#1 [You POV]

1.2K 192 61
                                        

Hari itu langit Hubaekje berwarna abu kelam hingga terasa seperti malam. Tanda badai akan segera datang. Namun aku berjalan tak tahu arah di dalam hutan. Aku bahkan mengenakan hanbok terbaikku. Aku tidak tahu kalau aku sebodoh ini.

Tetapi, kenapa aku ada di sini?

"Y/n gongju..."

Aku terlonjak ditempatku ketika mendengar seseorang membisikkan namaku. "Omo!"seruku begitu menemukan wanita yang bediri tak jauh dariku.

"Ka...kau...siapa?"tanyaku, tak bisa menahan ketakutanku. Ahjumma ini sangat mengerikan!

Dia tak membalas ucapanku. Melainkan mengangkat tangannya tinggi ke langit. Seketika angin di sekitar kami bertiup begitu keras, seolah-olah badai telah datang.

"Apa yang kau lakukan?!"

Dia tak membalas ucapanku. Mulutnya sibuk membisikkan kata-kata dengan begitu cepat. Kata-kata yang tidak ku pahami.

"Ahjumma!!"seruku lagi.

Bruk! Aku tak mampu lagi menahan pijakanku hingga terjatuh ke tanah yang basah.

"HENTIKAN INI!"

SSET! Mataku melebar takut pada Ahjumma asing yang meraih wajahku dan menggenggamnya dengan begitu erat. Matanya yang memerah menatap tepat ke dalam dua bola mataku.

"Dia yang melupakanmu akan mencoba mengingat segalanya..."

"M...mwo?"

"...Semuanya. Semuanya ada di tanganmu. Pecahkan lingkaran kutukan ini. Hentikan segalanya!"

Aku menggelengkan kepalaku pelan. Aku tidak mengerti. Apa yang dia coba katakan? Dia siapa?!

"Selamatkan dia... Selamatkan dirimu... SELAMATKAN MEREKA!"

"Hah!"

Ngik..ngiiik....ngiiiik... Lagi-lagi napasku terdengar seperti pekikan yang memekakkan telinga. Aku menepuk dadaku yang sesak. Kambuh lagi.

Tanganku mencoba meraba meja di sisi tempat tidurku. Mataku mulai berair, tak tahan dengan dadaku yang sangat sesak. Mana inhaler ku?! Tak! Tanganku segera meraih benda dingin yang menyentuh permukaan jariku.

"Fuuuuh!" Aku menghembuskan napas lega begitu inhaler yang ku hirup mampu mengembalikan napasku.

"Haaaah..."helaku sambil bersandar lelah pada tempat tidurku. Ku pejamkan mataku sejenak.

"Mimpi yang mengerikan..."bisikku.

Y/n gongju? Sejak kapan aku menjadi seorang putri? Hubaekje? Aku hanya pernah mendengarnya lewat buku sejarah. Aku lebih tergila-gila dengan sejarah Joseon dibandingkan masa tiga kerajaan. Tidak mungkin untukku mengingatnya hingga membawanya ke mimpi.

Tapi siapapun gongju itu. Dia terasa sedih. Sebenarnya dia tak pernah terlihat bahagia tiap kali aku bermimpi sebagai dirinya. Seandainya aku bisa menolongnya... sayang hanya mimpi.

"Selamatkan mereka..." musun soriya... siapa yang bisa ku selamatkan? Hmm...

Tok! Tok! Tok! Ketukan di pintu memecah lamunanku. Pasti Shin ahjumma! "Deureo oseyo."

Ancient Heart [SEVENTEEN IMAGINE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang