bab 17 : hurt

192 22 13
                                        

* ini lagunya vio bangat gengss, pas bangat situasinya , cause author ngetik sambil dengerin ini 😅 jd galau, asli wkwk

Bisakah kau memperlakukan ku sebagai semestinya? Kekasih dan sahabat adalah dua jalur yang berbeda kau tidak bisa mengambil satu jalur untuk mendapatkan keduanya

- viola gilsha

***

" vi ?" panggil kafka sambil menelusuri lorong rumah sakit

" hhmm?"

" mau sampai kapan lo sembunyiin kondisi lo dari deno?" vio menatap kafka yang akhir-akhir ini menjadi lebih dewasa tidak seperti biasanya yang rada idiot, mungkin

" gue gak mau repotin deno terus-terusan jadi dia gak perlu tahu kan ada lo yang perduli sama gue hehe" kafka mengelus rambut vio. Ia sangat paham kalau vio itu rapuh tapi selalu berusaha terlihat baik-baik saja

" self injury lo tingkat berapa vi? " tanya kafka sambil melihat lengan vio yang berusaha ia tutupi dengen kemejanya

" parah, kayanya" kafka mendengus. Kalau di biarkan vio bisa kehilangan nyawanya apa bila tidak terkontrol

" vi... Lo gak bisa ya gak nyakitin diri lo sendiri ? Gue khawatir lo lepas kontrol vi" kafka menatap sahabatnya serius. Sedangkan vio terlihat biasa saja

" gue harus gimana kaf? Nangis setiap saat? Meratapi kepergian orang tua gue? Meratapi hati gue? Itu bikin gue sakit kaf, gue butuh pengalihan supaya gue gak cengeng, gue tenang kalau udah nyakitin diri gue sendiri makanya selama ini gue terlihat fine-fine aja kan? "

" tapi deno-"

" deno? gue udah terlalu lama jadi benalunya deno, gue gak mau repotin dia lagi dan keluarganya" kafka terdiam. Memang benar banyak yang mengatakan itu. Walaupun vio terlihat cuek jauh di lubuk hatinya vio sangat terganggu dengan perkataan itu

" gue salut vi sama lo, lo kuat " kafka mengusap rambut vio. Sedangkan vio mengusap air matanya yang berhasil lolos

***

"Obatnya jangan lupa diminum vi" vio mengangguk sambil melangkah keluar dari mobil kafka

"Hhmm, makasih ya kaf untuk hari ini hidup lo berguna gak kaya biasanya" kafka berfikir sejenak. Berarti hidupnya selama ini gak berguna?

" iyee, dah sana lo masuk apa perlu gue masukin" ucap kafka sambil terkekeh. idiot nya mulai kembali lagi

" kapan-kapan aja ahh lagi gak pengen " senyum vio sudah kembali seperti semula. Ya vio memang pandai mengontrol emosinya

" salam buat deno" ucap kafka

" salam buat cewek lo "

" gak punya cewe"

" yaudah buat jodoh lo yang masih otw, itupun kalau tuhan kasih lo jodoh" percayalah walaupun nada viola terdengar flat tapi menyebalkan sangat didengar.

***

Vio kembali menelusuri lorong rumah sakit yang ramai. Tangan sebelah kananya membawa makanan dan tangan sebelah kirinya membawa buah-buahan. Walaupun hari ini ia memiliki banyak pekerjaan tapi ia usahakan agar deno menjaga kesehatannya

D.E.O.L.A (sekuel Leola Diary's)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang