yang tangannya kosong tidak membawa apapun

" kenapa kamu yang bawain kopernya?"

" semalem dia salah bantal katanya" sahut deno sambil memperhatikan vio berjalan jauh didepannya

" salah bantal kan yang sakit leher bukan tangan " deno mengangkat bahunya tak acuh

sebentar lagi mereka akan boarding past bella tersenyum sedih karena sebentar lagi mereka akan LDR

" kamu sukses ya disana, jangan lupa sama aku" ucap bella sambil memeluk lengan deno

" engga kok, kamu nanti nyusul ya" sahut deno calm seperti biasa

" no ayo cepetan !" vio celingak-celinguk mencari orang yang dimaksud

" noooooo" panggil vio seperti dhutan padahal ini dibandara

" yesssssss" sahut seorang bertubuh gempal yang Kulitnya terbakar matahari alias item

" nooooo?" panggil vio lagi sambil melirik hulk bewarna hitam ini

" yesssssss" Sahut pria itu lagi-lagi sambil tersenyum lebar yang memamerkan giginya yang kuning. Ayolahhh apa hulk ini tidak pernah sikat gigi?

" no yes no yes no yes awwww" ucap pria itu tidak jelas yang membuat vio bergidik ngeri

" amit - amit jabang bayi" gumam vio sambil berlari mencari deno

tidak lama kemudian sosok yang ia cari terlihat tentu saja bersama boneka Annabelle nya

" no ? Janji ya gak macem-macem disana" ucap bella yang masih memeluk lengan deno dengan manja. Vio tidak mau mendekat karena takut muntah melihat adegan romance ini

" iyaaa janji "

Cup.

" idih" ucap vio refleks saat melihat bella mencium bibir deno sekilas

" dia gak tau aja bibir deno bekas gue" grutu vio sambil melipat tangan didepan dada. Melihat deno yang aga risih vio mendekat kearah mereka

" romantis bangat yang mau ldr " ledek vio. Bella tertawa sedangkan deno wajahnya sangat flat karena tak enak dengan vio

" vi?" Panggil bella

" bell?"

" kenapa vi?"

" kenapa bell?" bella melongo. Sedangkan deno terkikik geli.

" muka lo biasa aja kali bell jangan bluun gitu hahaaa" beo vio sambil tertawa yang tidak ada cantik-cantiknya

" hehe aku mau ngomong serius sama kamu vi, nanti dijakarta jagain deno ya..." ucap bella sungguh-sungguh

" tenang aja deno juga akan gue kasih makan tepat waktu kok"

" lo pikir gue peliharaan !" celetuk deno yang membuat vio tertawa. Lagi

" santai, calm bro" ucap vio dengan lembut yang membuat deno menurut. nah kan peliharaan nurut

" vi... Selama aku  jauh dari deno jangan rebut deno dari aku ya..." suara bella terdengar seperti memohon yang membuat viola terdiam

" kamu tenang aja bel gak akan terjadi apa-apa kok" sahut deno menenangkan sambil mengusap pucuk kepala Bella

" hhmm hati kan gak ada yang tahu bel, apa lagi deno lebih sering ngabisin waktu bareng gue, you understand what i mean? " setelah mengucapkan kan itu deno dan bella menatap vio dengan intens . merasa posisinya tidak enak vio pun tertawa ngakak. Walaupun gak ada yang lucu

D.E.O.L.A (sekuel Leola Diary's)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang